2.12.10

Sayang. . . . . . . .

Ingatkah aku sayang...
Ketika suatu sore kau mengajakku ke tempat itu...
Kau menggenggam erat jemariku...
Kau menuntun meniti jalan berbatu...
Kita menyusuri jalan itu...
Berdua, tak ada yang mengganggu...
Dan jejak kenangan semakin memudar...
Karena aku melupakan masa indah itu...
Maaf pun terasa hambar terucap dari bibirku...

Sayang...
Belaian mesra ditengah hujan...
Juga tak mampu terlukiskan dalam ingatan..
Walau ku coba menarik semua bayang-bayang...
Tak juga sanggup mengukirkan kenangan indah itu...
Sekali lagi maaf...
Kembali ku lupakan momen cinta itu...

Dan ketika gerimis melanda...
Ku menangis memandang kelu wajahmu...
Bahkan sebelum air mata tumpah...
Kau menyekanya dengan air hujan...
Menerobos malam menjanjikan terang...
Pada sebuah episode masa depanku...
Masa depanku...
Bukan masa depanmu atau masa depan kita...
Karena katamu kau yakin dan percaya...
Masa depanmu adalah aku...

Dan lagi-lagi aku lupa...

Sayang,..
Bukannya aku tak mengerti cinta...
Namun kurasa, tatapanmu adalah cinta...
Desah napasmu adalah cinta...
Belaianmu adalah cinta...

Dan lagi-lagi...
Sekali lagi, aku lupa...

Sayang,..
Bukan ku hendak melupakan wajahmu...
Bukan ku hendak melupakan cintamu...
Apalagi ku menduakan sayangmu...

Sayang,..
Mengapa tak terbersit di benakku...
Jika nanti ku menduakan cintamu...
Menangiskah engkau mempertahankanku?
Ataukah tangisan kerelaan demi bahagiaku?
Ataukah hanya senyum getir dan tatapan nanar penghias harimu?
Karena kekasih hatimu kan pergi meninggalkanmu...

Sayang, maaf aku terlalu egois..
Membalas cinta dengan sinis..
Bahkan tak mampu tersenyum manis..
Walau kadang di hatimu tersimpan tangis..

Maaf sayang...
Maaf...
Ku tak mampu membalas sayang...
Ku tak mampu membalas cinta...
Ku tak mampu menyeka rindu..
Dan peluh di dahimu...

Akupun dalam gelapnya malam mencintaimu..
Hah? Mengapa cinta itu datang disaat gelap?
Mengapa cintaku tak mampu mengusir gelap?
Mengapa cintaku tak seterang mentari menyinari sisi gelapku, seperti cintamu?

Sayang, sekali lagi maaf...Yang mencintaimu dalam diam...

(Hah? Padahal cintanya adalah nyata..
Padahal cintanya adalah kata..
Padahal cintanya adalah perbuatan..
...Padahal cintanya adalah tanggung jawab..
Padahal cintanya adalah kasih sayang..

Namun kau hanya mampu mencintainya dalam diam?)

Terimalah pesan cinta dari anakmu,..
Untuk ayah...
Reaksi:

0 komentar:

Post a Comment