1.10.12

PR Mencerdakan untuk Anak Kita ~ Ust. M. Fauzil Adhim


Mari sejenak kita berbincang tentang pekerjaan rumah untuk anak-anak kita. Adakah manfaatnya? Pembahasan tentang PR ini saya dasarkan pada buku The Art and Science of Teaching karya Robert J. Marzano, ASCD, Alexandria, Virginia, 2007. Saya juga mendasarkan pada buku yang lebih khusus, yakni Rethinking Homework karya Cathy Vatterott, Alexandria, Virginia, 2009.

Secara sederhana, tujuan pemberian PR adalah untuk mendukung pembelajaran pada salah satu dari empat cara, memberi pengalaman prabelajar. Bisa pula untuk mengecheck pemahaman, praktek atau pemrosesan.

Prabelajar. PR diberikan untuk mengenalkan siswa terhadap topik atau latar belakang tema yang akan dipelajari, sehingga anak akan lebih siap untuk mempelajari materi secara lebih mendalam. Kita dapat menugaskan siswa untuk membaca atau membuat garis besar bab. Dapat pula berupa tugas untuk menemukan apa yang telah diketahui oleh siswa tentang topik yang akan dipelajari. Dapat pula kita arahkan untuk menggali apa yang mereka ingin pelajari dari bab atau tema tersebut.

Kita juga dapat memberi tugas kepada siswa untuk menulis berbagai pertanyaan mereka sendiri, misal tentang sistem pencernaan. Manfaatnya, tugas menulis pertanyaan ini dapat memancing rasa ingin tahu sekaligus menciptakan keterlibatan siswa pada tema tersebut. Pemberian PR prabelajar dapat pula diarahkan untuk merangsang ketertarikan anak terhadap konsep yang akan dipelajari.

Adapun PR untuk menakar sejauh mana siswa telah memahami apa yang dijelaskan oleh pengajar di kelas, bentuknya beragam. Umumnya guru memberikan PR untuk mengetahui sejauh mana siswa mampu memahami apa yang telah dijelaskan di kelas. PR jenis ini juga dapat menjadi cara bagi guru untuk memperoleh insight (letikan ide) untuk pembelajaran siswa. Contoh PR yang semacam ini adalah menugasi siswa menyelesaikan sejumlah soal matematika dan menerangkan cara menyelesaikan soal tersebut.



Dalam hal ini, seorang guru seharusnya tidak hanya memeriksa PR siswanya. Lebih dari itu, menggali bagaimana mereka menyelesaikan soal tersebut. Guru bertanya kepada tiap-tiap siswa langkah-langkah menyelesaikan soal yang ada dalam PR tersebut sehingga dapat diketahui tingkat penguasaan materi masing-masing siswa. Berawal dari PR, guru dapat menentukan apa yang harus ia lakukan untuk meningkat mutu pembelajaran. Jadi, guru bukan hanya memeriksa hasil kerja siswa atas PR yang diberikan. Lebih penting lagi adalah mengetahui kepahaman siswa. Nah.

Jika ini dilakukan oleh guru secara benar, PR dapat membantu tugas guru dalam membangun kompetensi (penguasaan yang matang) siswa pada bidang studi yang ia ampu dengan senantiasa memeriksa tingkat penguasaan materi, lalu memberi umpan-balik. Hanya memeriksa hasil kerja siswa terhadap PR yang diberikan, dapat menjadikan guru terkecoh. Mengira siswa telah memiliki kompetensi, padahal baru sebatas kemampuan mengerjakan PR saat itu saja. Padahal boleh jadi, siswa menyelesaikan PR tanpa memahami materi. Siswa mampu menyelesaikan soal karena ada orang yang mendampingi di rumah untuk menyelesaikan tugas. Bukan memahamkan. Lebih parah lagi jika yang menyelesaikan PR tersebut sebenarnya bukan siswa, melainkan ibu atau orang lain. Siswa hanya pencatat. Karena itu, pemberian PR harus disertai tindak-lanjut yang jelas serta diiringi umpan-balik yang tepat sehingga siswa lebih bergairah belajar.

Bentuk lain PR untuk memeriksa tingkat pemahaman siswa terhadap materi yang telah diajarkan adalah dengan memberikan jurnal yang meminta siswa untuk menjelaskan sekaligus menjawab mengapa. Ini misalnya PR terkait percobaan sains.


PR untuk Praktek

Selain untuk menakar tingkat pemahaman anak terhadap materi yang telah diajarkan, PR kerap diberikan agar anak praktek lebih banyak. Anak diberi latihan-latihan soal untuk dikerjakan di rumah. PR untuk memperbanyak praktek diyakini banyak guru sebagai cara yang ampuh agar anak benar-benar menguasai pelajaran. Asumsi dasarnya adalah, makin sering praktek makin makin hebat penguasaan anak terhadap pelajaran tersebut. Asumsi PR jenis ini pula yang mendasari berbagai sekolah memberi latihan soal sebanyak-banyaknya pada siswa kelas 6 untuk hadapi ujian.

Meskipun sering praktek diperlukan untuk sejumlah jenis keterampilan, misal menghafal, tapi PR untuk tujuan ini kerap terjebak pada 3 kesalahan. Pertama, guru boleh jadi yakin telah memberi PR untuk melatih anak melakukan praktek. Tapi praktek itu hanyalah berlaku jika anak faham. Manakala anak sebenarnya belum faham konsep atau keterampilan tersebut di kelas, maka banyaknya PR praktek dapat menyebabkan anak frustasi.

Tatkala anak tidak menguasai konsep atau keterampilan, memperbanyak praktek semisal mengerjakan soal berhitung, jadikan anak bosan. Jika tak tertangani, kebosanan akan meningkat menjadi akut, terutama jika PR tersebut hanya diperiksa dan dinilai saja. Kebosanan baru dapat menjadi tiket untuk meraih kegembiraan manakala guru memberi umpan balik yang tepat terhadap hasil pengerjaan PR siswa. Umpan balik yang baik menjadikan PR terasa bermakna buat anak, meski dia banyak melakukan kesalahan saat mengerjakan. Sebaliknya, tanpa umpan balik yang pas, PR dapat menjadikan anak merasakan kebosanan yang menyiksa, terutama jika di kelas menggunakan model pembelajaran yang berfokus pada guru (fun teaching dan sejenisnya). Bukan fokus pada penumbuhan orientasi belajar.

Meskipun menjawab salah, anak merasa memperoleh pengalaman berharga manakala guru mengajak anak “menemukan” kesalahan lalu “menemukan” jalan keluar yang benar. Ini antara lain dengan meminta siswa menerangkan caranya menemukan jawaban. Alina Tugend menunjukkan bahwa pendekatan model ini yang dikembangkan oleh para guru di Jepang. | Kawan di Jepang, benar demikian?

Sampai tahun 2007, pembelajaran di Jepang berfokus pada menghafal. Sesudah itu, guru memahamkan apa yang dihafalkan tersebut. Begitu Ken Watanabe yang asli Jepang menuliskan dalam bukunya: Problem Solving. Model pembelajaran inilah yang menghasilkan Jepang sekarang.  Kesempatan menemukan kesalahan sendiri saat di kelas ini mendorong anak Jepang lebih menyukai soal beresiko gagal tinggi.

Lho, kok? Karena dengan itu ia dapat lebih banyak dari kesalahannya. Ia menjadi lebih baik melalui kesalahan (better by mistakes). Sikap dasar ini pula yang mendasari Kaizen, gaya manajemen Jepang yang menekankan pada perbaikan terus-menerus.

Kembali ke soal PR untuk praktek. Kelemahan kedua PR jenis adalah manakala guru lalai memeriksa tingkat pemahaman siswa. Lebih parah lagi jika guru memang mengabaikan pentingnya menakar pemahaman TIAP siswa, bahkan ketika membahas PR di kelas. Ini kerap terjadi karena guru menganggap praktek lebih banyak melalui latihan soal bertumpuk menyebabkan siswa makin matang penguasaan materinya.

Pengabaian memeriksa pemahaman siswa dapat berakibat fatal jika siswa melakukan kesalahan saat mengerjakan dan menginternalisasi kesalahan konsep (miskonsepsi) atau prosedur tersebut hanya karena jawaban anak kebetulan hasilnya tepat. Cocok. Padahal anak mengerjakan soal dengan cara yang salah. Ini berbeda dengan anak yang menemukan cara berbeda, tapi tetap benar caranya.

Ketiga, praktek yang merata lebih baik dibanding praktek massal. PR praktek lebih efektif jika dibagi dalam beberapa hari. Memberi PR yang bertumpuk untuk praktek matematika misalnya, dan dibebankan pada satu waktu, dapat justru berakibat tidak baik. Terlebih jika guru tidak memberikan umpan balik memadai terhadap hasil pengerjaan soal tiap siswa. Kesalahan semakin terinternalisasi. Tidak adanya umpan balik memadai menjadikan anak yang sudah faham jadi malas mengerjakan PR. Sedang yang kurang faham bisa tertekan.


Agar Siswa Berpikir Lebih Mendalam

PR jenis keempat dimaksudkan agar siswa melakukan pemrosesan materi pelajaran yang telah dipelajari secara lebih mendalam. PR jenis ini kita berikan manakala kita menginginkan siswa melakukan refleksi mendalam terhadap konsep yang telah didiskusikan di kelas. Salah salah bentuknya adalah menugasi siswa menemukan masalah dan merumuskan dalam bentuk pertanyaan.

Sesungguhnya, pertanyaan yang baik adalah setengah dari ilmu. Maka, kemampuan anak bertanya secara cerdas dan berbobot akan sangat berharga. Nah, anak justru sulit menemukan pertanyaan kritis dan “baru” kecuali jika ia memahami materi dengan baik. Maka, PR jenis ini pada dasarnya  merupakan strategi agar anak berpikir mendalam dan melakukan sintesis. MelaluiPR jenis ini, guru merangsang kemampuan kognitif level keempat berdasarkan taksonomi kognitif dari Bloom. Dan guru tidak akan mampu memberikan PR semacam ini kecuali ia benar-benar seorang pengajar yang kompeten; baik dalam bidang studi yang ia ajarkan maupun dalam kecakapan mengajar.

Ini memberi pelajaran berharga bahwa untuk mampu memberi PR berbobot yang menggairahkan, guru harus banyak belajar. Guru juga dapat memberikan PR dapat bentuk penugasan untuk menerapkan keterampilan atau pengetahuan yang telah dipelajari. Guru menyajikan berbagai informasi yang disajikan terpisah-pisah dan meminta siswa “merangkai”. Atau sebaliknya, guru menyajikan “gambar besar” tentang suatu tema atau keadaan, lalu meminta siswa menemukan unsur-unsurnya.

Sebagaimana PR jenis lain, tugas ini baru akan bermakna apabila guru memberi umpan balik secara tepat. Merangkai berbagai informasi berserak memerlukan pijakan dan kemampuan alasan yang tepat. Proses penalaran sangat penting untuk PR jenis ini.

PR untuk pemrosesan juga dapat diberikan dalam bentuk proyek jangka panjang yang berkesinambungan. Kita memberi tugas merangkum dan menemukan konsep utama pada tiap topik dan bab. Sesungguhnya merangkum bukan sekedar memendekkan kalimat dan membuang bagian yang dianggap tidak perlu. Kemampuan merangkum berkait erat dengan kemampuan memahami konsep. Yang mahir merangkum, akan mudah menjelaskan.

Sesudah merangkum, guru dapat memberi PR untuk menjelaskan kembali atau menulis dalam bahasa sendiri apa yang telah dirangkum. Penugasan jenis ini mendorong siswa mencapai tingkat kemampuan kognitif yang tinggi. Tetapi jika salah desain, PR semacam ini akan jadi beban berat.  Maka, guru hendaknya telah memastikan bahwa siswa sudah menguasai konsep dengan sangat baik sebelum memberi tugas jenis ini.

Salah satu cara menakar pemahaman anak adalah dengan memberi PR jenis kedua yang telah saya bahas di bagian awal tulisan ini. Tampak sepele tapi ketika diabaikan dapat menjadikan PR jadi sia-sia adalah menggairahkan anak dengan penugasan yang diberikan. Siswa sering tidak termotivasi mengerjakan PR karena tugas tidak dirasa penting. Meski demikian, jika anak memiliki adab yang kuat terhadap guru dan ‘ilmu, ia akan senantiasa bersemangat mengerjakan PR. Ini artinya, selain soal desain PR, menanamkan adab tetap sangat penting.

Pemberian tugas terlalu berat juga dapat menyebabkan anak kehilangan motivasi belajar. Bukan cuma motivasi kerjakan PR. Penugasan yang tidak tepat pun dapat menjadi demotivator, yakni sesuatu yang merusak motivasi anak, baik untuk belajar maupun ke sekolah. Tetapi, pemberian PR yang tepat akan menjadikan siswa senantiasa menemukan tantangan dan gairah untuk belajar lebih serius. Ini berarti, untuk memberikan PR yang tepat, guru perlu senantiasa belajar. Jika guru malas belajar, lalu bagaimana siswanya?

*****
Masih banyak hal penting yang perlu kita perbincangkan seputar pekerjaan rumah untuk anak. Perbincangan kita kali ini pun baru sebatas empat jenis PR, dari yang saya harapkan dapat membahas berbagai aspek PR. Semoga yang sedikit ini bermanfaat. Saya berharap dapat menuliskan pembahasan aspek lain dari PR untuk anak.

Wallahul musta’an. ***


Catatan:

The Art and Science of Teaching pada akhirnya belum saya eksplorasi secara memadai dalam tulisan ini. Saya juga berharap dapat menghadirkan tulisan terkait bagaimana pada ulama' terdahulu menempuh jalan dengan menyalin suatu kitab sampai beratus copy. Tulisan tangan.


~~~~~~

Tulisan ini di copast dari catatan Ustadz Mohammad Fauzil Adhim di Facebook


12 Penyakit Guru (belum) Profesional

Ada 12 penyakit yang sering diderita oleh guru, penyakit itu antara lain:

1. Tipes : Tidak punya selera (monoton dan membosankan)
2. Mual : mutu amat lemah (mutu lemah mau jadi guru bersertifikat pendidik? jangan ngimpi)
3. Kudis : Kurang disipiln (murid disuruh disiplin, namun kalau kita tidak disiplin? ^$#&@$)
4. Asma : Asal masuk kelas (kewajiban guru kepada peserta didik, bukan rutinitas)

5. Kusta : Kurang Strategi (hoaammm… di kelas siswa bakal ngantuk berat

6. TBC : Tidak Bisa Computer (Jaman Gini ga bisa komputer? haddeeeeehhhhh…… %$^%#@)

7. KRAM : Kuram Terampil

8. Asam Urat : Asal Sampaikan materi urutan kurang akurat (kualitas bos,, bukan kuantitas….)

9. Lesu : Lemah Sumber (cuma pake 1 referensi, LKS pula ; pake internet… ga kenal internet? NDESO (by tukul arwana )

10. Diare : Dikelas Anak-anak remehkan (Guru hanya menang belajar 1 malam dari siswa, apa masih meremehkan siswa?)

11. Ginjal : Gajinya nihil jarang aktif dan terlambat (Penyakit yang paling parah , guru bukan cari uang, tapi cari nafkah batin .. ingat semboyan Pahlawan tanpa tanda jasa)

12. Encok :Enak - enak Cangkruk Ogah ke Kelas 
Pagi-pagi tidak sengaja buka grup FB "Super Teacher of SMK TI Airlangga" dan baca postingan diatas, saya jadi senyum-senyum sendiri. Emmm, yah lucu juga akronim-akronimnya, menggeltiki sekaligus "menyindir" ya, hehehe. Tapi bagi saya, yang memang belum menjadi seorang guru profesional, namun tiada henti berusaha menuju kesana, tulisan itu layak untuk dicerna dan menjadi bahan evaluasi diri untuk terus menjadi yang terbaik.

Menjadi seorang guru, bagi saya bukanlah sebuah jalan pelarian, namun memang menjadi panggilan hati. Jadi, untuk mencintainya pun prosesnya tidak susah. Tapi ya harus diakui, dalam perjalanannya, tentu saja banyak kendala yang harus dihadapi, dan bisa jadi salah satunya yang tertulis diatas. Hemmmm, jadi guru memang tidak mudah. Butuh banyak strategi agar bisa dicintai dan mendapat hati siswa. Apalagi untuk mata pelajaran MAFIA (MAtematika FIsika kimiA), yang pelajarannya susah dan harus mendapat perhatian ekstra dari siswa agar mereka bisa memahaminya.

Oke well, semoga para guru bisa membuat strategi yang jitu untuk menghindari dan menyembuhkan penyakit guru tersebut ya. Semoga kita menjadi guru yang profesional, dicintai muridnya, disenangi pelajarannya, ditiru akhlak baiknya. Amiin......


29.9.12

Cerita Tentang Mimpi Yang Lain

Kata orang mimpi itu adalah bunga tidur. Kalau kata saya, mimpi adalah mimpi. Mimpi bukanlah kisah nyata, hehe ya iyalah. Mungkin saja mimpi adalah bunganya tidur, tapi bisa jadi mimpi bagian dari refleksi alam bawah sadar kita tentang apa yang secara tidak sengaja terekam oleh pikiran bawah sadar kita.



Kalau di posting sebelumnya saya bercerita tentang impian, nah kali ini saya ingin sedikit membahas tentang mimpi yang hanya bisa dialami saat kita tertidur. Yah begitulah, hehehe. Bermula dari membaca cerita sebuah novel filsafat yang judulnya Dunia Sophie, saya tertarik dengan pembahasan mengenai seorang tokoh yang cukup terkenal di dunia psikologi yaitu Sigmund Freud. Di novel itu diceritakan kalau Sigmud Freud dan teorinya tentang alam bawah sadar. Dikatakan bahwa mimpi itu adalah refleksi dari apa yang terekam dalam alam bawah sadar kita.

Yah simpel saja, namun ternyata itu sangat mengena bagi saya. Apalagi di novel itu diceritakan juga contohnya seperti apa. Well, dan malamnya kemudian saya bermimpi. Mimpi saya sih simpel saja, saya bermimpi bersama tetangga sebelah rumah dan melakukan sesuatu di sebuah asrama di luar kota untuk mendaftar kuliah. Nah, sesuai dengan teori alam bawah sadar saya, ternyata sehari sebelum bermimpi itu saya bertemu dengan tetangga saya itu, di pagi hari tanggal 26 September membicarakan sesuatu yang nampaknya kami berdua hindari, hehehe (anak FKIP Unmul pasti tahu tanggal bersejarah apa itu). Saya coba-coba deh analisis sendiri makna mimpi itu. Dan ternyata cocok. Well, akhirnya saya tahu kan apa maksudnya Freud dengan alam bawah sadar itu? Heheh, anggap saja sok tahu deh, karena saya bukan orang psikologi :D

Nah yang mau saya bagi disini sebenarnya adalah .......................... Tentang mimpi saya semalam. Saya bermimpi naik pesawat dengan beberapa orang teman, segerombolan begitu, duduk di samping saya, tulis saja si A ya, kalau nama aslinya dimunculkan nanti bisa heboh dia kalau tiba-tiba mensearch namanya di google dan kemudian nyangkut di tulisan ini, ahhahah, si A saja biar aman :P. Oke, ceritanya saya duduk di atas pesawat, di sebelah saya si A, kemudian di depan dan belakang pesawat itu adalah si B, C, D, E, F, G, dan lain-lain.

Mimpi yang simpel kan? Hehehhe. Dan ternyataaa, dari mimpi saya itu saya menyadari bahwa saya merindukan mereka semua, merindukan aktivitas berkumpul bersama dan saya dimimpiin bersama mereka lagi melakukan suatu perjalanan yang pernah saya lalui dulu. Hufff miss you all. Rindu dengan aktivitas itu. TErnyata alam bawah sadar saya menyimpan rekaman itu dengan baik. Hohoho jadi rindu.



Inti dari tulisan yang serba panjang dan tidak jelas ini adalah, saya kangen. Titik. :)


26.9.12

Me, My Dreams,....

Hari ini 26 September 2012. Tidak ada yang istimewa kecuali kalau hari ini ternyata adalah hari wisudanya mahasiswa Pendidikan Unmul... Harus saya akhu kalau ini adalah lagi-lagi hari kekalahan saya melawan kemalasan dalam menyelesaikan urusan akademik saya... Uwauuuwww,, 2007 sampai 2012 sudah lima tahun dan saya belum lulus-lulus, he. Sedih? tentu saja, sudahlah, hehehe.

Saya tidak akan curhat untuk menuliskan kenapa lagi-lagi saya gagal dan menyerah, mengaku kalah. Hmmm, sepertinya hanya menuliskan alibi, dan alibi sahaja. Hehehe, ditambah kanan kiri depan belakang tekanan demi tekanan bertubi-tubi untuk memaksa saya lulus. He he he.

Baiklah, saya akan menuliskan mimpi-mimpi saya saja lah. Daripada terpuruk dengan keadaan saat ini. Cieh ahhahaha... Dimulai dari saat dimana saya merasa lelah, karena terlalu banyak rencana yang saya tuliskan dan kemudian gagal. Terus gagal dan gagal lagi. Yeahh semangat sajalah. Mulai sekarang saya memutuskan untuk tidak pernah berhenti dari yang namanya bangkit dari kegagalan. Saya mau menghabiskan kegagalan di masa muda. Biar bisa bersantai menikmati keberhasilan di masa yang akan datang.

Hummm baiklah, saya akan menuliskan mimpi-mimpi yang belum terlaksana dan semoga bisa mencapainya di masa yang akan datang. Saya sekarang sedang membayangkan, sepuluh tahun yang akan datang saya menjadi apa ya? Seorang ibu rumah tangga dengan tiga orang anak? Ataukah seorang guru, wanita paruh karir yang juga masih sibuk dengan pekerjaan rumahnya? Atau seorang dosen? 

Untuk opsi yang terakhir mungkin juga menjadi opsi terakhir kali yah dalam impian saya sekarang ini. Saya punya keinginan untuk melanjutkan studi, tapi mungkin tidak dalam setahun dua tahun ini. Fokus saya sekarang yah lulus dan terus mengajar, itu saja. Mengapa demikian? Karena saya masih ingin menjadi guru dan belum memikirkan untuk menjadi dosen. Lantas apa hubungannya S2 sama dosen? Ya karena menurut saya banyak korelasinya. Pertama, kuliah itu biayanya tidak sedikit, apalagi kalau harus keluar kota. Yah, menurut perhitungan matematis, tentu saja ada harapan pasca S2 nanti dalam jangka beberapa tahun untuk mengembalikan biaya pendidikan yang telah dikeluarkan, dan yang paling cepet ya jadi dosen, hehehe, pemikiran simpel. Tapi tentu saja banyak saingannya boooo mau jadi dosen, apalagi saya kalah start kan ya sama teman-teman saya yang duluan S2 dan bermimpi jadi dosen. Saya baru start mereka sudah lulus dan peluangnya pun lebih cepat masuk. 

Ah sudahlah, saya tidak mauuuuu jadi dosen. Why? Karena saya mencintai yang namanya profesi guru, ehhehhe, dan profesi guru yang paling fleksibel kalau sudah berumah tangga nantinya. (Hei, cita-cita tertinggi saya masih jadi ibu rumah tangga lho). :) Nah, inilah cita-cita kedua saya. Jadi guru. Saya menikmati profesi saya saat ini. Cinta mati. :)

Nah, sekarang kita ke mimpi jadi housewife. Ini akan menjadi episode cerita sendiri, nanti akan saya buat ceritanya tersendiri,... Sudah terlalu panjang untuk memulai menulis setelah tangan ini tidak berkarya lebih dari bilangan bulan lamanya. See you next time.... :)


19.2.12

Tekanan Darah Rendah Dan Anemia

Tekanan darah rendah atau bahasa ilmiahnya hipotensi adalah suatu keadaan dimana tekanan darah lebih rendah dari 90/60 mmhg atau tekanan darah cukup rendah sehingga menyebabkan gejala-gejala seperti pusing dan pingsan.tekanan darah normal adalah 120/80mmhg. Hipotensi merupakan bawaan sejak lahir dan bukan merupakan suatu penyakit, sehingga tekanan darah orang yang bersangkutan tidak perlu dinaikkan. Bahkan beberapa penelitian menyebutkan , orang – orang yang mengalami hipotensi sejak kecil usianya lebih panjang dan lebih sehat, seringkali kekhawatiran untuk makan-makanan yang enak lebih kecil daripada penderita tekanan darah tinggi. Hipotensi akan menjadi masalah jika terjadi pada usia dewasa, dan penderita awalnya sangat sehat.

Seseorang yang mengalami tekanan darah rendah umumnya akan mengeluhkan keadaan sering pusing, sering menguap, penglihatan terkadang dirasakan kurang jelas (kunang-kunang) terutama sehabis duduk lama lalu berjalan, keringat dingin, merasa cepat lelah tak bertenaga, bahkan mengalami pingsan yang berulang. hiks..diana banget!

Pada pemeriksaan secara umum detak/denyut nadi teraba lemah, penderita tampak pucat, hal ini disebabkan suplai darah yang tidak maksimum keseluruh jaringan tubuh.

Penyebab Penyakit Darah Rendah

Ada beberapa faktor yang menyebabkan mengapa terjadinya penurunan tensi darah, hal ini dapat dikategorikan sebagai berikut:

- Kurangnya pemompaan darah dari jantung. Semakin banyak darah yang dipompa dari jantung setiap menitnya (cardiac output, curah jantung), semakin tinggi tekanan darah. Seseorang yang memiliki kelainan/penyakit jantung yang mengakibatkan irama jantung abnormal, kerusakan atau kelainan fungsi otot jantung, penyakit katup jantung maka berdampak pada berkurangnya pemompaan darah (curah jantung) keseluruh organ tubuh.

- Volume (jumlah) darah berkurang. Hal ini dapat disebabkan oleh perdarahan yang hebat (luka sobek,haid berlebihan/abnormal), diare yang tak cepat teratasi, keringat berlebihan, buang air kecil atau berkemih berlebihan.

- Kapasitas pembuluh darah. Pelebaran pembuluh darah (dilatasi) menyebabkan menurunnya tekanan darah, hal ini biasanya sebagai dampak dari syok septik, pemaparan oleh panas, diare, obat-obat vasodilator (nitrat, penghambat kalsium, penghambat ACE).

Penanganan dan Pengobatan Darah Rendah

Ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk memperbaiki kondisi tekanan darah rendah (hipotensi), diantaranya :

Minum banyak air putih dan mengurangi alkohol

alkohol, ternyata dapat membuat dehidrasi yang mengakibatkan tekanan darah menurun meskipun dikonsumsi dalam jumlah sedikit. Konsumsi cukup banyak air akan mencegah dehidrasi dan meningkatkan volume darah dalam tubuh.Minum air putih dalam jumlah yang cukup banyak antara 8 hingga 10 gelas per hari, dan sesekali minum kopi (yiieks,yang tidak ku suka ;( ) agar memacu peningkatan degup jantung sehingga tekanan darah akan meningkat

Menjalani pola makan dengan gizi seimbang

Nutrisi yang dibutuhkan tubuh dengan cara mengonsumsi berbagai variasi makanan seperti biji-bijian, buah-buahan, sayur, daging, ikan, dan ayam dengan kandungan gizi yang cukup dan seimbang, juga Mengkonsumsi makanan yang cukup mengandung kadar garam. seringkali ketika tekanan darah rendah ini menyergap kurma dapat menjadi alternatif Lho.

Melatih tubuh untuk lebih hati-hati dalam bergerak

pernah tidak ketika sudah lama duduk dan anda berdiri tiba-tiba lalu pusing dan mata berkunang-kunang? Biasanya rasa pusing ringan akibat tekanan darah rendah terjadi ketika kita berpindah posisi, misalnya dari posisi tidur ke berdiri. Sebaiknya pada posisi tersebut, jangan langsung bangkit berdiri dari tempat tidur di pagi hari, bernapaslah dalam-dalam selama beberapa menit dan duduk pelan-pelan sebelum berdiri. Tidurlah dengan posisi kepala yang diganjal dengan bantal sehingga kepala terangkat sedikit untuk memerangi efek gravitasi. Atau letakkan satu kaki di atas bantal dan condongkan tubuh sejauh mungkin untuk mendorong darah mengalir dari kaki ke jantung. Berolah raga teratur seperti berjalan pagi selama 30 menit, minimal 3x seminggu juga dapat membantu mengurangi timbulnya gejala.olahraga dapat membantu menaikkan tekanan darah, udah tau kan?

Batasi konsumsi karbohidrat

Agar tekanan darah tidak turun drastis setelah makan, makanlah dalam porsi yang kecil tetapi sering. Batasi makanan berkabhidrat tinggi seperti kentang, nasi, pasta dan roti. Minumlah kopi dan teh untuk meningkatkan tekanan darah secara temporer, namun waspadalah dengan kandungan kafein yang terdapat dalam kopi.

Pemberian obat-obatan

Jika sudah agak parah , pemberian obat-obatan (meningkatkan darah) hanya dilakukan apabila gejala hipotensi yang dirasakan benar-benar mengganggu aktivitas keseharian, selain itu dokter hanya akan memberikan vitamin (suport/placebo) serta beberapa saran yang dapat dilakukan bagi penderita.

Makan Kambing?

Mengenai image masyarakat yang sebagian besar berpikir bahwa dengan mengkonsumsi daging kambing bagi penderita hipotensi dapat meningkatkan tensi darah sebenarnya belum jelas, Namun dibenarkan kalau hal itu akan meningkatkan kandungan haemoglobin (Hb) dalam darah. Sekali lagi harus dipahami bahwa tekanan darah rendah artinya suplai darah tidak maksimal keseluruh bagian tubuh. Haemoglobin (Hb) rendah adalah berarti bahwa kandungan Hb sebagai zat pengikat oxygen dalam darah memiliki kadar rendah yang akibatnya penderita bisa pucat (anemia), pusing (oxygen yang di angkut/suplai darah ke otak kurang), merasa cepat lelah dan sebagainya.

Apakah penderita tekanan darah rendah juga beresiko menderita diabetes dan penyakit jantung?

meski diabetes penyakit keturunan, tidak menutup kemungkinan orang yang tidak mempunyai asal usul diabetes juga bisa terkena. Resiko tentu ada, itu semua bergantung dari faktor keturunan dan gaya hidup anda.Kalau sampai menderita salah satu penyakit itu apa penanganannya berbeda dengan Penderita yang tidak mengalami darah rendah ?Secara umum, penanganannya tidak jauh berbeda. Pada orang dengan hipotensi, tentu obat-obat yang dapat menurunkan tekanan darah harus dihindari.

Lalu bagaimana dengan Anemia??

Berbeda tipis dengan tekanan darah rendah, Anemia (dalam bahasa Yunani: Tanpa darah) adalah keadaan dimana jumlah sel darah merah atau jumlah hemoglobin (protein pembawa oksigen) dalam sel darah merah berada dibawah normal.Sel darah merah mengandung hemoglobin, yang memungkinkan mereka mengangkut oksigen dari paru-paru dan mengantarkannya ke seluruh bagian tubuh. Anemia menyebabkan berkurangnya jumlah sel darah merah atau jumlah hemoglobin dalam sel darah merah, sehingga darah tidak dapat mengangkut oksigen dalam jumlah sesuai yang diperlukan tubuh. Orang yang mengalami anemia akan merasa cepat lelah, lemas, pucat, gelisah dan terkadang sesak.

Berikut adalah beberapa penyebab anemia yang paling sering ditemukan :

Kekurangan zat besi

Perempuan akan lebih mudah menderita anemia bila dibandingkan dengan laki laki karena perempuan mengalami kehilangan darah tiap bulan saat menstruasi. Perempuan juga rentan mengalami kekurangan zat besi.

Pada orang dewasa, kekurangan zat besi sering disebabkan oleh karena kehilangan darah khronis seperti menstruasi. Kehilangan darah khronis juga bisa disebabkan oleh karena kanker terutama kanker pada usus besar.Anemia juga bisa disebabkan oleh karena perdarahan usus yang disebabkan oleh karena konsumsi obat obatan yang mengiritasi usus.Pada bayi dan anak anak, anemia kekurangan zat besi biasanya disebabkan karena kurangnya asupan makanan yang mengandung zat besi. biasanya penyebab inilah yang paling sering menghampiri remaja seusia kita.

Perdarahan

Perdarahan yang banyak saat trauma baik di dalam maupun di luar tubuh akan menyebabkan anemia dalam waktu yang relatif singkat. Perdarahan dalam jumlah banyak biasanya terjadi pada maag khronis yang menyebabkan perlukaan pada dinding lambung.

Genetik

Kelainan herediter atau keturunan juga bisa menyebabkan anemia. Kelainan genetik ini terutama terjadi pada umur sel darah merah yang terlampau pendek sehingga sel darah merah yang beredar dalam tubuh akan selalu kekurangan. Anemia jenis ini dikenal dengan nama sickle cell anemia. Gangguan genetik juga bisa menimpa hemoglobin yang mana produksi hemoglobin menjadi sangat rendah. Kelainan ini kita kenal dengan nama thalasemia.

Kekurangan vitamin B12

Anemia yang diakibatkan oleh karena kekurangan vitamin B12 dikenal dengan nama anemia pernisiosa.

Kekurangan asam folat

Kekurangan asam folat juga sering menyebabkan anemia terutama pada ibu ibu yang sedang hamil. Naah, asam folat banyak terdapat di Jeruk Lho…

Pecahnya dinding sel darah merah

Anemia yang disebabkan oleh karena pecahnya dinding sel darah merah dikenal dengan nama anemia hemolitik. Reaksi antigen antibodi dicurigai sebagai biang kerok terjadinya anemia jenis ini.

Gangguan sumsum tulang

Sumsum tulang sebagai pabrik produksi sel darah juga bisa mengalami gangguan sehingga tidak bisa berfungsi dengan baik dalam menghasilkan sel darah merah yang berkualitas. Gangguan pada sumsum tulang biasanya disebabkan oleh karena mestatase sel kanker dari tempat lain.

Dan lain sebagainya..

Suplemen besi diperlukan pada anemia yang disebabkan oleh karena kekurangan zat besi. Pemberian suntikan vitamin B12 diperlukan untuk mengkoreksi anemia pernisiosa. Transfusi darah merupakan pilihan untuk anemia yang disebabkan oleh perdarahan hebat.

Hampir sama dengan tekanan darah rendah, cara mencegah anemia adalah sebagai berikut :

1. Usahakan makanan Anda lebih berfariasi. Sertakan juga makanan yang mengandung banyak zat besi. Dari buah-buahan seperti apel, pisang, plum dan aprikot. Zat besi dalam sayur-sayuran bisa Anda dapat dari asparagus, labu, ubi rambat, brokoli, tumbuhan merambat, kacang merah, tahu dan biji-bijian.

2. Makan makanan yang banyak mengandung zat besi dan juga vitamin C. Ini akan membantu meningkatkan penyerapan zat besi. Konsumsi vitamin C bersamaan dengan saat Anda memakan zat besi.

3. Hindari gula atau kurangi konsumsi gula Anda. Ini akan meningkatkan penyerapan zat besi. Hindari makan asem. Asem bisa menghambat tubuh menyerap zat besi.

4. Konsumsi juga makanan yang bermuatan kalsium, vitamin E dan zinc sebagai tambahan. Namun jangan di waktu yang bersamaan dengan konsumsi zat besi. Zat-zat di atas bagus untuk tubuh namun bisa mengganggu penyerapan zat besi.

5. Tambahkan juga buah-buahan kering seperti kismis dan buah prem yang dikeringkan ke menu diet Anda. Kurangi konsumsi kopi dan black tea. Minuman ini mengandung poliphenol dan tannin yang bisa mengganggu penyerapan zat besi.

6. Haid yang berlebihan dapat menguras darah dalam tubuh Anda. Temui dokter jika hal tersebut terjadi. Jika dibiarkan terus-menerus dampaknya akan sangat tak baik.

7. Jika mengkonsumsi obat untuk penyakit Anda, usahakan atas referensi dokter. Beberapa obat bisa menghambat masuknya zat besi dan vitamin B ke dalam tubuh.

8. Jika Anda seorang vegetarian sebaiknya diskusikan masalah kesehatan Anda dengan ahlinya. Vitamin B-12 banyak didapat dari makanan berdaging, vegetarian tentu saja tidak mengkonsumsi daging.

Serangan anemia bisa membuat keseimbangan tubuh Anda goyah. Sebaiknya hindari anemia sebisa mungkin.

http://alhumairoh.wordpress.com/2009/01/29/tekanan-darah-rendah-dan-anemia/

Istana Kedua ~ Asma Nadia

"Aku telah merampas sesuatu yang paling berharga dari hidupnya. Dan sangat wajar jika perempuan ini datang dengan segunung lahar api. Hm... Koreksi. Aku tidak merampas apa pun, aku hanya memaksanya berbagi." Mei Rose.

"Jika cinta bisa membuat seorang perempuan setia pada satu lelaki, kenapa cinta tidak bisa membuat lelaki bertahan dengan satu perempuan?" Arini.

Mungkin, dongeng seorang perempuan harus mati, agar dongeng perempuan lain mendapatkan kehidupan.

Arini adalah seorang muslimah, cantik, baik hati, lembut, lulusan IPB, seorang penulis. Hidupnya hampir selalu dikaitkan dengan kisah-kisah dongeng, dan ia mengibaratkan dirinya sebagai seorang puteri. Hidup bahagia, dengan suami yang mencintainya dan iapun mencintai suaminya. Hidup dengan anak-anak yang lucu. Ia seorang tipikal ibu rumah tangga yang sejati.

Andika Prasetya seorang bapak yang baik, dosen, dan memiliki kehidupan yang mapan.

Mei Rose, seorang wanita keturunan tionghoa, tidak terlalu cantik, hidupnya penuh dengan penderitaan, tinggal dengan tantenya yang tidak mencintai dia. Hidup yang keras membuat karakternya juga keras, gigih, hingga ia sampai pada kehidupan yang lumayan mapan. Namun keadaan mengubahnya, ketika ada laki-laki yang menipunya dan memaksanya menjadi orang tua tunggal.

Suatu ketika, keadaan memaksa Mei Rose dan Prasetya untuk bertemu, di pinggir jalan, dengan Mei Rose sebagai korban tabrak lari setelah mencoba bunuh diri, dengan baju pengantin yang lengkap dan berbadan besar. Atas dasar kemanusiaan, Pras menolongnya dan membawa kerumah sakit. Bayinya terpaksa dilahirkan dalam kondisi prematur.

Arini, sebagai seorang istri, ia memiliki kepekaan yang besar, namun ia tidak tahu mengapa. Hanya saja bahwa ia merasa ada sesuatu yang sedang terjadi. Mencurigai suaminya? Ia rasa itu di luar logikanya. Suaminya masih lelaki shaleh yang dikenalnya dulu. Tidak ada yang berubah sedikitpun.

Kecurigaan Arini terjawab ketika bagian keuangan dari kampus tempat suaminya mengajar menanyakan kabar karena ada kuitansi pembayaran obat yang dibayarkan oleh suaminya. Merasa tidak ada anaknya yang sakit selama enam bulan terakhir ini, maka Arini mengecek ke rumah sakit dan mendapatkan nomor telepon yang bukan nomor telepon rumahnya.

Suara itu tegas, jelas, dan riang. Ada celoteh seorang anak di dekatnya ketika perempuan itu menyapa, Hallo, Nyonya Prasetya disini.....

Ketika dia tidak tahu bagaimana harus memilih, hidup memilihkan jalannya sendiri. Arini kaku di tempatnya berdiri. Sosok lelaki yang selama ini menempati sisi hatinya paling dekat, tampak di seberang jalan, menggandeng seorang anak lelaki kecil. Wajahnya terlihat kebapakan ketika menepuk pantat si boca, dan menghalaunya lembut ke dalam mobil.

Seorang perempuan tersenyum cera, mengamati dari belakang. Si lelaki menoleh, tidak berapa lama keduanya saling menggenggam tangan, detik berikutnya mereka bertatapan dengan kedalaman yang hanya bisa dirasakan keduanya.

Jarak tiga puluhan meter. Dua pasang mata saling memandang. Sepasang mata terluka.Sepasang mata lain seperti mata hewan buruan yang tersudut ke dalam perangkap, nanap dan panik. "Arini...!" Arini menggigit bibirnya, dia telah menunggu terlalu lama. Arini pergi dengan taksi.

Pras ingin berlari. Mengejar sosok Arini yang tergesa pergi membawa lukanya. Searusnya tadi dia berlari memburu Arini, mengejar dan meraih tangan perempuan itu, meminta maaf. Sebaliknya, lelaki itu maa mematung di tengah jalan seperti orang linglung.

Bagaimana laki-laki bisa keilangan syukur atas hadiah terindah yang Allah berikan kepada mereka? Pras tidak tahu bagaimana semua bermula. Dia hanya tahu, ketika sudah terjadi, dia harus masuk dalam aturan main yang ditetapkan Tuhan padanya, agar tak ada maksiat, agar semua sah setidaknya dimata-Nya. Dan semula berawal dari simpati dan keinginan menolong perempuan malang itu....

Jalan Sriwedari nomor 26. Arini memandang ruma itu. Istana kedua Pras.

"Bisa saya bicara?"

Perempuan di depannya tidak mengangguk atau menjawab. Hanya tangannya membukakan pintu lebih lebar. Mereka masih berpandangan. Mengukur kekuatan. Tapi aura peperangan sudah mulai terasa.

"Jika hanya untuk diri sendiri, percayalah saya tidak akan memohon padamu."

"Saya mohon padamu"

"Aku tidak bisa." Jawab Mei Rose.

"Sejak dulu kamu punya segalanya Arini, orang tua, suami yang baik, karir kepenulisan yang bagus. Segalanya."

"Sementara satu-satunya hal baik yang pernah terjadi seumur hidupku, hanya Pras!"

"Dengan begitu banyak kebahagiaan, tidakka seharusnya kamu bersyukur dan bisa sedikit bermurah hati?"

Pada saat yang bersamaan Pras muncul. Sesaat mata lelaki itu menyala gugup melihat Arini.

Arini berhenti berlari. Tak lgi berusaha mengindar dari luka. Sebaliknya, seperti busa, tubu Arini perlahan mengisap anak-anak panah yang menyimpan perih itu semakin dalam, hingga menyatu dalam diri.

Luka.

Tak pernah abadi dalam diriku

Ia selalu seperti taman bunga

dengan bau kasturi

Dan aku bermain-main di dalamnya.

Selesai saya meresensi Novelnya Asma Nadia. Hutang lunas ya :)

Nantikanku Di Batas Waktu

Ada yang sedang menungguku di batas waktu.

Kemudian aku mencari dimanakah waktu berbatas itu.
Kemudian aku menunggu kapankah waktu berbatas itu.
Tak jua ketemu.

Aku bertanya kepada burung malam, tak ada jawabnya.
Aku bertanya pada rembulan, hanya diam saja sembari memancarkan sinar keemasannya.

Oh aku tahu pada siapa ku bertanya.
Aku menyentuhnya, sembari menikmati detik demi detik suaranya.
"wahai jam dinding, kau begitu sangat akrab dengan waktu,
kapankah batas waktu itu kan tiba?"
Ia tak menghiraukan kata kataku.
Terus saja ia berlalu.

Ah aku begitu lelah menunggu, namun tak ada yang memberitahuku.

Dan pencarianku tentang batas waktu terus berlalu...

23 Mei 2011

Macaroni Panggang

Akhir-akhir ini saya lagi demam masak. Pengennya masak apa saja yang bisa dimasak dan yang ngga biasa dijumpai di rumah. Hehe. Walhasil, setelah browsing resep kesana kemari, dan memodifikasinya sendiri, akhirnya jadi deh macaroni panggang. Maaf ya ngga pakai pict, walau kata orang no pict = hoax, tapi daripada pictnya copy paste buatan orang, mending ngga deh.. Heheh... Tapi resepnya valid lhoo, dari dapur Chef Nisa asli... Boleh dicoba, hehehe..


Bahan-bahan :

200 gr macaroni, boleh pakai yang mana saja.
200 gr wortel, dipotong dadu (biar ngga bingung dengan takaran, secukupnya aja, 2 buah wortel ukuran sedang cukup kok)
1/2 bawang bombay, dicincang halus.
120 gram daging cincang (pakai kornet biar praktis)
3 buah telur ayam, dikocok lepas.
Garam secukupnya.
Penyedap rasa secukupnya.
1 buah kaldu blok.
1 gelas air.
Saus tomat secukupnya.
Minyak goreng secukupnya.

Cara membuat :

1. Rebus macaroni dengan air secukupnya, selama sepuluh menit. Supaya ngga lengket, boleh ditambahkan minyak goreng satu sendok makan.
2. Air dicampur dengan kaldu blok, direbus hingga mendidih (dibuat kaldu).
3. Tumis bawang bombay hingga harum, masukkan wortel yang sudah dipotong dadu, cornet, penyedap rasa, garam, hingga wortel menjadi layu dan empuk.
4. Masukkan macaroni ke dalam tumisan, masukkan air kaldu, dan telur. Dicampur hingga rata.
5. Siapkan panggangan, masukkan adonan dan di panggang selama kurang lebih dua puluh menit.
6. Keluarkan macaroni paggang, diamkan hingga agak dingin. Sajikan bersama saus tomat.

Nah, jadi deh macaroni panggangnya. Jangan heran ya kalau adonan saat dikeluarkan atau saat masih panas, macaroninya basah. Saya sempat berpikir adonannya ngga jadi lho, makanya ngga di foto, hehe. Karena ternyata, kalau adonannya agak kering, baru dia menyatu dan menegras sendiri. Kalau macaroninya sudah menyatu, baru siap untuk dipotong-potong dan disajikan.

Brownies Kukus Cokelat


Eh, kata siapa membuat kue itu rumit? Hehe, gaya nih yang baru belajar buat kue dan berhasil :) Tapi memang membuat kue ternyata simpel, dan dijamin semua orang bisa buat kok. Apalagi sudah ada bahan-bahan instan sehingga kita ngga perlu menakar atau mencari bahan-bahan yang membuat ribet dan rumit. Hemmm, anyway, ini dia resepnya...

Bahan-bahan :
1 kotak Pondan Brownies Kukus rasa cokelat
100 gram dark chocolate (cokelat batangan warna cokelat)
6 butir telur
150 gram margarin

Hiasan atasnya :
1 kotak eskrim yang beda rasanya (beda warna)
1 kotak keju
250 gram white chocolate (cokelat batangan warna putih)

Cara membuatnya :
1. Lelehkan margarin dan cokelat batangan, dengan cara di tim. Kemudian dinginkan.
2. Panaskan kukusan sementara membuat adonan.
3. Kocok telur hingga mengembang selama kurang lebih tiga menit. Masukkan secara perlahan tepung pondan siap saji ke dalam adonan hingga mengental selama kurang lebih lima menit. Masukkan margarin dan cokelat yang sudah didinginkan, kocok hingga tercampur rata.
4. Siapkan loyang yang sudah diolesi margarine, tuangkan adonan ke dalam loyang dan ratakan.
5. Kukus adonan selama kurang lebih dua puluh lima menit. Untuk mengetahui adonan sudah masak, tusuk kue dengan lidi. Jika kue sudah tidak lengket pada lidi, maka kue sudah jadi. Angkat dan dinginkan.

Cara menghias kue :
1. Lelehkan cokelat batangan yang berwarna putih, kemudian ratakan pada bagian atas kue.
2. Parut keju pada bagian tertentu sesuai selera.
3. Tunggu beberapa saat hingga cokelat putihnya mengeras.
4. Letakkan eskrim yang berlainan warna pada sisi lainnya.
5. Kue siap dihidangkan. :)

18.2.12

Ummu Salamah

Apakah diantara kalian ada yang tidak familiar dengan nama Ummu Salamah? Kalau jawabannya adalah “Ya” maka saya akan mengajak kalian untuk sedikit mengenal beliau…

Ummu Salamah adalah seorang Ummul-Mukminin yang berkepribadian kuat, cantik, dan menawan, serta memiliki semangat jihad dan kesabaran dalam menghadapi cobaan, lebih-lebih setelah berpisah dengan suami dan anak-anaknya. Berkat kematangan berpikir dan ketepatan dalam mengambil keputusan, dia mendaparkan kedudukan mulia di sisi Rasulullah Shallallahu Alaihi Wassalam.. Di dalam sirah Ummahatul Mukminin dijelaskan tentang banyaknya sikap mulia dan peristiwa penting darinya yang dapat diteladani kaum muslimin, baik sikapnya sebagai istri yang selalu menjaga kehormatan keluarga maupun sebagai pejuang di jalan Allah.

Nama sebenarnya Ummu Salamah adalah Hindun binti Suhail, dikenal dengan narna Ummu Salamah. Beliau dibesarkan di lingkungan bangsawan dari Suku Quraisy. Ayahnya bernama Suhail bin Mughirah bin Makhzurn. Di kalangan kaumnya, Suhail dikenal sebagai seorang dermawan sehingga dijuluki Dzadur-Rakib (penjamu para musafir) karena dia selalu menjamu setiap orang yang menyertainya dalam perjalanan. Dia adalah pemimpin kaumnya, terkaya, dan terbesar wibawanya. Ibu dari Ummu Salamah bernama Atikah binti Amir bin Rabi’ah bin Malik bin Jazimah bin Alqamah al-Kananiyah yang berasal dari Bani Faras.

Demikianlah, Hindun dibesarkan di dalam lingkungan bangsawan yang dihormati dan disegani. Kecantikannya meluluhkan setiap orang yang melihatnya dan kebaikan pribadinya telah tertanam sejak kecil.

B. Pernikahan dan Perjuangannya

Banyak pemuda Mekah yang ingin mempersunting Hindun, dan yang berhasil menikahinya adalah Abdullah bin Abdul Asad bin Hilal bin Abdullah bin Umar bin Makhzum, seorang penunggang kuda terkenal dari pahlawan-pahlawan suku Bani Quraisy yang gagah berani. Ibunya bernama Barrah binti Abdul-Muththalib bin Hasyim, bibi Nabi Shallallahu Alaihi Wassalam. Abdullah adalah saudara sesusuan Nabi dari Tsuwaibah, budak Abu Lahab. Mereka hidup bahagia, dan rumah tangga mereka diliputi kerukunan dan kesejahteraan.

Tidak lama setelah itu, dakwah Islam menarik hati mereka sehingga mereka memeluk Islam dan menjadi orang-oramg pertama yang masuk Islam. Begitu pula dengan Hindun, dia tergolong orang-orang yang pertama masuk Islam, dan bersama suaminya memulai perjuangan dalam hidup mereka.

Orang-orang Quraisy selalu mengganggu dan menyiksa kaum muslimin agar mereka meninggalkan agama Islam dan kembali ke agama nenek moyang mereka. Melihat kondisi seperti itu, Rasulullah Shallallahu Alaihi Wassalam. mengizinkan mereka untuk hijrah ke Habasyah, sehingga mereka disebut sebagai kaum muhajirin yang pertama. Mereka menetap di Habasyah, dan di sana Hindun melahirkan anak-anaknya: Zainab, Salamah, Umar, dan Durrah.

Setelah beberapa lama, mereka berniat kembali ke Mekah, terutama setelah mendengar keislaman dua tokoh penting Quraisy, Umar bin Khaththab dan Hamzah bin Abdul-Muththalib. Akan tetapi, ternyata penyiksaan masih terus berlangsung, bahkan bertambah dahsyat. Untuk menjaga kehormatan diri dan keluarganya, Abu Salamah meminta perlindungan dari Abu Thalib (paman Nabi) dari siksaan kaumnya, yaitu Bani Makhzum, dan Abu Thalib menyatakan perlindungannya.

C. Cobaan Datang

Karena orang-orang Quraisy masih saja menyiksa kaum muslimin, akhirnya Allah membuka hati penduduk Madinah untuk menerima Islam. Kemudian Rasulullah mengizinkan kaum muslimin untuk hijrah ke sana, baik secara kelompok maupun perseorangan. Abu Salamah, istri, dan anaknya (Salamah) hijrah ke sana. Di tengah perjalanan mereka dihadang oleh kaum Bani Makhzum (kaumnya Ummu Salamah) yang kemudian merampas serta menyandera Ummu Salamah. Keluarga Abu Salamah (Bani Asad) ikut campur tangan dan mereka menolak menyerahkan Salamah, bahkan si anak dirampas dan dijauhkan dari ibunya. Sedangkan Bani Makhzum menculik Ummu Salamah dan dipenjara. Adapun Abu Salamah dibiarkan ke Yatsrib dengan hati penuh kesedihan karena harus berpisah dengan istri dan anaknya.

Keadaan demikian berjalan kurang lebih setahun lamanya. Ummu Salamah terus-menerus menangis karena kecewa atas perbuatan kaumnya, sehingga akhirnya ada seorang laki-laki dari kaumnya yang merasa iba dan membiarkan Ummu Salamah menyusul suaminya di Madinah. Adapun Bani Asad menyerahkan kembali putranya, Salamah, kepadanya. Akan tetapi, banyak rintangan yang harus dia hadapi, dan berkat keimanan dan keinginan yang kuat, dia mampu mengatasi semua itu dan tiba di Madinah.

D. Pesan Abu Salamah untuk Istrinya

Dalam membela Islam, peran Abu Salamah sangat besar. Dia dikenal berani dalam berperang. Rasulullah menghargainya dengan mengangkatnya sebagai wakil Rasulullah di Madinah ketika beliau pergi memimpin pasukan dalam perang Dzil Asyirah pada tahun kedua hijriah. Abu Salamah ikut dalam Perang Badar dan Uhud. Ketika dalam perang Uhud, Abu Salamah mengalami luka yang cukup parah dan nyaris meninggal, namun beberapa saat kemudian dia sembuh.

Setelah Perang Uhud, Rasulullah Shallallahu Alaihi Wassalam. mencrima berita bahwa Bani Asad hendak menyerang kaum muslimin di Madinah. Sebelum mereka menyerang, Rasulullah Shallallahu Alaihi Wassalam. berinisiatif mendahului mereka. Dalam misi ini, beliau menunjuk Abu Salamah untuk memimpin pasukan yang berjumlah seratus lima puluh orang dan di dalamnya terdapat Saad bin Abi Waqash, Abu Ubaidah bin Jarrah, Amir bin Jarrah, dan yang lainnya. Pasukan diarahkan ke Bukit Quthn, tempat mata air Bani Asad. Kemenangan gemilang diraih oleh pasukan Abu Salamah, dan mereka kembali ke Madinah dengan membawa banyak harta rampasan perang. Di Madinah, luka-luka Abu Salamah karnbuh sehingga dia harus beristirahat beberapa waktu. Ketika sakit, Rasulullah selalu menjenguk dan mendoakannya.

Ummu Salamah selalu mendampingi suaminya yang sedang dalam keadaan sakit sehingga dia merawat dan menjaganya siang dan malam. Suatu hari, demam Abu Salamah menghebat, kemudian Ummu Salamah berkata kepada suaminya, “Aku mendapat benita bahwa seorang perempuan yang ditinggal mati suaminya, kemudian suaminya masuk surga, istrinya pun akan masuk surga, jika setelah itu istrinya tidak menikah lagi, dan Allah akan mengumpulkan mereka nanti di surga. Demikian pula jika si istri yang meninggal, dan suaminya tidak menikah lagi sepeninggalnya. Untuk itu, mari kita berjanji bahwa engkau tidak akan menikah lagi sepeninggalku, dan aku berjanji untukmu untuk tidak menikah lagi sepeninggalmu.” Abu Salamah berkata, “Maukah engkau menaati perintahku?” Dia menjawab, “Adapun saya bermusyawarah hanya untuk taat.” Abu Salamah berkata, “Seandainya aku mati, maka menikahlah.” Lalu dia berdoa kepada Allah ”Ya Allah, kurniakanlah kepada Ummu Salamah sesudahku seseorang yang lebih baik dariku, yang tidak akan menyengsarakan dan menyakitinya.”

Pada detik-detik akhir hidupnya, Rasulullah Shallallahu Alaihi Wassalam. selalu berada di samping Abu Salamah dan senantiasa memohon kesembuhannya kepada Allah. Akan tetapi, Allah berkehendak lain. Beberapa saat kemudian maut datang menjemput. Rasulullah menutupkan kedua mata Abu Salamah dengan tangannya yang mulia dan bertakbir sembilan kali. Di antara yang hadir ada yang berkata, “Ya Rasulullah, apakah engkau sedang dalam keadaan lupa?” Beliau menjawab, “Aku sama sekali tidak dalam keadaan lupa, sekalipun bertakbir untuknya seribu kali, dia berhak atas takbir itu.” Kemudian beliau menoleh kepada Ummu Salamah dan bersabda, “Barang siapa yang ditimpa suatu musibah, maka ucapkanlah sebagaimana yang telah dperintahkan oleh Allah, ‘Sesungguhnya kita milik Allah, dan kepada-Nyalah kita akan dikembalikan. Ya Allah, karuniakanlah bagiku dalam musibahku dan berilah aku ganti yang lebih baik daripadanya, maka Allah akan melaksanakannya untuknya.”

Setelah itu Rasulullah Shallallahu Alaihi Wassalam. berdo’a: “Ya Allah, berilah ketabahan atas kesedihannya, hiburlah dia dari musibah yang menimpanya, dan berilah pengganti yang lebih baik untuknya.”

Abu Salamah wafat setelah berjuang menegakkan Islam, dan dia telah memperoleh kedudukan yang mulia di sisi Rasulullah. Sepeninggal Abu Salamah, Ummu Salarnah diliputi rasa sedih. Dia menjadi janda dan ibu bagi anak-anak yatim.

Setelah wafatnya Abu Salarnah, para pemuka dari kalangan sahabat bersegera meminang Ummu Salamah. Hal ini mereka lakukan sebagai tanda penghormatan terhadapat suaminya dan untuk. melindungi diri Ummu Salamah. Maka Abu Bakar ash-Shiddiq dan Umar bin al-Khaththab meminangnya, tetapi Ummu Salamah menolaknya.

Pada saat dirundung kesedihan atas suami yang benar-benar dicintainya serta belum mendapatkan orang yang lebih baik darinya, ia didatangi oleh Rasulullah Shallallahu Alaihi Wassalam. dengan maksud menghiburnya dan meringankan apa yang dialaminya. Rasulullah berkata kepadanya, “Mintalah kepada Allah agar Dia memberimu pahala pada musibahmu serta menggantikan untukmu (suami) yang lebih baik.” Ummu Salamah bertanya, “Siapa yang lebih baik dan Abu Salamah, wahai Rasulullah?”

E. Di Rumah Rasulullah.

Rasulullah mulai memikirkan perkara Ummu Salamah, seorang mukminah mujahidah yang memiliki kesabaran, dan Ummu Salamah pun telah menolak lamaran dua sahabatnya, Abu Bakar dan Umar. Rasulullah pun berpikir dengan penuh pertimbangan dan kasih sayang untuk tidak membiarkannya larut dalam kesedihan dan kesendirian.

Dalam keadaan seperti itu Rasulullah mengutus Hathib bin Abi Balta’ah menemui Ummu Salarnah dengan maksud meminangnya untuk beliau. Maka oleh Ummu Salamah diterimanya pinangan tersebut. Bagaimana mungkin baginya untuk tidak menerima pinangan dari orang yang lebih baik dari Abu Salamah, bahkan lebih baik dan semua orang di dunia.

Dengan perkawinan tersebut maka Ummu Salamah termasuk kalangan Ummahatul- Mukminin, dan oleh Rasulullah ia ditempatkan di kamar Zainab binti Khuzaimah yang digelari Ummul-Masakiin (ibu bagi orang-orang miskin) sampai Ummu Salamah meninggal dunia.

Hal itu diceritakan oleh Ummu Salamah kepada kami. Ia berkata, “Aku dipersunting oleh Rasulullah Shallallahu Alaihi Wassalam., lalu aku dipindahkan dan ditempatkan di rumah Zainab (ummul- masakiin).”

Beberapa keistimewaan yang dimiliki Ummu Salamah adalah ketajaman logika, kematangan berpikir, dan keputusan yang benar atas banyak perkara. Karena itu, ia memiliki kedudukan yang agung di sisi Rasulullah Shallallahu Alaihi Wassalam., seperti interaksinya dengan para Ummahatul-Mukminin yang merupakan interaksi yang diliputi rasa kasih sayang dan kelemahlembutan.

F. Kedudukannya yang Agung

Di antara perkara yang menunjukkan kedudukannya yang tinggi di sisi Rasulullah Shallallahu Alaihi Wassalam adalah apa yang diceritakan Urwah bin Zubair “Rasulullah Shallallahu Alaihi Wassalam. menyuruh Ummu Salamah melaksanakan shalat shubuh di Mekah pada hari penyembelihan (qurban) — padahal saat itu merupakan hari (giliran)nya. Oleh sebab itu, Rasulullah merasa senang atas kesetujuannya.”

Begitu juga hadits Ummi Kulsum binti Uqbah yang dimasukkan oleh Ibnu Sa’ad dalam (kitab) Thabaqat-nya. Ummi Kultsum berkata, “Tatkala Nabi Shallallahu Alaihi Wassalam. menikahi Ummu Salamah, belau berkata kepadanya, ‘Sesungguhnya aku menghadiahkan untuk Raja Najasyi sejumlah bejana berisikan minyak wangi dan selimut. Akan tetapi, aku bermimpi bahwa Raja Najasyi itu telah meninggal dunia, kemudian hadiah yang kuberikan kepadanya dikembalikan kepadaku. Karena dikembalikan kepadaku, maka barang tersebut menjadi milikk├╝.”

Sebagaimana yang dikatakan Nabi Shallallahu Alaihi Wassalam., Raja Najasyi meninggal dunia, dan hadiah tersebut dikembalikan kepadanya. Lalu beliau memberikan kepada setiap istrinya masing-masing satu uqiyah (1/2 liter Mesir) dan beliau memberi (sisa) keseluruhannya serta selimut kepada Ummu Salamah.

Setelah Ummu Salamah menjadi istrinya, Nabi Shallallahu Alaihi Wassalam. memasukkannya dalam kalangan ahlul-bait. Di antara riwayat tentang masalah tersebut adalah bahwasanya pernah pada suatu hari Rasulullah berada di sisi Ummu Salamah, dan anak perempuan Ummu Salamah ada di sana. Rasulullah kemudian didatangi anak perempuannya, Fathimah azZahra, disertai kedua anaknya, Hasan dan Husain r.a., lalu Rasullah memeluk Fathimah dan berkata, “Semoga rahmat Allah dan berkah-Nya tercurah pada kalian wahai ahlul-bait. Sesungguhnya Dia Maha Terpuji (lagi) Maha Mulia.”

Lalu menangislah Ummu Salamah. Maka Rasulullah Shallallahu Alaihi Wassalam. menanyakan tentang penyebab tangisnya itu. Ia menjawab, “Wahai Rasulullah, engkau mengistimewakan mereka sedangkan aku dan anak perempuanku engkau tinggalkan. Beliau bersabda, “Sesungguhnya engkau dan anak perempuanmu termasuk keluargaku.”

Anak perempuan Ummu Salamah, Zainab, tumbuh dalam peliharaan Rasulullah Shallallahu Alaihi Wassalam. ia termasuk di antara wanita yang memiliki ilmu yang luas pada masanya.

Sebelum Rasulullah Shallallahu Alaihi Wassalam. mempersunting Ummu Salamah, wahyu pernah turun kepada Rasulullah di kamar Aisyah, yang dengan hal itu Aisyah membanggakannya pada istri-stri beliau yang lain. Maka setelah Rasulullah menikahi Ummu Salamah, wahyu turun kepadanya ketika beliau berada di kamar Ummu Salamah.

G. Beberapa Sikap Cemerlang pada Masa Hidup Ummu Salamah.

Di antara sikap agungnya adalah apa yang ditunjukkannya pada Rasulullah Shallallahu Alaihi Wassalam. pada hari (perjanjian) Hudaibiyah. Pada waktu itu ia menyertai Rasulullah Shallallahu Alaihi Wassalam. dalam perjalanannya menuju Mekah dengan tujuan menunaikan umrah, tetapi orang-orang musyrik mencegah mereka untuk memasuki Mekah, dan terjadilah Perjanjian Hudaibiyah antara kedua belah pihak.

Akan tetapi, sebagian besar kaum muslimin merasa dikhianati dan merasa bahwa orang-orang musyrik menyianyiakan sejumlah hak-hak kaum muslimin. Di antara mayonitas yang menaruh dendam itu adalah Umar bin al-Khaththab, yang berkata kepada Rasulullah dalam percakapannya dengan beliau, “Atas perkara apa kita serahkan nyawa di dalam agama kita?” Rasulullah Shallallahu Alaihi Wassalam. menjawab, “Saya adalah hamba Allah dan rasul-Nya. Aku tidak akan menyalahi perintah-Nya, dan Dia tidak akan menyianyiakanku.”

Akan tetapi, tanda-tanda bahaya semakin memuncak setelah Rasulullah Shallallahu Alaihi Wassalam. menyuruh kaum muslimin melaksanakan penyembelihan hewan qurban kemudian bercukur, tetapi tidak seorang pun dari mereka melaksanakannya. Beliau mengulang seruannya tiga kali tanpa ada sambutan.

Beliau menemui istrinya, Ummu Salamah, dan menceritakan kepadanya tentang sikap kaum muslimin. Ummu Salamah berkata, “Wahai Nabi Allah, apakah engkau menginginkan perintah Allah ini dilaksanakan oleh kaum muslimin? Keluarlah engkau, kemudian janganlah mengajak bicara sepatah kata seorang pun dari mereka sampai engkau menyembelih qurbanmu serta memanggil tukang cukur yang mencukurmu.”

Rasulullah Shallallahu Alaihi Wassalam. kagum atas pendapatnya dan bangkit mengerjakan sebagaimana yang diusulkan Ummu Salamah. Tatkala kaum muslimin melihat Rasulullah mengerjakan hal itu tanpa berkata kepada mereka, mereka bangkit dan menyembelih serta sebagian dari mereka mulai mencukur kepala sebagian yang lain tanpa ada perasaan keluh kesah dan penyesalan atas tindakan Rasulullah yang mendahului mereka.

Ummu Salamah telah menyertai Rasulullah Shallallahu Alaihi Wassalam. di banyak peperangan, yaitu peperangan Khaibar, Pembebasan Mekah, pengepungan Tha’if, peperangan Hawazin, Tsaqif kemudian ikut bersama beliau di Haji Wada’.

Kita tidak melupakan sikapnya terhadap Umar bin al-Khaththab, tatkala Urnar datang kepadanya dan mengajak bicara tentang perkara keperluan Ummahatul-Mukminin kepada Rasulullah Shallallahu Alaihi Wassalam. serta kekasaran mereka terhadap Rasulullah. Maka ia berkata, “Engkau ini aneh, wahai anak al-Khaththab. Engkau telah ikut campur di setiap perkara sehingga ingin mencampuri urusan Rasulullah Shallallahu Alaihi Wassalam. beserta istri-istrinya?”

Setelah Rasulullah Shallallahu Alaihi Wassalam. meninggal dunia ia senantiasa mengenang beliau dan sangat berduka cita atas kewafatannya. Beliau senantiasa banyak melakukan puasa dan beribadah, tidak kikir pada ilmu, serta meriwayatkan hadits yang berasal dan Rasulullah Shallallahu Alaihi Wassalam.

Telah diriwayatkannya sekian banyak hadits shahih yang bersumber dari Rasulullah dan suaminya, Abu Salamah, serta dari Fathimah az-Zahraa Sedangkan orang yang meriwayatkan darinya banyak sekali, di antara mereka adalah anak-anaknya dan para pemuka dan sahabat serta ahli hadits.

Di antara beberapa sikapnya yang nyata adalah pada hari pembebasan kota Mekah. Waktu itu Nabi keluar dari Madinah bersarna bala tentaranya dengan kehebatan dan jumlah yang belum pernah disaksikan oleh bangsa Arab, sehingga orang-orang musyrik Quraisy merasa takut, dan mereka keluar dari rumah dengan rnaksud menemui Rasulullah untuk bertobat dan menyatakan keislaman mereka.

Termasuk dari mereka, Abu Sufyan bin al-Harts bin Abdul-Muththalib (anak paman Rasulullah Shallallahu Alaihi Wassalam.) dan Abdullah bin Abi Umayyah bin al-Mughirah (anak bibi [dari ayah] Rasulullah, saudara Ummu Salamah sebapak). Ketika mereka berdua meminta izin masuk menemui Rasulullah Shallallahu Alaihi Wassalam., beliau enggan memberi izin masuk bagi keduanya disebabkan penyiksaan mereka yang keras terhadap kaurn muslimin menjelang beliau hijrah dari Mekah.

Maka berkatalah Ummu Salamah kepada Rasulullah dengan perasaan iba terhadap keluarganya sendiri dan juga keluarga Rasulullah, “Wahai Rasulullah, mereka berdua adalah anak parnanmu dan anak bibirnu (dan ayah) serta iparmu.” Rasulullah menjawab, “Tidak ada keperluan bagiku dengan mereka berdua. Adapun anak parnanku, aku telah diperlakukan olehnya dengan tidak baik. Adapun anak bibiku (dari ayah) serta iparku telah berkata di Mekah dengan apa yang ia katakan.”

Pernyataan itu telah sampai kepada Abu Sufyan, anak paman Rasulullah. Maka ia berkata, “Demi Allah, ia harus mengizinkanku atau aku mengambil anak ini dengan kedua tanganku -pada saat itu ia bersama anaknya, Ja’far- kemudian karni harus berkelana di dunia sehingga mati kehausan dan kelaparan.”

Lalu Ummu Salamah memberitahukan perkataan Abu Sufyan tersebut kepada Rasulullah Shallallahu Alaihi Wassalam. dengan kembali memohon rasa belas kasih. Akhirnya hati beliau menjadi luluh, lalu mengizinkan keduanya masuk. Maka masuklah keduanya dan menyatakan keislaman serta bertobat di hadapan Rasulullah.

H. Sikapnya terhadap Fitnah

Ummu Salamah selalu berada di rumahnya, senantiasa ikhlas beribadah kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala dan menjaga Sunnah suaminya tercinta pada masa (khilafah) Abu Bakar ash-Shiddiq dan Umar bin al-Khaththab..

Pada masa khilafah Utsman bin Affan ia melihat kegoncangan situasi serta perpecahan kaum muslimin di seputar khalifah. Bahaya fitnah sernakin memuncak di langit kaum muslirnin. Maka ia pergi menernui Utsman dan menasihatinya supaya tetap berpegang teguh pada petunjuk Rasulullah Shallallahu Alaihi Wassalam. serta petunjuk Abu Bakar dan Umar bin al-Khaththab, tidak menyimpang dan petunjuk tersebut selama-lamanya.

Apa yang dikhawatirkan Ummu Salamah terjadi juga, yaitu peristiwa terbunuhnya Utsman yang saat itu tengah membaca Al-Qur’an dan angin fitnah tengah bertiup kencang terhadap kaurn muslimin. Pada saat itu Aisyah telah membulatkan tekad untuk keluar menuju Bashrah disertai Thalhah bin Ubaidillah dan Zubair bin al-’Awwam dengan tujuan mernobilisasi massa untuk melawan Ali bin Abi Thalib. Maka Ummu Salamah mengirim surat yang memiliki sastra indah kepada Aisyah.

“Dari Ummu Salamah, Istri Nabi Shallallahu Alaihi Wassalam., untuk Aisyah Ummul-Mu’ minin.
Sesungguhnya aku memuji Allah yang tidak ada ilah (Tuhan) melainkan Dia.
Amma ba’du.
Engkau sungguh telah merobek pembatas antara Rasulullah Shallallahu Alaihi Wassalam. dan umatnya yang merupakan hijab yang telah ditetapkan keharamannya.
Sungguh Al-Qur’an telah memberimu kemuliaan, maka jangan engkau lepaskan. Dan Allah telah menahan suaramu, maka janganlah engkau niengeluarkannya Serta Allah telah tegaskan bagi umat ini seandainya Rasulullah Shallallahu Alaihi Wassalam. mengetahui bahwa kaum wanita memiliki kewajiban jihad (berperang) niscaya beliau berpesan kepadamu untuk menjaganya.
Tidakkah engkau tahu bahwasanya beliau melarangmu melampaui batas dalam agama, karena sesungguhnya tiang agama tidak bisa kokoh dengan campur tangan wanita apabila tiang itu telah miring, dan tidak bisa diperbaiki oleh wanita apabila telah hancur. Jihad wanita adalah tunduk kepada segala ketentuan, mengasuh anak, dan mencurahkan kasih sayangnya.”

Ummu Salamah berada di pihak Ali bin Abi Thalib karena beliau menggikuti kesepakatan kaum muslimin atas terpilihnya beliau sebagai khalifah mereka. Karena itu, Ummu Salamah mengirim/mengutus anaknya, Umar, untuk ikut berperang dalan barisan Ali .

I. Saat Wafatnya

Pada tahun ke-59 hijriah, usia Ummu Salamah telah mencapai 84 tahun. Usia tua dan pikun merambah di pertambahan umurnya. Allah ta’ala mengangkat rohnya yang suci naik ke atas menuju hadirat-Nya. Ia meninggal dunia setelah hidup dengan aktivitas yang dipenuhi oleh pengorbanan, jihad, dan kesabaran di jalan Allah Subhanahu Wa Ta’ala dan Rasul-Nya. Beliau dishalatkan oleh Abu Hurairah r.a. dan dikuburkan di al-Baqi’ di samping kuburan Ummahatul-Mukminin lainnya.

Semoga rahmat Allah senantiasa menyertai Sayyidah Ummu Salamah. dan semoga Allah memberinya tempat yang layak di sisi-Nya. Amin.


walau copast semoga gak mengurangi maksud mempublikasikannyaya...

coapst disini http://katahatimutiara.wordpress.com/2011/12/10/ummu-salamah-radhiyallahu-anha/#more-1094

26.1.12

Kerendahan Hati ~ Taufik Ismail


Kalau engkau tak mampu menjadi beringin

yang tegak di puncak bukit

Jadilah belukar, tetapi belukar yang baik,

yang tumbuh di tepi danau

Kalau kamu tak sanggup menjadi belukar,

Jadilah saja rumput, tetapi rumput yang

memperkuat tanggul pinggiran jalan

Kalau engkau tak mampu menjadi jalan raya

Jadilah saja jalan kecil,

Tetapi jalan setapak yang

Membawa orang ke mata air

Tidaklah semua menjadi kapten

tentu harus ada awak kapalnya….

Bukan besar kecilnya tugas yang menjadikan tinggi

rendahnya nilai dirimu

Jadilah saja dirimu….

Sebaik-baiknya dari dirimu sendiri

Makna Sebuah Titipan ~ WS Rendra


Sering kali aku berkata, ketika orang memuji milikku,

bahwa :

sesungguhnya ini hanya titipan,

bahwa mobilku hanya titipan Allah

bahwa rumahku hanya titipan Nya,

bahwa hartaku hanya titipan Nya,

bahwa putraku hanya titipan Nya,

tetapi, mengapa aku tak pernah bertanya,

mengapa Dia menitipkan padaku?

Untuk apa Dia menitipkan ini pada ku?

Dan kalau bukan milikku,

apa yang harus kulakukan untuk milik Nya ini?

Adakah aku memiliki hak atas sesuatu yang bukan milikku?

Mengapa hatiku justru terasa berat, ketika titipan itu

diminta kembali oleh-Nya?

Ketika diminta kembali,

kusebut itu sebagai musibah

kusebut itu sebagai ujian,

kusebut itu sebagai petaka,

kusebut dengan panggilan apa saja untuk melukiskan

bahwa itu adalah derita.

Ketika aku berdoa,

kuminta titipan yang cocok dengan hawa nafsuku,

aku ingin lebih banyak harta,

ingin lebih banyak mobil,

lebih banyak popularitas,

dan kutolak sakit,

kutolak kemiskinan,

seolah semua “derita” adalah hukuman bagiku.

Seolah keadilan dan kasih Nya harus berjalan seperti

matematika:

aku rajin beribadah,

maka selayaknyalah derita menjauh dariku,

dan nikmat dunia kerap menghampiriku.

Kuperlakukan Dia seolah mitra dagang,

dan bukan kekasih.

Kuminta Dia membalas “perlakuan baikku”,

dan menolak keputusanNya yang tak sesuai keinginanku,

Gusti, padahal tiap hari kuucapkan,

hidup dan matiku hanyalah untuk beribadah…

“ketika langit dan bumi bersatu, bencana dan keberuntungan sama saja”

#fiksimini# Jalan Kita Berbeda


ketika kau membuka dan membaca pesan itu,, aku hanya bingung dengan apa yang kau pikirkan.. mengapa bisa begitu?? padahal.. padahal.. kau tahu apa yang harus kau lakukan.. begitupun aku.. kita telah memilih jalan yang berbeda..






kenapa harus berbeda? ya karena jalan kita memang berbeda,.. walau tujuan kita adalah sama. Rumah. Menuju tempat yang paling nyaman untuk kau bersandar.. Melepas penat dan menabur impian,, ...setelah lama kau berpetualang,, mengejar mimpi.. Namun harus kau sadari, bahwa mimpimu yang sebenarnya ada disana,, di Rumah.. Walau memang rumah kita berbeda..





Rumahmu dan rumahku.. Semoga dapat menjadi jalan untuk kita,, agar suatu saat nanti,, kita bisa memiliki rumah yang berdampingan di surga.. Walau aku tak ...habis pikir.. Mengapa?? ya inilah takdir kita,, jalan yang harus kita tempuh,, jarak yang harus kita rengkuh,,. Menaklukkan segala ego yang bersemayam di dada.. Menjadi pemenang dalam suka maupun duka,, tentu saja,, tetap saja,, lewat jalan yang berbeda.. Menuju muara yang sama.. Surga..





Ada apa denganmu?? Sungguh aku tak tahu.. Seharusnya aku yang tanya begitu.. Yang aku tahu adalah,, jalan menuju surga dan ridha penuh onak dan duri.. Apakah semuanya harus menyerah ketika setitik luka menerjang?? Bukankah jalan juang itu m...emang berat dan penuh tantangan?? Jangan menambah luka dengan terjatuh dan kembali meregang sakit karena terluka.. Jalan ini masih panjang.. Sepanjang perjalanan kehidupan yang tak tahu kan berhenti dimana.. Marilah kita cari ujung dari perjalanan penuh ujian ini,, kembali kepada jalan yang telah digariskan dalam kehidupan kita masing-masing.. Aku ingin ku melihatmu pada ujung jalan ini,, begitu juga sebaliknya.. Aku ingin tak ada yang berpaling dan menyerah di tengah perjalanan.. Kenapa perjuangan itu pahit?? karena surga itu manis..





Kembalilah ke jalanmu.. Tak perlu melihat ke belakang pada kehidupanmu yang lalu.. Pandanglah dengan lekat orang-orang yang mencintaimu,, menginspirasi hidupmu,, yang telah men...yediakan hidangan terlezat di rumahmu.. Misi hidup kita,, jangan pernah terlupa.. Jadikan itu sebagai azzam ketika kau merasa lelah berada pada jalanmu yang telah berbeda.. Tetaplah menatap kehidupan dengan tersenyum penuh kemenangan,, karena musuhmu nyata.. Dan yang terbesar ada pada dirimu.. Selamat menempuh perjalanan itu.. Sampai bertemu di akhir cerita,, karena bukankan kita berjalan untuk sebuah akhir yang sama??





Sudahi pernyataan itu karena hanya akan membuatmu dan membuatku terpaku.. Jadikan kesakitan atau masa lalu yang pahit sebagai motivasi untuk kebaikan di masa depanmu.. Jangan mengulang kesalahan itu.. Tatap masa de...pan dengan penuh keyakinan.. Bukankah pengendara motor menggunakan spion untuk melihat ke belakang hanya sesekali saja?? Tidak untuk selamanya.. Jalanmu adalah di depan.. Tantanganmu adalah masa kini dan harapanmu aalah masa depan.. Ingat pesanku,, aku ingin melihatmu di akhir perjalanan,, menjadi seorang pemenang.. Begitupun aku.. Aku akan memenangkan ujian hidupku.. Kau akan melihatku tersenyum di akhir nanti.. Kau pun akan melihatku tersenyum sepanjang perjalanan.. Aku berjanji pada Tuhanku, pada diriku, juga padamu, bahwa aku akan menjadi pemenang..





#goresantintatanpaamakna#

#smd.24.12.2010#