2.12.10

(Cerita Sangat Pendek) Adikku, Berhentilah Bermain-main

Siang yang terik itu, kau menghampiriku dengan penasaran yang tinggi setelah aku pergi menemani persalinan seorang keluarga.

''Mbak Cha, melahirkan itu susah kah?''

Sedikit terkejut mendapat pertanyaan dari seorang gadis belia berusia kira-kira 15 tahun. Pertanyaan itu, sungguh membuatku tersentak dan memberikan isyarat akan kabar burung yang terdengar pahit di kalangan tetangga. Ku amati wajah polos gadis belia itu sembari mengamati perubahan biologis pada tubuhnya.

''Mbak Richa ga pernah melahirkan, coba kamu tanya Mbak Irma kalau nanti dia pulang'' jawabku, antara sedih, bingung, kasihan, yang jelas ribuan tanda tanya berkecamuk dalam pikiranku.

Selang beberapa minggu, pertahanan untuk berkhusnudzhon itu runtuh juga ketika sebuah undangan mampir ke rumah. Seminggu lagi, gadis mungil bernama Bunga itu akan menikah.

Barakallahu laka wa baraka 'alaika wa jama'a bainakuma fii khair

''Adik kecilku, ingin ku katakan sebuah nasihat kepadamu, janganlah lagi bermain-main dengan sebuah ikatan yang sangat kuat, maafkan mbak Richa, seorang yang pernah kau anggap kakak yang tanpa mampu mencegah ini terjadi. Seandainya ku bisa mengulang waktu, namun itu sepertinya tidak mungkin, semoga kisahmu menjadi pelajaran buatku, dan buat teman-teman seusiamu. Satu pesanku, pelajari ilmu matangkan, jadilah ibu yang baik bagi anakmu kelak''

Dan nasehat itu, belum mampu aku sampaikan padamu. Maafkan aku tak mampu menjadi kakak yang baik untukmu.
Reaksi:

0 komentar:

Post a Comment