22.12.10

Saya Berbicara Tentang Tulus, Ikhlas, Dan Sebagainya.....


Beberapa minggu ini, ketika aku mengucapkan kata "tulus" atau "ikhlas" ternyata banyak yang berkomentar, atau berkata, bahkan memprotes,. "ikhlas itu tak semudah diucapkan" "ah bohong saja yang bisa bilang ikhlas itu" "ikhlas itu susah" "emang ada yang bisa memaafkan dengan tulus?" Aku tersenyum (dengan ikhlas ^.^) mendengarnya. Setidaknya ada beberapa kesimpulan yang aku bisa simpulkan, bahwa ikhlas itu tidak hanya menjadi hak milik satu orang saja, namun menjadi perkara atau aktivitas yang bisa dilakukan oleh semua orang dan WAJIB dilakukan ketika ada beberapa persoalan yang menuntut untuk kita untuk berlaku ikhlas. Kembali ke pernyataan dan komentar beberapa orang mengenai tulus dan ikhlas, saya tidak bisa menyalahkan itu semua, karena ya memang benar adanya,. Namun,. Ikhlas itu bukan berarti tidak bisa diupayakan.. Saya percaya jika ada yang pernah bilang bahwa ikhlas itu susah,, saya juga tahu bahwa tulus itu tak mudah.. Maka,, apa yang seharusnya kita lakukan??.. Jawabannya ya ikhlas ^_^ jika kau bisa berlaku ikhlas, maka kau akan bisa mendamaikan hati dan hidupmu. Kau juga mampu meredam iri hati, dengki, dan mampu membunuh dendam.. Hidupmu akan tenang dan pasti mampu merasakan manisnya buah keikhlasan.. Jika kau tidak mampu ikhlas, itu hanya akan membunuh hidupmu dan hari-harimu.. Terkadang ada yang berbicara bahwa "saya ikhlas" namun dalam kenyataannya ada saat-saat dimana orang tersebut tidak mampu mengaplikasikan pernyataannya tersebut. Lantas apakah orang tersebut salah?.. Hemm,, bisa jadi ketika ia berbicara seperti itu, ia sedang berusaha mengupayakan ikhlas tersebut. Sepakat kan kalau berlaku ikhlas itu susah? Maka bantulah ia mengupayakan ikhlas itu... Saya lebih salut kepadanya daripada orang yang cenderung menyalahkan diri maupun takdir, atau orang yang putus asa atas ujian yang dihadapinya dan putus asa dari rahmat Allah yang begitu luasnya.. Saya tahu bahwa praktek ikhlas tak semudah teorinya, aplikasi ikhlas tak semudah ucapannya.. Namun bukan berarti ikhlas itu tidak dapat dilakukan. Ikhlas itu HARUS diupayakan, PANTAS diperjuangkan, dan LAYAK untuk dilakukan.. Mari kita bersama-sama belajar dan mengaplikasikan ilmu ikhlas, walau kualitas ikhlas kita tak seperti ikhlasnya Nabi Ibrahim As mengorbankan anaknya demi melaksanakan titah TuhanNya..
Reaksi:

0 komentar:

Post a Comment