18.10.09

Perhitungan Arah Kiblat


Ketika sedang melaksanakan perintah shalat, pernahkah kita terbayang bahwa seluruh penjuru dunia menghadap ke arah yang sama setiap saat dan setiap waktu ke arah yang sama yakni kiblat? Pernahkah terpikir dalam benak kita bagaimana caranya mengetahui atau mengukur apakah jika kita sedang shalat maka apabila ditarik garis lurus dari arah shalat kita, maka akan menghadap ke Mekkah?

Sebenarnya ada perhitungan yang cukup mudah untuk mengetahui hal tersebut. Pada mata kuliah Bumi dan Antariksa pada semester tiga, dosen kami Pak Riskan Qadar menjelaskan bagaimana cara mengukur arah kiblat.

Ka’bah merupakan kiblat bagi orang-orang yang akan melaksanakan sholat di dalam masjidil haram. Masjidil haram merupakan kiblat bagi orang yang sholat di Makkah dan sekitarnya. Kota Makkah merupakan kiblat bagi orang yang melaksnakan sholat jauh dari kota Makkah

Bila dalam keadaan bingung sehingga tidak mengetahui arah kiblat, cukup menghadap kemana saja yang diyakini bahwa arah yang demikian itu adalah arah kiblat

Apakah kita ingin menjadi orang yang bingung selamanya???

Dalil syar’I
Dan dari mana saja kamu keluar (datang), maka palingkanlah wajahmu ke arah Masjidil Haram, sesungguhnya ketentuan itu benar-benar sesuatu yang hak dari Tuhanmu. Dan Allah sekali-kali tidak lengah dari apa yang kamu kerjakan.(Al-Baqarah 149)

Dan dari mana saja kamu (keluar), maka palingkanlah wajahmu ke arah Masjidil Haram. Dan dimana saja kamu (sekalian) berada, maka palingkanlah wajahmu ke arahnya, agar tidak ada hujjah bagi manusia atas kamu, kecuali orang-orang yang zalim diantara mereka. Maka janganlah kamu takut kepada mereka dan takutlah kepada-Ku (saja). Dan agar Ku-sempurnakan nikmat-Ku atasmu, dan supaya kamu mendapat petunjuk (Al-Baqarah 150)



Untuk perhitungan arah kiblat, ada 3 buah titik yang diperlukan:
1. Titik A, terletak di Ka’bah (φ = +21° 25’ LU dan l = 39° 50’ BT)
2. Titik B, terletak di lokasi yang akan dihitung arah kiblatnya.
3. Titik C, terletak di titik kutub utara.
a = sisi BC, c = sisi AB
b = sisi AC



a = 90° - φB
b = 90° – 21° 25’ = 68° 35’
c = adalah l antara bujur Ka’bah dan bujur
kota B
Jika λ = 0°0’ s/d 39° 50’ BT; c = 39°50’ -l
Jika λ = 39° 50’ s/d 180° 0’BT; c = l -39°50’
Jika λ = 0°0’’ s/d 140° 10’ BB; c = l +39°50’
Jika λ = 140°10’ s/d 180° 0’BB; c = 320°10’-l


Atau dapat dicari dengan menggunakan rumus lain



nah sekarang yang harus dilakukan adalah mencari kompas dan membuktikan apakah arah kiblat di masjid ataupun di rumahmu sudah benar?,.. Silahkan mencoba,….


Hai orang-orang beriman apabila dikatakan kepadamu: "Berlapang-lapanglah dalam majlis", maka lapangkanlah niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan: "Berdirilah kamu", maka berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. [Q.S. Al Mujaadilah:11]






Reaksi:

1 comment: