26.10.09

Biarkan Nurani Berbicara


Ku bersandar pada dinding hitam
Lelah menghampiri perjalanan panjang
Ku menengadah menatap langit bertabur bintang
Sunyi ini miliknya malam...

Ku lihat bara api di kejauhan jalan
Merah membara membakar jiwa
Hati yang lapar ikut terluka
Makna yang memudar ikut berteriak bergelora
Dan aku hanya tertunduk menatap tanah yang basah
Airmata perlahan jatuh tak kuasa tertahan....

Untuk apa tangis ini?
Untuk apa rehat ini?
Untuk apa api ini?
Untuk menyadarkan diri yang terlalu lama berfoya-foya...

Aku bermain api namun tak kuasa memadamkannya
Aku terbakar api dan tak mampu mengobatinya...

Dan kemudian ini salah siapa?...

Tanyakan saja pada nurani!
Biarkan ia berbicara...

Reaksi:

0 komentar:

Post a Comment