7.9.13

Sebuah Kesalahan




Pukul 23.05, Kantor.

Tidak biasanya ia masih di kantor pada jam segini. Di atas mejanya, tumpukan berkas berserakan. Laptop pribadi dan komputer kantor menyala. Beberapa orang hilir mudik keluar masuk ruangannya.

Ini sebuah kejadian tidak diduga, ujian baginya yang baru dinaikkan jabatannya sebagai penanggung jawab keuangan. Ada kesalahan dalam menginput data ke buku besar yang dilakukan bawahannya. Sangat fatal.  Anggotanya sedang mengecek ulang semua data dari semua berkas dan bukti pembayaran namun belum diketahui letak kesalahannya dimana.

Handphonenya berdering beberapa kali. Bukan saatnya untuk menjawab telepon dari nomor tidak dikenal. Data keuangan ini harus segera diselesaikan dan diperbaiki hari ini juga. Sekarang. Tidak ada kompromi. Besok ada pelaporan keuangan.

Sekretarisnya masuk dengan wajah pucat.

“Pak, istri Bapak telepon.”

Ah, bukankah dirinya telah memberitahu kalau ada urusan penting dan tidak dapat diganggu dengan alasan apapun?

“Pak?”

Lelaki itu mengabaikan perkataan sekretarisnya, masih fokus meneliti berkas di hadapannya.

“Ibu ada di rumah sakit…”

“… terjatuh di kamar mandi dua jam yang lalu. Janin di kandungannya meninggal.”

“Pihak rumah sakit mencoba menghubungi ponsel Bapak tapi tidak ada jawaban. Bapak diminta kesana sekarang.”

Terdiam. Laki-laki itu dihadapkan pada dua tanggung jawab penting.

Namun ia tidak beranjak dan memilih bersama tumpukan berkas ini.
Reaksi:

0 komentar:

Post a Comment