2.6.15

Cerita Ruas Jari


Coba perhatikan jari kita, masing-masing jarinya mempunyai tiga ruas. Jika diibaratkan dengan usia manusia, dan kalau dihitung setiap ruas jari adalah lima tahun, maka kita akan mendapatkan pada satu jari, ada lima belas tahun kehidupan.

Mari kita memulai dari jari kelingking. Dari jari yang terujung, kehidupan manusia dimulai, lima belas tahun pertama. Ini adalah masa keemasan manusia, di mana pertumbuhan sedang mengalami masa pesat-pesatnya. Kalau ingin menjadikan hidup berakhir dengan jempolan, maka dimulainya harus dari yang paling ujung, jari kelingking. Apa saja yang perlu dipenuhi pada masa jari kelingking ini? Tentu saja penanaman nilai-nilai harus sudah mantap pada fase ini, fase di mana tumbuh kembang anak-anak mengalami masa emasnya, semua nilai berakar dan bermula di sana. (Kalau anak-anak berantem, atau berjanji, mereka biasanya memakai jari kelingking, kan?)

Selanjutnya, setelah kelingking kita beralih ke jari manis, lima belas tahun kedua fase manusia, yakni usia 15 hingga 30 tahun. Di sini adalah fase kedewasaan awal. Pada ruas jari pertama, adalah masa bermulanya proses kedewasaan, atau bisa juga masa peralihan dari sosok anak kecil-remaja, menjadi sosok yang sedang menuju dewasa. Dua ruas jari setelahnya adalah tahap lebih lanjut. Seharusnya, di fase ini, proses kedewasaan sudah dimulai dan berkembang dengan maksimal. Fase pernikahan, pendidikan, semuanya seharusnya sudah selesai pada tahap ini agar tahap selanjutnya bisa berjalan dengan maksimal. Kehidupan rumah tangga dimulai pada fase ini, di mana pondasi awal kehidupan baru dengan pasangan dibangun dan dikuatkan. (Itulah kenapa kalau orang menikah, pasang cincinnya di jari manis.)

Nah, ketika fase jari manis sudah tuntas, sekarang kita berada pada fase jari tengah. Jari tengah adalah jari tertinggi, usia dalam fase ini pun juga adalah puncak dari masa kehidupan seseorang. Usia 30 hingga 45 tahun adalah masa keemasan manusia, baik dalam karir, pekerjaan, rumah tangga, anak. Di usia ini, kondisi tubuh juga sedang mengalami fase primanya. Itulah mengapa, seseorang yang telah berhasil melalui fase-fase sebelumnya, akan mengalami puncak kehidupannya dalam usia ini.

Setelah melalui fase gemilang, kehidupan berada pada fase jari telunjuk, usia 45 hingga 60. Lihat jari telunjuk, kan? posisinya di bawah jari tengah, yang artinya, dari segi fisik, manusia mengalami penurunan. Tapi coba perhatikan, apa yang bisa dilakukan oleh jari telunjuk? Ya, "menunjuk". Masa kematangan pemimpin berada dalam masa ini.

Lantas bagaimana lagi sesudahnya? Adalah fase ibu jari, puncak dari segala kehidupan. Masa kecil penanaman nilai spiritual, moral, dan nilai-nilai lain dalam kehidupan dipenuhi, lalu fase dewasa awal dilewati dengan baik, kemapanan di puncak karir juga terlampaui dengan baik, menjadi pemimpin amanah, maka pada fase tua, manusia akan dikenal dengan jempol teracung. Bahkan, ketika ia tiada, semua orang tidak akan lupa dengan apa yang telah diperbuat padanya semasa hidupnya. Husnul khotimah.
Reaksi:

0 komentar:

Post a Comment