30.9.08

selamat tinggal RAMADHAN

Bulan Ramadhan ketika disebut
Kami teringat sebuah taman bunga
Yang semerbak wangi tempat persinggahan
kebaikan mengandung hikmah

Bulan Ramadhan syahdu menaungi
Hati gembira semesta merah merona

Bulan Ramadhan di dalammu ada
Dua kebahagiaan yang 'kan kita temui
Ketika berbuka ketika bertemu
Dengan Allah Yang Maha Mulia

Bulan Ramadhan mari mujahadah
Di dalam jiwa tancapkan kemauan

Kupegang Ramadhan kali ini
Barangkali esok aku sudah tiada
Keras kugenggam dengan geraham
Semoga bahagia saat menemui Allah

Tak terasa kita sudah berjumpa di penghujung bulan Ramadhan. Sudah hampir 30 hari kita ditempa dengan training yang sesungguhnya, training iman, training takwa, training jiwa, raga, hati dan nafsu. Ketika sudah di akhir Ramadhan, muncul beribu pertanyaan, sudahkan lulus kita dalam training kehidupan tersebut?

Bulan Ramadhan sebentar lagi akan berakhir. Berat rasanya untuk mengucapkan selamat tinggal pada Ramadhan. Mengingat rasanya kita masih dikalahkan oleh nafsu yang membelenggu, mengingat masih minim ibadah yang kita lakukuan sebulan ini, mengingat masih rindunya kita untuk melaksanakan ibadah-ibadah yang belum terealisasi dalam puasa kali ini.

Kita masih terkalahkan oleh dunia. Namun, sudah Sunnatullah bahwa yang datang pasti akan pergi. Aku akan merelakan Ramadhan dan menjemput lagi Ramadhan mendatang. Namun, jika Ramadhan ini adalah yang terakhir, maka semoga apa yang kita usahakan kini, bernilai ibadah yang sesungguhnya.

Sedih menjelma, namun kebahagiaan menjelang. Training Ramadhan merupakan trainingnya seekor ulat menjiikan, yang bermanifestasi menjadi kupu-kupu indah nan menawan, cantik nan anggun, menjadi berkah karena mulianya parasnya dan akhlaknya. Harapanku, lulus sudah ujian seekor ulat kecil yang telah ditempa dalam kepompong. Gelap, puasa, namun mampu mengubah diri menjadi kupu-kupu. Semoga output ibadahku seindah kupu-kupu secantik kepakkan sayapnya dan sematang kupu-kupu dalam menghadapi dunia, mengemban amanahnya dan memanfaatkan potensinya.

Kini, ketika senja Ramadhan semakin menghilang diganti malam, gerbang Syawal menanti manusia, menuju suka cita Hari Raya. Lebaran 1 Syawal menyapa dunia dan gema kumandang Takbir menggema di langit dunia. Semua makhluk memuji kebesaran-Nya dan bergetarlah dada manusia yang telah merayakan kemenangannya melawan ujian hawa nafsu sebulan lamanya

Allahu Akbar……… Allahu Akbar ……… Allahu Akbar …………

La Ilaha Illallah Allahu Akbar …………

Allahu Akbar Walillahil Hamdu …………

Subhanallah, ya Allah, tiba lagi diri ini pada Syawal-Mu.

Semoga fitrinya hati sefitri pakaian baru yang kami beli dalam menyambut Hari Raya ini

Semoga fitrinya hati tidak luntur karena ketidakmampuan kami memaknai Hari Ied Fitri ini

Semoga fitrinya hati dapat menjadi bekal awal kami dalam menggapai kehidupan yang sebenarnya, yakni kehidupan setelah Ramadhan………

Maka saya, ingin memaknai Hari Raya, dengan sebaik-baiknya.

Kurangkai kata ini untuk mewakili diri

Mencoba mengetuk hati saudaraku

Tuk kelapangkan dada memberi maaf

Untuk salah dan khilafku

Selamat Idul fitri 1 Syawal 1429 H

“Jikapun ada satu permintaan dari lubuk hatiku, aku ingin dipertemukan kembali ya Allah, dengan Ramadhanmu tahun mendatang, dengan bekal iman yang lebih meningkat dari tahun ini.”




Reaksi:

0 komentar:

Post a Comment