Showing posts with label copast. Show all posts
Showing posts with label copast. Show all posts

25.7.15

Kisah Faqir dan Penjahat

Pada suatu hari di masa lalu, seorang dari kaum Qalandar bertemu dengan seorang penjahat besar. Pada masa lalu, seorang faqir pengelana tiba di sebuah oasis di sebuah gurun barat. Dia seorang Qalandar yang berkelana di gurun-gurun Afrika dan Arab selama bertahun-tahun. Dia mencari-cari tempat penyendirian agar bisa mengingat Tuhannya dan merenungi misteri -misteri-Nya. Amal, iman, dan kepasrahannya kepada Tuhan membuatnya dianugerahi kedamaian jiwa. Ketulusan dan ibadahnya di Jalan Cinta sangatlah mendalam, sehingga hal-hal gaib tersingkap padanya, dan ia menjadi seorang Wali, Sahabat Allah.

Faqir itu tiba di oasis pada malam hari. Ia segera merebahkan tubuhnya di bawah pohon kurma untuk beristirahat sejenak sebelum menunaikan shalat Tahajud. Tetapi, tanpa disadari, ada lelaki lain yang juga sedang beristirahat di dekat pohon itu.

Tapi lelaki itu adalah penjahat tersohor, gembong dari sekelompok penjahat yang dahulu sangat ditakuti orang. Mereka dulu suka merampok kafilah-kafilah pedangan kaya yang bepergian melalui kota-kota di pedalaman. Tapi kekejaman para penjahat itu akhirnya sampai ke telinga Sultan, dan karenanya ia memerintahkan prajuritnya untuk memburu dan membunuh gerombolan perampok itu. Banyak anggota perampok yang tertangkap dan dipancung kepalanya. Yang lainnya meninggalkan gembong penjahat itu. Sebagian lagi mengkhianatinya karena takut dihukum mati seperti kawan-kawannya yang lain.

Akhirnya, pentolan penjahat itu sendirian. Hartanya ludes semua. Uangnya yang terakhi sudah habis dalam pelarian. Kini ia menjadi buron nomor wahid. Kepalanya dihargai sangat mahal. Bahkan, mantan kawan-kawannya tak mau lagi menolongnya. Mereka juga takut jika kemarahan Sultan menimpa diri mereka. Karena itulah penjahat ini melarikan diri berhari-hari melintasi gurun dan sampai di oasis tersebut dalam keadaan letih dan lapar. Ia duduk di bawah pohon dan merutuki nasibnya yang malang.

Nah, sekarang aku bertanya pada kalian, dari dua lelaki itu, mana yang lebih agung dan mana yang lebih rendah? Siapa yang diberkahi Allah dan siapa yang dilaknat-Nya? Jangan, jangan menjawab! Kalian tak akan tahu jawabannya, sebab kalian bukan hakim mereka. Hanya Sang Penciptalah yang berhak menghakimi ciptaan-Nya.

Tapi, Malaikat Munkar dan Nakir, yang bertugas menanyai orang yang sudah meninggal, melihat keadaan dua orang itu. Kata Malaikat Munkar, "Di sini jelas tampak beda antara emas yang murni dan yang palsu. Dua orang ini sudah bisa dinilai mutu jiwanya, walau mereka belum mati. Allah akan mengangkat lelaki yang saleh dan setan akan menemani lelaki jahat itu."

"Pasti demikian," kata Nakir setuju. "Emas sejati alangkah langka. Surga amatlah luas, dan neraka penuh api yang menyala-nyala hingga ke dasarnya."

Allah mendengar bersitan pikiran kedua malaikat-Nya itu. Dia berbicara kepada hati dua malaikat itu: "Kalian telah menghakimi nasib mereka. Namun manusia akan celaka jika Aku menghakimi makhluk-Ku hanya dengan keadilan belaka. Bukankah Aku Maha Pengasih lagi Maha Penyayang? Saksikanlah! Aku akan mengunjungi mereka dalam tidur dan visi mereka, agar kalian tahu kebenaran sejati dari makhluk-Ku."

Lalu Allah menidurkan dua orang itu dan mengirimkan mimpi kepada Si Faqir dan penjahat tersebut. Qalandar yangalim itu bermimpi berada di dalam nearaka, bahkan berada di dasar neraka yang paling dalam, dengan nyala api yang paling lebat dan hebat. Sedangkan pentolan penjahat itu berada di surga, berdiri bersama-sama para Wali Allah di hadapan singgasana-Nya.

Apakah baik memasukkan orang jahat ke surga? Apakah adil memasukan orang saleh ke dalam neraka?

Tidak ada yang menjawab.

Bagus! Membersihkan hati dari penghakiman akan membuka Jalan Cinta. Dan itulah pelajaran yang diterima oleh Malaikat Munkar dan Nakir.

Sebab, kedua malaikat itu menyaksikan Si Faqir yang saleh berada di tengah-tengah neraka, dan melihat orang yang sangat baik ini berdiri telanjang dengan api membakar dagingnya. Jeritan jiwa-jiwa yang tersiksa membuat telinganya sakit. Tapi lelaki itu tidak merasakan kesakitan saat api neraka membakarnya, dan ia bahkan tak terkejut ataupun takut. Ia hanya memikirkan Sang Kekasih. dan penderitaan sehebat apa pun tak bisa mengalihkan perhatiannya kepada Allah. Ia lalu duduk diselimuti kobaran api yang panas dan menyesakkan. Dengan suara tenang dan keras, sufi itu mulai berzikir:

Laa ilaaha illaallaah! Laa ilaaha illaallaah!

Api itu menyala lebih hebat saat zikirnya menggelegar. Lalu api itu meredup, dan gunung-gunung api di neraka bergetar hebat mendengar zikirnya. Jiwa-jiwa lain yang disiksa di neraka berhenti menjerit dan memasang telinga lebar-lebar, karena nama Allah selama ini tak pernah diucapkan di neraka. Kemudian suara lenyap kecuali zikir itu. Lelaki terus berzikir sampai dasar dan fondasi neraka berguncang hebat, sedangkan para penghuni lain yang terkutuk di neraka mulai mendapatkan secercah harapan untuk bebas dari azab neraka.

Neraka itu pasti akan runtuh berkeping-keping jika Iblis tidak muncul dan memohon kepada Si Faqir untuk menghentikan zikirnya. Tapi lelaki saleh itu terus saja zikir, sebab ia sudah lama menapaki Jalan Cinta, dan kehendak sang Kekasih sudah menjadi kehendaknya, entah ia dimasukkan ke surga atau neraka.

Allah juga memperlihatkan keadaan penjahat itu kepada malaikat-Nya. Mereka melihat penjahat itu berdiri dengan jubah panjang, gemetar di tengah-tengah penghuni surga di hadapan singgasana Allah Yang Mahakuasa. Dan Malaikat Jibril berbicara kepada lelaki itu:

"Dengan rahmat dan kasih Allah, Penciptamu, perbuatan burukmu telah dimaafkan," katanya. "Kini masuklah dengan damai."

Dan kini, kebenaran memasuki hati si penjahat itu. Ia amat takjub, air mata menetes dari matanya. Lalu ia menyaksikan keagungan dan keindahan Zat Yang Maha Pengasih. Ia pun tersungkur dan menangis sejadi-jadinya.

Dan Allah berfirman kepadanya: "Wahai anak cucu Adam, janganlah takut. Sebab tiada satu pun yang terperosok ke dasar tanpa bisa Kuangkat kembali ke permukaan."

Penjahat itu tak lagi jeri. Ia berlutut dan bersujud kepada-Nya sembari terus menangis. Air matanya mengalir tiada henti. Ia menyesali hidupnya yang kelam di masa lampau. Air matanya menjadi aliran rahmat yang tak bisa berhenti. Kaki Sang Wali yang tidur di sebelahnya basah oleh air mata.

Ia akan terus menangis kalau saja visi yang dihadirkan Allah itu tidak diakhiri. Kedua lelaki itu bangun mendadak. Kemudian sang penjahat melihat Si Faqir. Ia mendekati Faqir itu sambil masih menangis. Si Faqir yang mengetahui keadaannya, lalu memeluknya. Mereka berdua melakukan shalat dan berdoa bersama sampai fajar mengembang. Akhirnya, penjahat itu menjadi murid Si Faqir. Demikianlah....

Sementara itu, Malaikat Munkar dan Nakir, yang baru saja melihat setetes dari rahmat Allah yang tiada habisnya, bersujud di hadapan Tuhan. Mereka malu karena terburu-buru menghakii. Penilaian Allah berada di luar pemahaman manusia dan malaikat.



[Dikutip dari "Sang Raja Jin", karja Irving Karchmar halaman 128-134]

28.9.13

Fairy Tales


 
   But Sam, you know.
Fairy tales aren't just about finding handsome princes.

They're about fulfilling your dreams...
...and about standing up for what you believe in.   A Cinderella Story

Kisah Kaum Sophis

Dua ribu lima ratus tahun yang lalu, terdapatlah sekelompok orang cerdas di Yunani. Mereka biasa dipanggil kaum Sophis (Sophist), yang dalam bahasa Yunani berarti “orang-orang bijak.” Mereka sangat terkenal di Athena, mungkin dapat kita bandingkan dengan para selebriti zaman sekarang. Diantara mereka terdapat nama-nama filsuf ternama masa itu seperti Heraclitus, Protagoras, Gorgias, Hippias, dan Prodicus.

Kaum Sophis ini hadir dengan mengusung paham skeptisisme, yang intinya adalah meragukan segala hal. Bagi kaum Sophis tidak ada yang disebut dengan kebenaran mutlak. Yang ada hanyalah kebenaran subyektif, kebenaran orang per orang, bukan kebenaran universal. Benar dan salah hanyalah soal opini. Sekiranya kebenaran itu memang ada mereka tetap tidak percaya bahwa manusia bisa sampai pada kebenaran itu.

Kendati merupakan kumpulan orang-orang yang tidak punya keyakinan, kaum Sophis justru pandai meyakinkan orang. Hal ini karena mereka mengembangkan berbagai teknik  berpidato dan berdebat. Ketrampilan ini masa itu sangat dibutuhkan oleh para elit Athena ketika menghadapi perdebatan dalam sidang dewan mahkamah Athena. Oleh karena itu mereka memanfaatkan kepandaian ini dengan mengajarkannya kepada para bangsawan dengan imbalan uang.

Tidak seperti sekarang, masa itu tidak ada filsuf yang mengajar demi mendapat imbalan. Mengajar bagi mereka bukanlah sebuah profesi, tapi merupakan kewajiban mereka untuk mewariskan ilmu pengetahuan. Itu sebabnya filsuf Yunani lainnya seperti Socrates mencela kaum Sophis karena baginya seorang guru tidak patut mengambil keuntungan dari pengajarannya.

Kaum Sophis tidak hanya mengajar seni berpidato dan berdebat, tapi juga menanamkan sifat munafik kepada murid-muridnya. Sebagai contoh, murid-murid mereka disuruh berpidato tentang dua hal yang saling bertentangan. Misalnya, murid disuruh berpidato yang membuktikan bahwa Tuhan itu ada. Setelah itu murid tersebut diminta berpidato untuk membuktikan bahwa Tuhan itu tidak ada. Jika sang murid mampu melakukan kedua hal itu sama meyakinkannya, maka mereka dinyatakan lulus. Jadi, disini bukan benar atau salah yang penting, tapi bagaimana cara memenangkan perdebatan. Itu sebabnya Sophisme seringkali dikonotasikan sebagai argumentasi yang cerdas tapi sebenarnya menyesatkan.

Meskipun telah ribuan tahun berlalu tidak berarti ajaran Sophis telah mati. Pengikut paham Sophis ini justru semakin banyak kita temukan di masa sekarang. Mereka tersebar dari berbagai profesi yang ciri utamanya adalah menjadikan retorika sebagai senjata seperti politisi, pengacara, wartawan, pejabat pemerintah, hingga pegiat LSM,. Senjata utama mereka adalah kelihaian beradu pendapat yang dilakukan lewat lewat ucapan, tulisan, atau gambar (visual). Jika perlu debat kusir berkepanjangan akan mereka layani sampai musuh mereka takluk.

Selama memberikan keuntungan, maka semua itu sah-sah saja bagi mereka. Para politisi bersilat lidah agar terlihat berpihak rakyat, padahal hanya ingin dipilih lagi. Para pengacara mencari-cari dalih agar kliennya yang salah dibebaskan karena dia dibayar mahal untuk itu. Para wartawan memutar balik fakta agar beritanya laku. Pejabat pemerintah sibuk membesar-besarkan prestasi agar rakyat tak gelisah karena pajak yang tinggi. Pegiat LSM sibuk protes sana sini demi mendapat sokongan dana dari negara asing.

Satu-satunya cara menghadapi kaum Sophis adalah dengan ilmu yang benar. Sebab, ilmu yang benar dapat mengenal celah-celah kepalsuan retorika kaum Sophis. Dan sebaik-baik ilmu yang benar adalah yang datang dari Yang Maha Mengetahui (wahyu) karena ilmu ini bersifat mutlak, sempurna, dan abadi. Dengan ilmu yang benar seseorang akan terhindar dari perangkap retorika kaum Sophis.

Oleh : Wendi Zarman

25.8.13

*Menuliskan nama di pasir pantai

source pict


Siapa di sini yang pernah menuliskan nama, sesuatu, atau apapun di pasir pantai? Saya suka melakukannya. Dulu, favorit saya tentu saja menuliskan nama sendiri. Besar-besar. Semakin besar, semakin senang melihatnya. Sekarang, saya menuliskan apa saja yang terpikirkan.

Kita suka menulis sesuatu di pasir pantai, bukan? Berlarian, tertawa senang.
Lantas ombak lautan menerpa kaki, menghapus tulisan itu.

Begitulah kehidupan. Kita menuliskan banyak hal dalam hidup ini. Apa saja. Dalam artian yang sebenarnya kita menulis catatan, buku, laporan, corat-coret, dan sebagainya. Dalam artian lebih filosofis kita menuliskan keseharian dalam setiap pagi, siang, sore dan malam. Bertemu dengan orang lain, berinteraksi dengan orang lain, menolong orang lain, atau menyakiti orang lain, tidak peduli dengan orang lain, apapun itu bentuknya. Kita menuliskan kehidupan.

Lantas ombak waktu menerpa kita semua, menghapus tulisan kehidupan itu.

Ada banyak raja-raja di dunia ini. Ada banyak jenderal2 perang. Ada banyak pemimpin2, orang2 berkuasa, jutaan jumlahnya, tapi ombak waktu telah menghapus tulisan itu. Kita tidak tahu lagi mereka, kita tidak pernah tahu. Ada banyak orang2 tersohor di dunia ini. Ada banyak orang2 hebat di dunia ini. Entah itu jahat, baik, mulia, rendah, tapi ombak waktu telah menghapus tulisan itu. Kita tidak tahu. Sesungguhnya hanya segelintir tulisan kehidupan orang2 yang tersisa dan sempat kita baca. Sisanya dibawa pergi ombak.

Tapi tidak mengapa. Karena demikianlah hidup, keniscayaan. Siapa pula yang akan mengingat detail tersebut? Ada banyak manusia di muka bumi itu. Maka mari kita menulis kehidupan kita dengan sesuatu yg lebih hakiki. Mari kita menuliskan nama kita di hati orang2 sekitar. Entah itu di hati adik kita, kita menjadi kakak yang membanggakan. Entah itu kakak, kita menjadi adik yang keren. Entah itu orang tua, kita menjadi anak yang berbakti. Entah itu anak2 kita, kita menjadi orang tua yang selalu ada. Entah itu bagi teman-teman, kita menuliskan nama kita di hati mereka. Entah itu di tetangga, orang2 sekitar.

Ombak waktu juga pasti akan menggulungnya. Tapi itu tetap spesial.
Sama persis seperti menuliskan nama kita di pasir pantai, ombak lautan akan menghapusnya, tapi MOMEN saat kita menuliskan nama itulah yang paling penting. Penuh rasa senang, penuh rasa syukur.

Mari menjadi orang2 baik, berahklak terpuji, dan bermanfaat bagi sekitar

Copast from Tere Liye

2.8.13

"Jodoh: Dipilih atau Memilih?"







Bersama Salim A Fillah

~Sebuah Ringkasan~

Pertama
Satu hal yang seringkali dilupakan oleh banyak wanita adalah bahwa kemuliaan wanita tidak bergantung pada laki-laki yang mendampinginya.
Tahu darimana? Allah meletakkan nama dua wanita mulia dalam Al Quran, Maryam dan Asiyah. Kita tahu, Maryam adalah wanita suci yang tidak memiliki suami, dan Asiyah adalah istri dari manusia yang sangat durhaka, Firaun. Apakah status itu mengurangi kemuliaan mereka? No!

Itulah mengapa, bagi wanita di zaman Rasulullah dulu, yang terpenting bukan mendapat jodoh di dunia atau tidak, melainkan bagaimana memperoleh kemuliaan di sisi Allah.

Kedua
Bicara jodoh adalah bicara tentang hal yang jauh: akhirat, surga, ridha Allah, bukan semata-mata dunia.

Ketiga
Jodoh itu sudah tertulis. Tidak akan tertukar. Yang kemudian menjadi ujian bagi kita adalah bagaimana cara menjemputnya. Beda cara, beda rasa. Dan tentu saja, beda keberkahannya.

Keempat
Dalam hal rezeki, urusan kita adalah bekerja. Soal Allah mau meletakkan rezeki itu dimana, itu terserah Allah. Begitupun jodoh, urusan kita adalah ikhtiar. Soal Allah mau mempertemukan dimana, itu terserah Allah.

Kelima
Cara Allah memberi jodoh tergantung cara kita menjemputnya. Satu hal yang Allah janjikan, bahwa yang baik untuk yang baik. Maka, mengupayakan kebaikan diri adalah hal utama dalam ikhtiar menjemput jodoh.

Keenam
Dalam urusan jodoh, ta'aruf adalah proses seumur hidup. Rumus terpenting: jangan berekspektasi berlebihan dan jangan merasa sudah sangat mengenal sehingga berhak menafsirkan perilaku pasangan.

Ketujuh
Salah satu cara efektif mengenali calon pasangan yang baik adalah melihat interaksinya dengan empat pihak, yakni Allah, ibunya, teman sebayanya, dan anak-anak.

Kedelapan
Seperti apa bentuk ikhtiar wanita?
1. Meminta kepada walinya, sebab merekalah yang punya kewajiban menikahkan.
2. Meminta bantuan perantara, misal guru, teman, dll. Tapi pastikan perantara ini tidak memiliki kepentingan tertentu yang menyebabkannya tidak objektif.
3. Menawarkan diri secara langsung. Hal ini tidak dilarang oleh syariat. Bisa dilakukan dengan menemuinya langsung atau melalui surat dengan tulisan tangan. Konsekuensi satu: Ditolak. Tapi itu lebih baik daripada digantung.

Kesembilan
Bagaimana jika ada pria yang datang pada wanita, menyatakan rasa suka, tapi meminta ditunggu dua atau tiga tahun lagi? Perlukah menunggu?
Sabar itu memang tidak ada batasnya. Tapi ada banyak pilihan sabar. Silakan pilih. Mau sabar menunggu, atau sabar dalam merelakannya. Satu hal yang pasti, tidak ada jaminan dua tiga tahun lagi dia masih hidup. Pun tidak ada jaminan kita bisa menuntut jika dia melanggar janjinya, kecuali dia mau menuliskan janjinya dengan tinta hitam diatas kertas putih bermaterai.

Kesepuluh
Bagaimana jika ada pria yang jauh dari gambaran ideal seorang pangeran tapi shalih datang melamar? Bolehkah ditolak?


Tanyakan pada hatimu: Mana diantara semua faktor itu yang paling mungkin membawamu dan keluargamu ke syurga?

Sekian. Semoga bermanfaat.


ngopas dari myquran.org :)

1.10.12

PR Mencerdakan untuk Anak Kita ~ Ust. M. Fauzil Adhim


Mari sejenak kita berbincang tentang pekerjaan rumah untuk anak-anak kita. Adakah manfaatnya? Pembahasan tentang PR ini saya dasarkan pada buku The Art and Science of Teaching karya Robert J. Marzano, ASCD, Alexandria, Virginia, 2007. Saya juga mendasarkan pada buku yang lebih khusus, yakni Rethinking Homework karya Cathy Vatterott, Alexandria, Virginia, 2009.

Secara sederhana, tujuan pemberian PR adalah untuk mendukung pembelajaran pada salah satu dari empat cara, memberi pengalaman prabelajar. Bisa pula untuk mengecheck pemahaman, praktek atau pemrosesan.

Prabelajar. PR diberikan untuk mengenalkan siswa terhadap topik atau latar belakang tema yang akan dipelajari, sehingga anak akan lebih siap untuk mempelajari materi secara lebih mendalam. Kita dapat menugaskan siswa untuk membaca atau membuat garis besar bab. Dapat pula berupa tugas untuk menemukan apa yang telah diketahui oleh siswa tentang topik yang akan dipelajari. Dapat pula kita arahkan untuk menggali apa yang mereka ingin pelajari dari bab atau tema tersebut.

Kita juga dapat memberi tugas kepada siswa untuk menulis berbagai pertanyaan mereka sendiri, misal tentang sistem pencernaan. Manfaatnya, tugas menulis pertanyaan ini dapat memancing rasa ingin tahu sekaligus menciptakan keterlibatan siswa pada tema tersebut. Pemberian PR prabelajar dapat pula diarahkan untuk merangsang ketertarikan anak terhadap konsep yang akan dipelajari.

Adapun PR untuk menakar sejauh mana siswa telah memahami apa yang dijelaskan oleh pengajar di kelas, bentuknya beragam. Umumnya guru memberikan PR untuk mengetahui sejauh mana siswa mampu memahami apa yang telah dijelaskan di kelas. PR jenis ini juga dapat menjadi cara bagi guru untuk memperoleh insight (letikan ide) untuk pembelajaran siswa. Contoh PR yang semacam ini adalah menugasi siswa menyelesaikan sejumlah soal matematika dan menerangkan cara menyelesaikan soal tersebut.



Dalam hal ini, seorang guru seharusnya tidak hanya memeriksa PR siswanya. Lebih dari itu, menggali bagaimana mereka menyelesaikan soal tersebut. Guru bertanya kepada tiap-tiap siswa langkah-langkah menyelesaikan soal yang ada dalam PR tersebut sehingga dapat diketahui tingkat penguasaan materi masing-masing siswa. Berawal dari PR, guru dapat menentukan apa yang harus ia lakukan untuk meningkat mutu pembelajaran. Jadi, guru bukan hanya memeriksa hasil kerja siswa atas PR yang diberikan. Lebih penting lagi adalah mengetahui kepahaman siswa. Nah.

Jika ini dilakukan oleh guru secara benar, PR dapat membantu tugas guru dalam membangun kompetensi (penguasaan yang matang) siswa pada bidang studi yang ia ampu dengan senantiasa memeriksa tingkat penguasaan materi, lalu memberi umpan-balik. Hanya memeriksa hasil kerja siswa terhadap PR yang diberikan, dapat menjadikan guru terkecoh. Mengira siswa telah memiliki kompetensi, padahal baru sebatas kemampuan mengerjakan PR saat itu saja. Padahal boleh jadi, siswa menyelesaikan PR tanpa memahami materi. Siswa mampu menyelesaikan soal karena ada orang yang mendampingi di rumah untuk menyelesaikan tugas. Bukan memahamkan. Lebih parah lagi jika yang menyelesaikan PR tersebut sebenarnya bukan siswa, melainkan ibu atau orang lain. Siswa hanya pencatat. Karena itu, pemberian PR harus disertai tindak-lanjut yang jelas serta diiringi umpan-balik yang tepat sehingga siswa lebih bergairah belajar.

Bentuk lain PR untuk memeriksa tingkat pemahaman siswa terhadap materi yang telah diajarkan adalah dengan memberikan jurnal yang meminta siswa untuk menjelaskan sekaligus menjawab mengapa. Ini misalnya PR terkait percobaan sains.


PR untuk Praktek

Selain untuk menakar tingkat pemahaman anak terhadap materi yang telah diajarkan, PR kerap diberikan agar anak praktek lebih banyak. Anak diberi latihan-latihan soal untuk dikerjakan di rumah. PR untuk memperbanyak praktek diyakini banyak guru sebagai cara yang ampuh agar anak benar-benar menguasai pelajaran. Asumsi dasarnya adalah, makin sering praktek makin makin hebat penguasaan anak terhadap pelajaran tersebut. Asumsi PR jenis ini pula yang mendasari berbagai sekolah memberi latihan soal sebanyak-banyaknya pada siswa kelas 6 untuk hadapi ujian.

Meskipun sering praktek diperlukan untuk sejumlah jenis keterampilan, misal menghafal, tapi PR untuk tujuan ini kerap terjebak pada 3 kesalahan. Pertama, guru boleh jadi yakin telah memberi PR untuk melatih anak melakukan praktek. Tapi praktek itu hanyalah berlaku jika anak faham. Manakala anak sebenarnya belum faham konsep atau keterampilan tersebut di kelas, maka banyaknya PR praktek dapat menyebabkan anak frustasi.

Tatkala anak tidak menguasai konsep atau keterampilan, memperbanyak praktek semisal mengerjakan soal berhitung, jadikan anak bosan. Jika tak tertangani, kebosanan akan meningkat menjadi akut, terutama jika PR tersebut hanya diperiksa dan dinilai saja. Kebosanan baru dapat menjadi tiket untuk meraih kegembiraan manakala guru memberi umpan balik yang tepat terhadap hasil pengerjaan PR siswa. Umpan balik yang baik menjadikan PR terasa bermakna buat anak, meski dia banyak melakukan kesalahan saat mengerjakan. Sebaliknya, tanpa umpan balik yang pas, PR dapat menjadikan anak merasakan kebosanan yang menyiksa, terutama jika di kelas menggunakan model pembelajaran yang berfokus pada guru (fun teaching dan sejenisnya). Bukan fokus pada penumbuhan orientasi belajar.

Meskipun menjawab salah, anak merasa memperoleh pengalaman berharga manakala guru mengajak anak “menemukan” kesalahan lalu “menemukan” jalan keluar yang benar. Ini antara lain dengan meminta siswa menerangkan caranya menemukan jawaban. Alina Tugend menunjukkan bahwa pendekatan model ini yang dikembangkan oleh para guru di Jepang. | Kawan di Jepang, benar demikian?

Sampai tahun 2007, pembelajaran di Jepang berfokus pada menghafal. Sesudah itu, guru memahamkan apa yang dihafalkan tersebut. Begitu Ken Watanabe yang asli Jepang menuliskan dalam bukunya: Problem Solving. Model pembelajaran inilah yang menghasilkan Jepang sekarang.  Kesempatan menemukan kesalahan sendiri saat di kelas ini mendorong anak Jepang lebih menyukai soal beresiko gagal tinggi.

Lho, kok? Karena dengan itu ia dapat lebih banyak dari kesalahannya. Ia menjadi lebih baik melalui kesalahan (better by mistakes). Sikap dasar ini pula yang mendasari Kaizen, gaya manajemen Jepang yang menekankan pada perbaikan terus-menerus.

Kembali ke soal PR untuk praktek. Kelemahan kedua PR jenis adalah manakala guru lalai memeriksa tingkat pemahaman siswa. Lebih parah lagi jika guru memang mengabaikan pentingnya menakar pemahaman TIAP siswa, bahkan ketika membahas PR di kelas. Ini kerap terjadi karena guru menganggap praktek lebih banyak melalui latihan soal bertumpuk menyebabkan siswa makin matang penguasaan materinya.

Pengabaian memeriksa pemahaman siswa dapat berakibat fatal jika siswa melakukan kesalahan saat mengerjakan dan menginternalisasi kesalahan konsep (miskonsepsi) atau prosedur tersebut hanya karena jawaban anak kebetulan hasilnya tepat. Cocok. Padahal anak mengerjakan soal dengan cara yang salah. Ini berbeda dengan anak yang menemukan cara berbeda, tapi tetap benar caranya.

Ketiga, praktek yang merata lebih baik dibanding praktek massal. PR praktek lebih efektif jika dibagi dalam beberapa hari. Memberi PR yang bertumpuk untuk praktek matematika misalnya, dan dibebankan pada satu waktu, dapat justru berakibat tidak baik. Terlebih jika guru tidak memberikan umpan balik memadai terhadap hasil pengerjaan soal tiap siswa. Kesalahan semakin terinternalisasi. Tidak adanya umpan balik memadai menjadikan anak yang sudah faham jadi malas mengerjakan PR. Sedang yang kurang faham bisa tertekan.


Agar Siswa Berpikir Lebih Mendalam

PR jenis keempat dimaksudkan agar siswa melakukan pemrosesan materi pelajaran yang telah dipelajari secara lebih mendalam. PR jenis ini kita berikan manakala kita menginginkan siswa melakukan refleksi mendalam terhadap konsep yang telah didiskusikan di kelas. Salah salah bentuknya adalah menugasi siswa menemukan masalah dan merumuskan dalam bentuk pertanyaan.

Sesungguhnya, pertanyaan yang baik adalah setengah dari ilmu. Maka, kemampuan anak bertanya secara cerdas dan berbobot akan sangat berharga. Nah, anak justru sulit menemukan pertanyaan kritis dan “baru” kecuali jika ia memahami materi dengan baik. Maka, PR jenis ini pada dasarnya  merupakan strategi agar anak berpikir mendalam dan melakukan sintesis. MelaluiPR jenis ini, guru merangsang kemampuan kognitif level keempat berdasarkan taksonomi kognitif dari Bloom. Dan guru tidak akan mampu memberikan PR semacam ini kecuali ia benar-benar seorang pengajar yang kompeten; baik dalam bidang studi yang ia ajarkan maupun dalam kecakapan mengajar.

Ini memberi pelajaran berharga bahwa untuk mampu memberi PR berbobot yang menggairahkan, guru harus banyak belajar. Guru juga dapat memberikan PR dapat bentuk penugasan untuk menerapkan keterampilan atau pengetahuan yang telah dipelajari. Guru menyajikan berbagai informasi yang disajikan terpisah-pisah dan meminta siswa “merangkai”. Atau sebaliknya, guru menyajikan “gambar besar” tentang suatu tema atau keadaan, lalu meminta siswa menemukan unsur-unsurnya.

Sebagaimana PR jenis lain, tugas ini baru akan bermakna apabila guru memberi umpan balik secara tepat. Merangkai berbagai informasi berserak memerlukan pijakan dan kemampuan alasan yang tepat. Proses penalaran sangat penting untuk PR jenis ini.

PR untuk pemrosesan juga dapat diberikan dalam bentuk proyek jangka panjang yang berkesinambungan. Kita memberi tugas merangkum dan menemukan konsep utama pada tiap topik dan bab. Sesungguhnya merangkum bukan sekedar memendekkan kalimat dan membuang bagian yang dianggap tidak perlu. Kemampuan merangkum berkait erat dengan kemampuan memahami konsep. Yang mahir merangkum, akan mudah menjelaskan.

Sesudah merangkum, guru dapat memberi PR untuk menjelaskan kembali atau menulis dalam bahasa sendiri apa yang telah dirangkum. Penugasan jenis ini mendorong siswa mencapai tingkat kemampuan kognitif yang tinggi. Tetapi jika salah desain, PR semacam ini akan jadi beban berat.  Maka, guru hendaknya telah memastikan bahwa siswa sudah menguasai konsep dengan sangat baik sebelum memberi tugas jenis ini.

Salah satu cara menakar pemahaman anak adalah dengan memberi PR jenis kedua yang telah saya bahas di bagian awal tulisan ini. Tampak sepele tapi ketika diabaikan dapat menjadikan PR jadi sia-sia adalah menggairahkan anak dengan penugasan yang diberikan. Siswa sering tidak termotivasi mengerjakan PR karena tugas tidak dirasa penting. Meski demikian, jika anak memiliki adab yang kuat terhadap guru dan ‘ilmu, ia akan senantiasa bersemangat mengerjakan PR. Ini artinya, selain soal desain PR, menanamkan adab tetap sangat penting.

Pemberian tugas terlalu berat juga dapat menyebabkan anak kehilangan motivasi belajar. Bukan cuma motivasi kerjakan PR. Penugasan yang tidak tepat pun dapat menjadi demotivator, yakni sesuatu yang merusak motivasi anak, baik untuk belajar maupun ke sekolah. Tetapi, pemberian PR yang tepat akan menjadikan siswa senantiasa menemukan tantangan dan gairah untuk belajar lebih serius. Ini berarti, untuk memberikan PR yang tepat, guru perlu senantiasa belajar. Jika guru malas belajar, lalu bagaimana siswanya?

*****
Masih banyak hal penting yang perlu kita perbincangkan seputar pekerjaan rumah untuk anak. Perbincangan kita kali ini pun baru sebatas empat jenis PR, dari yang saya harapkan dapat membahas berbagai aspek PR. Semoga yang sedikit ini bermanfaat. Saya berharap dapat menuliskan pembahasan aspek lain dari PR untuk anak.

Wallahul musta’an. ***


Catatan:

The Art and Science of Teaching pada akhirnya belum saya eksplorasi secara memadai dalam tulisan ini. Saya juga berharap dapat menghadirkan tulisan terkait bagaimana pada ulama' terdahulu menempuh jalan dengan menyalin suatu kitab sampai beratus copy. Tulisan tangan.


~~~~~~

Tulisan ini di copast dari catatan Ustadz Mohammad Fauzil Adhim di Facebook


12 Penyakit Guru (belum) Profesional

Ada 12 penyakit yang sering diderita oleh guru, penyakit itu antara lain:

1. Tipes : Tidak punya selera (monoton dan membosankan)
2. Mual : mutu amat lemah (mutu lemah mau jadi guru bersertifikat pendidik? jangan ngimpi)
3. Kudis : Kurang disipiln (murid disuruh disiplin, namun kalau kita tidak disiplin? ^$#&@$)
4. Asma : Asal masuk kelas (kewajiban guru kepada peserta didik, bukan rutinitas)

5. Kusta : Kurang Strategi (hoaammm… di kelas siswa bakal ngantuk berat

6. TBC : Tidak Bisa Computer (Jaman Gini ga bisa komputer? haddeeeeehhhhh…… %$^%#@)

7. KRAM : Kuram Terampil

8. Asam Urat : Asal Sampaikan materi urutan kurang akurat (kualitas bos,, bukan kuantitas….)

9. Lesu : Lemah Sumber (cuma pake 1 referensi, LKS pula ; pake internet… ga kenal internet? NDESO (by tukul arwana )

10. Diare : Dikelas Anak-anak remehkan (Guru hanya menang belajar 1 malam dari siswa, apa masih meremehkan siswa?)

11. Ginjal : Gajinya nihil jarang aktif dan terlambat (Penyakit yang paling parah , guru bukan cari uang, tapi cari nafkah batin .. ingat semboyan Pahlawan tanpa tanda jasa)

12. Encok :Enak - enak Cangkruk Ogah ke Kelas 
Pagi-pagi tidak sengaja buka grup FB "Super Teacher of SMK TI Airlangga" dan baca postingan diatas, saya jadi senyum-senyum sendiri. Emmm, yah lucu juga akronim-akronimnya, menggeltiki sekaligus "menyindir" ya, hehehe. Tapi bagi saya, yang memang belum menjadi seorang guru profesional, namun tiada henti berusaha menuju kesana, tulisan itu layak untuk dicerna dan menjadi bahan evaluasi diri untuk terus menjadi yang terbaik.

Menjadi seorang guru, bagi saya bukanlah sebuah jalan pelarian, namun memang menjadi panggilan hati. Jadi, untuk mencintainya pun prosesnya tidak susah. Tapi ya harus diakui, dalam perjalanannya, tentu saja banyak kendala yang harus dihadapi, dan bisa jadi salah satunya yang tertulis diatas. Hemmmm, jadi guru memang tidak mudah. Butuh banyak strategi agar bisa dicintai dan mendapat hati siswa. Apalagi untuk mata pelajaran MAFIA (MAtematika FIsika kimiA), yang pelajarannya susah dan harus mendapat perhatian ekstra dari siswa agar mereka bisa memahaminya.

Oke well, semoga para guru bisa membuat strategi yang jitu untuk menghindari dan menyembuhkan penyakit guru tersebut ya. Semoga kita menjadi guru yang profesional, dicintai muridnya, disenangi pelajarannya, ditiru akhlak baiknya. Amiin......


19.2.12

Tekanan Darah Rendah Dan Anemia

Tekanan darah rendah atau bahasa ilmiahnya hipotensi adalah suatu keadaan dimana tekanan darah lebih rendah dari 90/60 mmhg atau tekanan darah cukup rendah sehingga menyebabkan gejala-gejala seperti pusing dan pingsan.tekanan darah normal adalah 120/80mmhg. Hipotensi merupakan bawaan sejak lahir dan bukan merupakan suatu penyakit, sehingga tekanan darah orang yang bersangkutan tidak perlu dinaikkan. Bahkan beberapa penelitian menyebutkan , orang – orang yang mengalami hipotensi sejak kecil usianya lebih panjang dan lebih sehat, seringkali kekhawatiran untuk makan-makanan yang enak lebih kecil daripada penderita tekanan darah tinggi. Hipotensi akan menjadi masalah jika terjadi pada usia dewasa, dan penderita awalnya sangat sehat.

Seseorang yang mengalami tekanan darah rendah umumnya akan mengeluhkan keadaan sering pusing, sering menguap, penglihatan terkadang dirasakan kurang jelas (kunang-kunang) terutama sehabis duduk lama lalu berjalan, keringat dingin, merasa cepat lelah tak bertenaga, bahkan mengalami pingsan yang berulang. hiks..diana banget!

Pada pemeriksaan secara umum detak/denyut nadi teraba lemah, penderita tampak pucat, hal ini disebabkan suplai darah yang tidak maksimum keseluruh jaringan tubuh.

Penyebab Penyakit Darah Rendah

Ada beberapa faktor yang menyebabkan mengapa terjadinya penurunan tensi darah, hal ini dapat dikategorikan sebagai berikut:

- Kurangnya pemompaan darah dari jantung. Semakin banyak darah yang dipompa dari jantung setiap menitnya (cardiac output, curah jantung), semakin tinggi tekanan darah. Seseorang yang memiliki kelainan/penyakit jantung yang mengakibatkan irama jantung abnormal, kerusakan atau kelainan fungsi otot jantung, penyakit katup jantung maka berdampak pada berkurangnya pemompaan darah (curah jantung) keseluruh organ tubuh.

- Volume (jumlah) darah berkurang. Hal ini dapat disebabkan oleh perdarahan yang hebat (luka sobek,haid berlebihan/abnormal), diare yang tak cepat teratasi, keringat berlebihan, buang air kecil atau berkemih berlebihan.

- Kapasitas pembuluh darah. Pelebaran pembuluh darah (dilatasi) menyebabkan menurunnya tekanan darah, hal ini biasanya sebagai dampak dari syok septik, pemaparan oleh panas, diare, obat-obat vasodilator (nitrat, penghambat kalsium, penghambat ACE).

Penanganan dan Pengobatan Darah Rendah

Ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk memperbaiki kondisi tekanan darah rendah (hipotensi), diantaranya :

Minum banyak air putih dan mengurangi alkohol

alkohol, ternyata dapat membuat dehidrasi yang mengakibatkan tekanan darah menurun meskipun dikonsumsi dalam jumlah sedikit. Konsumsi cukup banyak air akan mencegah dehidrasi dan meningkatkan volume darah dalam tubuh.Minum air putih dalam jumlah yang cukup banyak antara 8 hingga 10 gelas per hari, dan sesekali minum kopi (yiieks,yang tidak ku suka ;( ) agar memacu peningkatan degup jantung sehingga tekanan darah akan meningkat

Menjalani pola makan dengan gizi seimbang

Nutrisi yang dibutuhkan tubuh dengan cara mengonsumsi berbagai variasi makanan seperti biji-bijian, buah-buahan, sayur, daging, ikan, dan ayam dengan kandungan gizi yang cukup dan seimbang, juga Mengkonsumsi makanan yang cukup mengandung kadar garam. seringkali ketika tekanan darah rendah ini menyergap kurma dapat menjadi alternatif Lho.

Melatih tubuh untuk lebih hati-hati dalam bergerak

pernah tidak ketika sudah lama duduk dan anda berdiri tiba-tiba lalu pusing dan mata berkunang-kunang? Biasanya rasa pusing ringan akibat tekanan darah rendah terjadi ketika kita berpindah posisi, misalnya dari posisi tidur ke berdiri. Sebaiknya pada posisi tersebut, jangan langsung bangkit berdiri dari tempat tidur di pagi hari, bernapaslah dalam-dalam selama beberapa menit dan duduk pelan-pelan sebelum berdiri. Tidurlah dengan posisi kepala yang diganjal dengan bantal sehingga kepala terangkat sedikit untuk memerangi efek gravitasi. Atau letakkan satu kaki di atas bantal dan condongkan tubuh sejauh mungkin untuk mendorong darah mengalir dari kaki ke jantung. Berolah raga teratur seperti berjalan pagi selama 30 menit, minimal 3x seminggu juga dapat membantu mengurangi timbulnya gejala.olahraga dapat membantu menaikkan tekanan darah, udah tau kan?

Batasi konsumsi karbohidrat

Agar tekanan darah tidak turun drastis setelah makan, makanlah dalam porsi yang kecil tetapi sering. Batasi makanan berkabhidrat tinggi seperti kentang, nasi, pasta dan roti. Minumlah kopi dan teh untuk meningkatkan tekanan darah secara temporer, namun waspadalah dengan kandungan kafein yang terdapat dalam kopi.

Pemberian obat-obatan

Jika sudah agak parah , pemberian obat-obatan (meningkatkan darah) hanya dilakukan apabila gejala hipotensi yang dirasakan benar-benar mengganggu aktivitas keseharian, selain itu dokter hanya akan memberikan vitamin (suport/placebo) serta beberapa saran yang dapat dilakukan bagi penderita.

Makan Kambing?

Mengenai image masyarakat yang sebagian besar berpikir bahwa dengan mengkonsumsi daging kambing bagi penderita hipotensi dapat meningkatkan tensi darah sebenarnya belum jelas, Namun dibenarkan kalau hal itu akan meningkatkan kandungan haemoglobin (Hb) dalam darah. Sekali lagi harus dipahami bahwa tekanan darah rendah artinya suplai darah tidak maksimal keseluruh bagian tubuh. Haemoglobin (Hb) rendah adalah berarti bahwa kandungan Hb sebagai zat pengikat oxygen dalam darah memiliki kadar rendah yang akibatnya penderita bisa pucat (anemia), pusing (oxygen yang di angkut/suplai darah ke otak kurang), merasa cepat lelah dan sebagainya.

Apakah penderita tekanan darah rendah juga beresiko menderita diabetes dan penyakit jantung?

meski diabetes penyakit keturunan, tidak menutup kemungkinan orang yang tidak mempunyai asal usul diabetes juga bisa terkena. Resiko tentu ada, itu semua bergantung dari faktor keturunan dan gaya hidup anda.Kalau sampai menderita salah satu penyakit itu apa penanganannya berbeda dengan Penderita yang tidak mengalami darah rendah ?Secara umum, penanganannya tidak jauh berbeda. Pada orang dengan hipotensi, tentu obat-obat yang dapat menurunkan tekanan darah harus dihindari.

Lalu bagaimana dengan Anemia??

Berbeda tipis dengan tekanan darah rendah, Anemia (dalam bahasa Yunani: Tanpa darah) adalah keadaan dimana jumlah sel darah merah atau jumlah hemoglobin (protein pembawa oksigen) dalam sel darah merah berada dibawah normal.Sel darah merah mengandung hemoglobin, yang memungkinkan mereka mengangkut oksigen dari paru-paru dan mengantarkannya ke seluruh bagian tubuh. Anemia menyebabkan berkurangnya jumlah sel darah merah atau jumlah hemoglobin dalam sel darah merah, sehingga darah tidak dapat mengangkut oksigen dalam jumlah sesuai yang diperlukan tubuh. Orang yang mengalami anemia akan merasa cepat lelah, lemas, pucat, gelisah dan terkadang sesak.

Berikut adalah beberapa penyebab anemia yang paling sering ditemukan :

Kekurangan zat besi

Perempuan akan lebih mudah menderita anemia bila dibandingkan dengan laki laki karena perempuan mengalami kehilangan darah tiap bulan saat menstruasi. Perempuan juga rentan mengalami kekurangan zat besi.

Pada orang dewasa, kekurangan zat besi sering disebabkan oleh karena kehilangan darah khronis seperti menstruasi. Kehilangan darah khronis juga bisa disebabkan oleh karena kanker terutama kanker pada usus besar.Anemia juga bisa disebabkan oleh karena perdarahan usus yang disebabkan oleh karena konsumsi obat obatan yang mengiritasi usus.Pada bayi dan anak anak, anemia kekurangan zat besi biasanya disebabkan karena kurangnya asupan makanan yang mengandung zat besi. biasanya penyebab inilah yang paling sering menghampiri remaja seusia kita.

Perdarahan

Perdarahan yang banyak saat trauma baik di dalam maupun di luar tubuh akan menyebabkan anemia dalam waktu yang relatif singkat. Perdarahan dalam jumlah banyak biasanya terjadi pada maag khronis yang menyebabkan perlukaan pada dinding lambung.

Genetik

Kelainan herediter atau keturunan juga bisa menyebabkan anemia. Kelainan genetik ini terutama terjadi pada umur sel darah merah yang terlampau pendek sehingga sel darah merah yang beredar dalam tubuh akan selalu kekurangan. Anemia jenis ini dikenal dengan nama sickle cell anemia. Gangguan genetik juga bisa menimpa hemoglobin yang mana produksi hemoglobin menjadi sangat rendah. Kelainan ini kita kenal dengan nama thalasemia.

Kekurangan vitamin B12

Anemia yang diakibatkan oleh karena kekurangan vitamin B12 dikenal dengan nama anemia pernisiosa.

Kekurangan asam folat

Kekurangan asam folat juga sering menyebabkan anemia terutama pada ibu ibu yang sedang hamil. Naah, asam folat banyak terdapat di Jeruk Lho…

Pecahnya dinding sel darah merah

Anemia yang disebabkan oleh karena pecahnya dinding sel darah merah dikenal dengan nama anemia hemolitik. Reaksi antigen antibodi dicurigai sebagai biang kerok terjadinya anemia jenis ini.

Gangguan sumsum tulang

Sumsum tulang sebagai pabrik produksi sel darah juga bisa mengalami gangguan sehingga tidak bisa berfungsi dengan baik dalam menghasilkan sel darah merah yang berkualitas. Gangguan pada sumsum tulang biasanya disebabkan oleh karena mestatase sel kanker dari tempat lain.

Dan lain sebagainya..

Suplemen besi diperlukan pada anemia yang disebabkan oleh karena kekurangan zat besi. Pemberian suntikan vitamin B12 diperlukan untuk mengkoreksi anemia pernisiosa. Transfusi darah merupakan pilihan untuk anemia yang disebabkan oleh perdarahan hebat.

Hampir sama dengan tekanan darah rendah, cara mencegah anemia adalah sebagai berikut :

1. Usahakan makanan Anda lebih berfariasi. Sertakan juga makanan yang mengandung banyak zat besi. Dari buah-buahan seperti apel, pisang, plum dan aprikot. Zat besi dalam sayur-sayuran bisa Anda dapat dari asparagus, labu, ubi rambat, brokoli, tumbuhan merambat, kacang merah, tahu dan biji-bijian.

2. Makan makanan yang banyak mengandung zat besi dan juga vitamin C. Ini akan membantu meningkatkan penyerapan zat besi. Konsumsi vitamin C bersamaan dengan saat Anda memakan zat besi.

3. Hindari gula atau kurangi konsumsi gula Anda. Ini akan meningkatkan penyerapan zat besi. Hindari makan asem. Asem bisa menghambat tubuh menyerap zat besi.

4. Konsumsi juga makanan yang bermuatan kalsium, vitamin E dan zinc sebagai tambahan. Namun jangan di waktu yang bersamaan dengan konsumsi zat besi. Zat-zat di atas bagus untuk tubuh namun bisa mengganggu penyerapan zat besi.

5. Tambahkan juga buah-buahan kering seperti kismis dan buah prem yang dikeringkan ke menu diet Anda. Kurangi konsumsi kopi dan black tea. Minuman ini mengandung poliphenol dan tannin yang bisa mengganggu penyerapan zat besi.

6. Haid yang berlebihan dapat menguras darah dalam tubuh Anda. Temui dokter jika hal tersebut terjadi. Jika dibiarkan terus-menerus dampaknya akan sangat tak baik.

7. Jika mengkonsumsi obat untuk penyakit Anda, usahakan atas referensi dokter. Beberapa obat bisa menghambat masuknya zat besi dan vitamin B ke dalam tubuh.

8. Jika Anda seorang vegetarian sebaiknya diskusikan masalah kesehatan Anda dengan ahlinya. Vitamin B-12 banyak didapat dari makanan berdaging, vegetarian tentu saja tidak mengkonsumsi daging.

Serangan anemia bisa membuat keseimbangan tubuh Anda goyah. Sebaiknya hindari anemia sebisa mungkin.

http://alhumairoh.wordpress.com/2009/01/29/tekanan-darah-rendah-dan-anemia/

18.2.12

Ummu Salamah

Apakah diantara kalian ada yang tidak familiar dengan nama Ummu Salamah? Kalau jawabannya adalah “Ya” maka saya akan mengajak kalian untuk sedikit mengenal beliau…

Ummu Salamah adalah seorang Ummul-Mukminin yang berkepribadian kuat, cantik, dan menawan, serta memiliki semangat jihad dan kesabaran dalam menghadapi cobaan, lebih-lebih setelah berpisah dengan suami dan anak-anaknya. Berkat kematangan berpikir dan ketepatan dalam mengambil keputusan, dia mendaparkan kedudukan mulia di sisi Rasulullah Shallallahu Alaihi Wassalam.. Di dalam sirah Ummahatul Mukminin dijelaskan tentang banyaknya sikap mulia dan peristiwa penting darinya yang dapat diteladani kaum muslimin, baik sikapnya sebagai istri yang selalu menjaga kehormatan keluarga maupun sebagai pejuang di jalan Allah.

Nama sebenarnya Ummu Salamah adalah Hindun binti Suhail, dikenal dengan narna Ummu Salamah. Beliau dibesarkan di lingkungan bangsawan dari Suku Quraisy. Ayahnya bernama Suhail bin Mughirah bin Makhzurn. Di kalangan kaumnya, Suhail dikenal sebagai seorang dermawan sehingga dijuluki Dzadur-Rakib (penjamu para musafir) karena dia selalu menjamu setiap orang yang menyertainya dalam perjalanan. Dia adalah pemimpin kaumnya, terkaya, dan terbesar wibawanya. Ibu dari Ummu Salamah bernama Atikah binti Amir bin Rabi’ah bin Malik bin Jazimah bin Alqamah al-Kananiyah yang berasal dari Bani Faras.

Demikianlah, Hindun dibesarkan di dalam lingkungan bangsawan yang dihormati dan disegani. Kecantikannya meluluhkan setiap orang yang melihatnya dan kebaikan pribadinya telah tertanam sejak kecil.

B. Pernikahan dan Perjuangannya

Banyak pemuda Mekah yang ingin mempersunting Hindun, dan yang berhasil menikahinya adalah Abdullah bin Abdul Asad bin Hilal bin Abdullah bin Umar bin Makhzum, seorang penunggang kuda terkenal dari pahlawan-pahlawan suku Bani Quraisy yang gagah berani. Ibunya bernama Barrah binti Abdul-Muththalib bin Hasyim, bibi Nabi Shallallahu Alaihi Wassalam. Abdullah adalah saudara sesusuan Nabi dari Tsuwaibah, budak Abu Lahab. Mereka hidup bahagia, dan rumah tangga mereka diliputi kerukunan dan kesejahteraan.

Tidak lama setelah itu, dakwah Islam menarik hati mereka sehingga mereka memeluk Islam dan menjadi orang-oramg pertama yang masuk Islam. Begitu pula dengan Hindun, dia tergolong orang-orang yang pertama masuk Islam, dan bersama suaminya memulai perjuangan dalam hidup mereka.

Orang-orang Quraisy selalu mengganggu dan menyiksa kaum muslimin agar mereka meninggalkan agama Islam dan kembali ke agama nenek moyang mereka. Melihat kondisi seperti itu, Rasulullah Shallallahu Alaihi Wassalam. mengizinkan mereka untuk hijrah ke Habasyah, sehingga mereka disebut sebagai kaum muhajirin yang pertama. Mereka menetap di Habasyah, dan di sana Hindun melahirkan anak-anaknya: Zainab, Salamah, Umar, dan Durrah.

Setelah beberapa lama, mereka berniat kembali ke Mekah, terutama setelah mendengar keislaman dua tokoh penting Quraisy, Umar bin Khaththab dan Hamzah bin Abdul-Muththalib. Akan tetapi, ternyata penyiksaan masih terus berlangsung, bahkan bertambah dahsyat. Untuk menjaga kehormatan diri dan keluarganya, Abu Salamah meminta perlindungan dari Abu Thalib (paman Nabi) dari siksaan kaumnya, yaitu Bani Makhzum, dan Abu Thalib menyatakan perlindungannya.

C. Cobaan Datang

Karena orang-orang Quraisy masih saja menyiksa kaum muslimin, akhirnya Allah membuka hati penduduk Madinah untuk menerima Islam. Kemudian Rasulullah mengizinkan kaum muslimin untuk hijrah ke sana, baik secara kelompok maupun perseorangan. Abu Salamah, istri, dan anaknya (Salamah) hijrah ke sana. Di tengah perjalanan mereka dihadang oleh kaum Bani Makhzum (kaumnya Ummu Salamah) yang kemudian merampas serta menyandera Ummu Salamah. Keluarga Abu Salamah (Bani Asad) ikut campur tangan dan mereka menolak menyerahkan Salamah, bahkan si anak dirampas dan dijauhkan dari ibunya. Sedangkan Bani Makhzum menculik Ummu Salamah dan dipenjara. Adapun Abu Salamah dibiarkan ke Yatsrib dengan hati penuh kesedihan karena harus berpisah dengan istri dan anaknya.

Keadaan demikian berjalan kurang lebih setahun lamanya. Ummu Salamah terus-menerus menangis karena kecewa atas perbuatan kaumnya, sehingga akhirnya ada seorang laki-laki dari kaumnya yang merasa iba dan membiarkan Ummu Salamah menyusul suaminya di Madinah. Adapun Bani Asad menyerahkan kembali putranya, Salamah, kepadanya. Akan tetapi, banyak rintangan yang harus dia hadapi, dan berkat keimanan dan keinginan yang kuat, dia mampu mengatasi semua itu dan tiba di Madinah.

D. Pesan Abu Salamah untuk Istrinya

Dalam membela Islam, peran Abu Salamah sangat besar. Dia dikenal berani dalam berperang. Rasulullah menghargainya dengan mengangkatnya sebagai wakil Rasulullah di Madinah ketika beliau pergi memimpin pasukan dalam perang Dzil Asyirah pada tahun kedua hijriah. Abu Salamah ikut dalam Perang Badar dan Uhud. Ketika dalam perang Uhud, Abu Salamah mengalami luka yang cukup parah dan nyaris meninggal, namun beberapa saat kemudian dia sembuh.

Setelah Perang Uhud, Rasulullah Shallallahu Alaihi Wassalam. mencrima berita bahwa Bani Asad hendak menyerang kaum muslimin di Madinah. Sebelum mereka menyerang, Rasulullah Shallallahu Alaihi Wassalam. berinisiatif mendahului mereka. Dalam misi ini, beliau menunjuk Abu Salamah untuk memimpin pasukan yang berjumlah seratus lima puluh orang dan di dalamnya terdapat Saad bin Abi Waqash, Abu Ubaidah bin Jarrah, Amir bin Jarrah, dan yang lainnya. Pasukan diarahkan ke Bukit Quthn, tempat mata air Bani Asad. Kemenangan gemilang diraih oleh pasukan Abu Salamah, dan mereka kembali ke Madinah dengan membawa banyak harta rampasan perang. Di Madinah, luka-luka Abu Salamah karnbuh sehingga dia harus beristirahat beberapa waktu. Ketika sakit, Rasulullah selalu menjenguk dan mendoakannya.

Ummu Salamah selalu mendampingi suaminya yang sedang dalam keadaan sakit sehingga dia merawat dan menjaganya siang dan malam. Suatu hari, demam Abu Salamah menghebat, kemudian Ummu Salamah berkata kepada suaminya, “Aku mendapat benita bahwa seorang perempuan yang ditinggal mati suaminya, kemudian suaminya masuk surga, istrinya pun akan masuk surga, jika setelah itu istrinya tidak menikah lagi, dan Allah akan mengumpulkan mereka nanti di surga. Demikian pula jika si istri yang meninggal, dan suaminya tidak menikah lagi sepeninggalnya. Untuk itu, mari kita berjanji bahwa engkau tidak akan menikah lagi sepeninggalku, dan aku berjanji untukmu untuk tidak menikah lagi sepeninggalmu.” Abu Salamah berkata, “Maukah engkau menaati perintahku?” Dia menjawab, “Adapun saya bermusyawarah hanya untuk taat.” Abu Salamah berkata, “Seandainya aku mati, maka menikahlah.” Lalu dia berdoa kepada Allah ”Ya Allah, kurniakanlah kepada Ummu Salamah sesudahku seseorang yang lebih baik dariku, yang tidak akan menyengsarakan dan menyakitinya.”

Pada detik-detik akhir hidupnya, Rasulullah Shallallahu Alaihi Wassalam. selalu berada di samping Abu Salamah dan senantiasa memohon kesembuhannya kepada Allah. Akan tetapi, Allah berkehendak lain. Beberapa saat kemudian maut datang menjemput. Rasulullah menutupkan kedua mata Abu Salamah dengan tangannya yang mulia dan bertakbir sembilan kali. Di antara yang hadir ada yang berkata, “Ya Rasulullah, apakah engkau sedang dalam keadaan lupa?” Beliau menjawab, “Aku sama sekali tidak dalam keadaan lupa, sekalipun bertakbir untuknya seribu kali, dia berhak atas takbir itu.” Kemudian beliau menoleh kepada Ummu Salamah dan bersabda, “Barang siapa yang ditimpa suatu musibah, maka ucapkanlah sebagaimana yang telah dperintahkan oleh Allah, ‘Sesungguhnya kita milik Allah, dan kepada-Nyalah kita akan dikembalikan. Ya Allah, karuniakanlah bagiku dalam musibahku dan berilah aku ganti yang lebih baik daripadanya, maka Allah akan melaksanakannya untuknya.”

Setelah itu Rasulullah Shallallahu Alaihi Wassalam. berdo’a: “Ya Allah, berilah ketabahan atas kesedihannya, hiburlah dia dari musibah yang menimpanya, dan berilah pengganti yang lebih baik untuknya.”

Abu Salamah wafat setelah berjuang menegakkan Islam, dan dia telah memperoleh kedudukan yang mulia di sisi Rasulullah. Sepeninggal Abu Salamah, Ummu Salarnah diliputi rasa sedih. Dia menjadi janda dan ibu bagi anak-anak yatim.

Setelah wafatnya Abu Salarnah, para pemuka dari kalangan sahabat bersegera meminang Ummu Salamah. Hal ini mereka lakukan sebagai tanda penghormatan terhadapat suaminya dan untuk. melindungi diri Ummu Salamah. Maka Abu Bakar ash-Shiddiq dan Umar bin al-Khaththab meminangnya, tetapi Ummu Salamah menolaknya.

Pada saat dirundung kesedihan atas suami yang benar-benar dicintainya serta belum mendapatkan orang yang lebih baik darinya, ia didatangi oleh Rasulullah Shallallahu Alaihi Wassalam. dengan maksud menghiburnya dan meringankan apa yang dialaminya. Rasulullah berkata kepadanya, “Mintalah kepada Allah agar Dia memberimu pahala pada musibahmu serta menggantikan untukmu (suami) yang lebih baik.” Ummu Salamah bertanya, “Siapa yang lebih baik dan Abu Salamah, wahai Rasulullah?”

E. Di Rumah Rasulullah.

Rasulullah mulai memikirkan perkara Ummu Salamah, seorang mukminah mujahidah yang memiliki kesabaran, dan Ummu Salamah pun telah menolak lamaran dua sahabatnya, Abu Bakar dan Umar. Rasulullah pun berpikir dengan penuh pertimbangan dan kasih sayang untuk tidak membiarkannya larut dalam kesedihan dan kesendirian.

Dalam keadaan seperti itu Rasulullah mengutus Hathib bin Abi Balta’ah menemui Ummu Salarnah dengan maksud meminangnya untuk beliau. Maka oleh Ummu Salamah diterimanya pinangan tersebut. Bagaimana mungkin baginya untuk tidak menerima pinangan dari orang yang lebih baik dari Abu Salamah, bahkan lebih baik dan semua orang di dunia.

Dengan perkawinan tersebut maka Ummu Salamah termasuk kalangan Ummahatul- Mukminin, dan oleh Rasulullah ia ditempatkan di kamar Zainab binti Khuzaimah yang digelari Ummul-Masakiin (ibu bagi orang-orang miskin) sampai Ummu Salamah meninggal dunia.

Hal itu diceritakan oleh Ummu Salamah kepada kami. Ia berkata, “Aku dipersunting oleh Rasulullah Shallallahu Alaihi Wassalam., lalu aku dipindahkan dan ditempatkan di rumah Zainab (ummul- masakiin).”

Beberapa keistimewaan yang dimiliki Ummu Salamah adalah ketajaman logika, kematangan berpikir, dan keputusan yang benar atas banyak perkara. Karena itu, ia memiliki kedudukan yang agung di sisi Rasulullah Shallallahu Alaihi Wassalam., seperti interaksinya dengan para Ummahatul-Mukminin yang merupakan interaksi yang diliputi rasa kasih sayang dan kelemahlembutan.

F. Kedudukannya yang Agung

Di antara perkara yang menunjukkan kedudukannya yang tinggi di sisi Rasulullah Shallallahu Alaihi Wassalam adalah apa yang diceritakan Urwah bin Zubair “Rasulullah Shallallahu Alaihi Wassalam. menyuruh Ummu Salamah melaksanakan shalat shubuh di Mekah pada hari penyembelihan (qurban) — padahal saat itu merupakan hari (giliran)nya. Oleh sebab itu, Rasulullah merasa senang atas kesetujuannya.”

Begitu juga hadits Ummi Kulsum binti Uqbah yang dimasukkan oleh Ibnu Sa’ad dalam (kitab) Thabaqat-nya. Ummi Kultsum berkata, “Tatkala Nabi Shallallahu Alaihi Wassalam. menikahi Ummu Salamah, belau berkata kepadanya, ‘Sesungguhnya aku menghadiahkan untuk Raja Najasyi sejumlah bejana berisikan minyak wangi dan selimut. Akan tetapi, aku bermimpi bahwa Raja Najasyi itu telah meninggal dunia, kemudian hadiah yang kuberikan kepadanya dikembalikan kepadaku. Karena dikembalikan kepadaku, maka barang tersebut menjadi milikkü.”

Sebagaimana yang dikatakan Nabi Shallallahu Alaihi Wassalam., Raja Najasyi meninggal dunia, dan hadiah tersebut dikembalikan kepadanya. Lalu beliau memberikan kepada setiap istrinya masing-masing satu uqiyah (1/2 liter Mesir) dan beliau memberi (sisa) keseluruhannya serta selimut kepada Ummu Salamah.

Setelah Ummu Salamah menjadi istrinya, Nabi Shallallahu Alaihi Wassalam. memasukkannya dalam kalangan ahlul-bait. Di antara riwayat tentang masalah tersebut adalah bahwasanya pernah pada suatu hari Rasulullah berada di sisi Ummu Salamah, dan anak perempuan Ummu Salamah ada di sana. Rasulullah kemudian didatangi anak perempuannya, Fathimah azZahra, disertai kedua anaknya, Hasan dan Husain r.a., lalu Rasullah memeluk Fathimah dan berkata, “Semoga rahmat Allah dan berkah-Nya tercurah pada kalian wahai ahlul-bait. Sesungguhnya Dia Maha Terpuji (lagi) Maha Mulia.”

Lalu menangislah Ummu Salamah. Maka Rasulullah Shallallahu Alaihi Wassalam. menanyakan tentang penyebab tangisnya itu. Ia menjawab, “Wahai Rasulullah, engkau mengistimewakan mereka sedangkan aku dan anak perempuanku engkau tinggalkan. Beliau bersabda, “Sesungguhnya engkau dan anak perempuanmu termasuk keluargaku.”

Anak perempuan Ummu Salamah, Zainab, tumbuh dalam peliharaan Rasulullah Shallallahu Alaihi Wassalam. ia termasuk di antara wanita yang memiliki ilmu yang luas pada masanya.

Sebelum Rasulullah Shallallahu Alaihi Wassalam. mempersunting Ummu Salamah, wahyu pernah turun kepada Rasulullah di kamar Aisyah, yang dengan hal itu Aisyah membanggakannya pada istri-stri beliau yang lain. Maka setelah Rasulullah menikahi Ummu Salamah, wahyu turun kepadanya ketika beliau berada di kamar Ummu Salamah.

G. Beberapa Sikap Cemerlang pada Masa Hidup Ummu Salamah.

Di antara sikap agungnya adalah apa yang ditunjukkannya pada Rasulullah Shallallahu Alaihi Wassalam. pada hari (perjanjian) Hudaibiyah. Pada waktu itu ia menyertai Rasulullah Shallallahu Alaihi Wassalam. dalam perjalanannya menuju Mekah dengan tujuan menunaikan umrah, tetapi orang-orang musyrik mencegah mereka untuk memasuki Mekah, dan terjadilah Perjanjian Hudaibiyah antara kedua belah pihak.

Akan tetapi, sebagian besar kaum muslimin merasa dikhianati dan merasa bahwa orang-orang musyrik menyianyiakan sejumlah hak-hak kaum muslimin. Di antara mayonitas yang menaruh dendam itu adalah Umar bin al-Khaththab, yang berkata kepada Rasulullah dalam percakapannya dengan beliau, “Atas perkara apa kita serahkan nyawa di dalam agama kita?” Rasulullah Shallallahu Alaihi Wassalam. menjawab, “Saya adalah hamba Allah dan rasul-Nya. Aku tidak akan menyalahi perintah-Nya, dan Dia tidak akan menyianyiakanku.”

Akan tetapi, tanda-tanda bahaya semakin memuncak setelah Rasulullah Shallallahu Alaihi Wassalam. menyuruh kaum muslimin melaksanakan penyembelihan hewan qurban kemudian bercukur, tetapi tidak seorang pun dari mereka melaksanakannya. Beliau mengulang seruannya tiga kali tanpa ada sambutan.

Beliau menemui istrinya, Ummu Salamah, dan menceritakan kepadanya tentang sikap kaum muslimin. Ummu Salamah berkata, “Wahai Nabi Allah, apakah engkau menginginkan perintah Allah ini dilaksanakan oleh kaum muslimin? Keluarlah engkau, kemudian janganlah mengajak bicara sepatah kata seorang pun dari mereka sampai engkau menyembelih qurbanmu serta memanggil tukang cukur yang mencukurmu.”

Rasulullah Shallallahu Alaihi Wassalam. kagum atas pendapatnya dan bangkit mengerjakan sebagaimana yang diusulkan Ummu Salamah. Tatkala kaum muslimin melihat Rasulullah mengerjakan hal itu tanpa berkata kepada mereka, mereka bangkit dan menyembelih serta sebagian dari mereka mulai mencukur kepala sebagian yang lain tanpa ada perasaan keluh kesah dan penyesalan atas tindakan Rasulullah yang mendahului mereka.

Ummu Salamah telah menyertai Rasulullah Shallallahu Alaihi Wassalam. di banyak peperangan, yaitu peperangan Khaibar, Pembebasan Mekah, pengepungan Tha’if, peperangan Hawazin, Tsaqif kemudian ikut bersama beliau di Haji Wada’.

Kita tidak melupakan sikapnya terhadap Umar bin al-Khaththab, tatkala Urnar datang kepadanya dan mengajak bicara tentang perkara keperluan Ummahatul-Mukminin kepada Rasulullah Shallallahu Alaihi Wassalam. serta kekasaran mereka terhadap Rasulullah. Maka ia berkata, “Engkau ini aneh, wahai anak al-Khaththab. Engkau telah ikut campur di setiap perkara sehingga ingin mencampuri urusan Rasulullah Shallallahu Alaihi Wassalam. beserta istri-istrinya?”

Setelah Rasulullah Shallallahu Alaihi Wassalam. meninggal dunia ia senantiasa mengenang beliau dan sangat berduka cita atas kewafatannya. Beliau senantiasa banyak melakukan puasa dan beribadah, tidak kikir pada ilmu, serta meriwayatkan hadits yang berasal dan Rasulullah Shallallahu Alaihi Wassalam.

Telah diriwayatkannya sekian banyak hadits shahih yang bersumber dari Rasulullah dan suaminya, Abu Salamah, serta dari Fathimah az-Zahraa Sedangkan orang yang meriwayatkan darinya banyak sekali, di antara mereka adalah anak-anaknya dan para pemuka dan sahabat serta ahli hadits.

Di antara beberapa sikapnya yang nyata adalah pada hari pembebasan kota Mekah. Waktu itu Nabi keluar dari Madinah bersarna bala tentaranya dengan kehebatan dan jumlah yang belum pernah disaksikan oleh bangsa Arab, sehingga orang-orang musyrik Quraisy merasa takut, dan mereka keluar dari rumah dengan rnaksud menemui Rasulullah untuk bertobat dan menyatakan keislaman mereka.

Termasuk dari mereka, Abu Sufyan bin al-Harts bin Abdul-Muththalib (anak paman Rasulullah Shallallahu Alaihi Wassalam.) dan Abdullah bin Abi Umayyah bin al-Mughirah (anak bibi [dari ayah] Rasulullah, saudara Ummu Salamah sebapak). Ketika mereka berdua meminta izin masuk menemui Rasulullah Shallallahu Alaihi Wassalam., beliau enggan memberi izin masuk bagi keduanya disebabkan penyiksaan mereka yang keras terhadap kaurn muslimin menjelang beliau hijrah dari Mekah.

Maka berkatalah Ummu Salamah kepada Rasulullah dengan perasaan iba terhadap keluarganya sendiri dan juga keluarga Rasulullah, “Wahai Rasulullah, mereka berdua adalah anak parnanmu dan anak bibirnu (dan ayah) serta iparmu.” Rasulullah menjawab, “Tidak ada keperluan bagiku dengan mereka berdua. Adapun anak parnanku, aku telah diperlakukan olehnya dengan tidak baik. Adapun anak bibiku (dari ayah) serta iparku telah berkata di Mekah dengan apa yang ia katakan.”

Pernyataan itu telah sampai kepada Abu Sufyan, anak paman Rasulullah. Maka ia berkata, “Demi Allah, ia harus mengizinkanku atau aku mengambil anak ini dengan kedua tanganku -pada saat itu ia bersama anaknya, Ja’far- kemudian karni harus berkelana di dunia sehingga mati kehausan dan kelaparan.”

Lalu Ummu Salamah memberitahukan perkataan Abu Sufyan tersebut kepada Rasulullah Shallallahu Alaihi Wassalam. dengan kembali memohon rasa belas kasih. Akhirnya hati beliau menjadi luluh, lalu mengizinkan keduanya masuk. Maka masuklah keduanya dan menyatakan keislaman serta bertobat di hadapan Rasulullah.

H. Sikapnya terhadap Fitnah

Ummu Salamah selalu berada di rumahnya, senantiasa ikhlas beribadah kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala dan menjaga Sunnah suaminya tercinta pada masa (khilafah) Abu Bakar ash-Shiddiq dan Umar bin al-Khaththab..

Pada masa khilafah Utsman bin Affan ia melihat kegoncangan situasi serta perpecahan kaum muslimin di seputar khalifah. Bahaya fitnah sernakin memuncak di langit kaum muslirnin. Maka ia pergi menernui Utsman dan menasihatinya supaya tetap berpegang teguh pada petunjuk Rasulullah Shallallahu Alaihi Wassalam. serta petunjuk Abu Bakar dan Umar bin al-Khaththab, tidak menyimpang dan petunjuk tersebut selama-lamanya.

Apa yang dikhawatirkan Ummu Salamah terjadi juga, yaitu peristiwa terbunuhnya Utsman yang saat itu tengah membaca Al-Qur’an dan angin fitnah tengah bertiup kencang terhadap kaurn muslimin. Pada saat itu Aisyah telah membulatkan tekad untuk keluar menuju Bashrah disertai Thalhah bin Ubaidillah dan Zubair bin al-’Awwam dengan tujuan mernobilisasi massa untuk melawan Ali bin Abi Thalib. Maka Ummu Salamah mengirim surat yang memiliki sastra indah kepada Aisyah.

“Dari Ummu Salamah, Istri Nabi Shallallahu Alaihi Wassalam., untuk Aisyah Ummul-Mu’ minin.
Sesungguhnya aku memuji Allah yang tidak ada ilah (Tuhan) melainkan Dia.
Amma ba’du.
Engkau sungguh telah merobek pembatas antara Rasulullah Shallallahu Alaihi Wassalam. dan umatnya yang merupakan hijab yang telah ditetapkan keharamannya.
Sungguh Al-Qur’an telah memberimu kemuliaan, maka jangan engkau lepaskan. Dan Allah telah menahan suaramu, maka janganlah engkau niengeluarkannya Serta Allah telah tegaskan bagi umat ini seandainya Rasulullah Shallallahu Alaihi Wassalam. mengetahui bahwa kaum wanita memiliki kewajiban jihad (berperang) niscaya beliau berpesan kepadamu untuk menjaganya.
Tidakkah engkau tahu bahwasanya beliau melarangmu melampaui batas dalam agama, karena sesungguhnya tiang agama tidak bisa kokoh dengan campur tangan wanita apabila tiang itu telah miring, dan tidak bisa diperbaiki oleh wanita apabila telah hancur. Jihad wanita adalah tunduk kepada segala ketentuan, mengasuh anak, dan mencurahkan kasih sayangnya.”

Ummu Salamah berada di pihak Ali bin Abi Thalib karena beliau menggikuti kesepakatan kaum muslimin atas terpilihnya beliau sebagai khalifah mereka. Karena itu, Ummu Salamah mengirim/mengutus anaknya, Umar, untuk ikut berperang dalan barisan Ali .

I. Saat Wafatnya

Pada tahun ke-59 hijriah, usia Ummu Salamah telah mencapai 84 tahun. Usia tua dan pikun merambah di pertambahan umurnya. Allah ta’ala mengangkat rohnya yang suci naik ke atas menuju hadirat-Nya. Ia meninggal dunia setelah hidup dengan aktivitas yang dipenuhi oleh pengorbanan, jihad, dan kesabaran di jalan Allah Subhanahu Wa Ta’ala dan Rasul-Nya. Beliau dishalatkan oleh Abu Hurairah r.a. dan dikuburkan di al-Baqi’ di samping kuburan Ummahatul-Mukminin lainnya.

Semoga rahmat Allah senantiasa menyertai Sayyidah Ummu Salamah. dan semoga Allah memberinya tempat yang layak di sisi-Nya. Amin.


walau copast semoga gak mengurangi maksud mempublikasikannyaya...

coapst disini http://katahatimutiara.wordpress.com/2011/12/10/ummu-salamah-radhiyallahu-anha/#more-1094