15.7.09

Model Pembelajaran yang Efektif bagi Penderita Autisme

Oleh : Nur Annissa Rahmah



Abstract: sometime we cannot comprehend world owned by autistic child. though, given the and see through their world, we earn to know what they want and how effective study model for them. and the mportant things is we earn to develop;build effective communications to assist them, even we earn to alter friend life become normal return. education is medium able to alter personality of someone . by comprehending education method to child of autis, hence we will make way to their world and can draw up them to face life like other normal child in general. The main factor that be notice for successful of curing management or helping the development of autistic children, was connected with the appropriation to certain specification of a problem with the weakness / lack on the children that must be identificated. Without the clear and appropriate information about the ability ang lack kevel on examination, will cannot be made an effective and appropriate program to help the development of the children.
Key word: the meaning of authistic, approach of study for authistic.


Pengertian Autisme dan Autistik

Istilah Autisme berasal dari kata "Autos" yang berarti diri sendiri "Isme"
yang berarti suatu aliran. Berarti suatu paham yang tertarik hanya pada
dunianya sendiri. Autisme juga suatu keadaan di¬mana seseorang anak berbuat semau¬nya sen¬diri baik cara berfikir maupun berperilaku. Keadaan ini mulai terjadi sejak usia masih muda, biasanya sekitar usia 2-3 tahun.

Au¬tisme bisa mengenai siapa saja, baik sosio-ekonomi mapan maupun kurang, anak-anak atau¬pun de¬wasa dan semua etnis (Faisal Ya¬tim da¬lam Kasih, 2006).
Autistik adalah suatu gangguan perkembangan yang kompleks menyangkut
komunikasi, interaksi sosial dan aktivitas imajinasi. Gejalanya mulai tampak
sebelum anak berusia 3 tahun. Bahkan pada autistik infantil gejalanya sudah
ada sejak lahir. Penyandang autisme seolah-olah hidup dalam dunianya sendiri. Istilah autisme baru diper¬kenalkan sejak tahun 1913 oleh Leo Kanner, sekalipun kelainan itu sudah ada sejak berabad-abad yang lampau. Au¬tisme bukan suatu gejala penyakit tetapi berupa sindroma (kumpulan gejala) di¬mana terjadi penyimpangan per¬kem¬bangan sosial, kemam¬puan berbahasa, dan kepedulian terhadap se¬kitar sehingga a¬nak autisme seperti hidup da¬lam dunia¬nya sen¬diri (Handojo, 2003).
Diperkirakan 75%-80% penyandang autis ini mempunyai retardasi mental,
sedangkan 20% dari mereka mempunyai kemampuan yang cukup tinggi untuk
bidang-bidang tertentu (savant).

Karakteristik Penderita Autisme
Anak autistik mempunyai masalah/gangguan dalam bidang:
1. Komunikasi:
o Perkembangan bahasa lambat atau sama sekali tidak ada.
o Anak tampak seperti tuli, sulit berbicara, atau pernah berbicara tapi kemudian sirna,
o Kadang kata-kata yang digunakan tidak sesuai artinya.
o Mengoceh tanpa arti berulang-ulang, dengan bahasa yang tak dapat dimengerti orang lain
o Bicara tidak dipakai untuk alat berkomunikasi
o Senang meniru atau membeo (echolalia)
o Bila senang meniru, dapat hafal betul kata-kata atau nyanyian tersebut tanpa mengerti artinya
o Sebagian dari anak ini tidak berbicara ( non verbal) atau sedikit berbicara (kurang verbal) sampai usia dewasa
o Senang menarik-narik tangan orang lain untuk melakukan apa yang ia inginkan, misalnya bila ingin meminta sesuatu
2. Interaksi sosial:
o Penyandang autistik lebih suka menyendiri
o Tidak ada atau sedikit kontak mata, atau menghindar untuk bertatapan
o tidak tertarik untuk bermain bersama teman
o Bila diajak bermain, ia tidak mau dan menjauh
3. Gangguan sensoris:
o sangat sensistif terhadap sentuhan, seperti tidak suka dipeluk
o bila mendengar suara keras langsung menutup telinga
o senang mencium-cium, menjilat mainan atau benda-benda
o tidak sensitif terhadap rasa sakit dan rasa takut
4. Pola bermain:
o Tidak bermain seperti anak-anak pada umumnya,
o Tidak suka bermain dengan anak sebayanya,
o tidak kreatif, tidak imajinatif
o tidak bermain sesuai fungsi mainan, misalnya sepeda dibalik lalu rodanya di putar-putar
o senang akan benda-benda yang berputar, seperti kipas angin, roda sepeda,
o dapat sangat lekat dengan benda-benda tertentu yang dipegang terus dan dibawa kemana-mana
5. Perilaku:
o dapat berperilaku berlebihan (hiperaktif) atau kekurangan (hipoaktif)
o Memperlihatkan perilaku stimulasi diri seperti bergoyang-goyang, mengepakkan tangan seperti burung, berputar-putar, mendekatkan mata ke pesawat TV, lari/berjalan bolak balik, melakukan gerakan yang diulang-ulang
o tidak suka pada perubahan
o dapat pula duduk bengong dengan tatapan kosong
6. Emosi:
o sering marah-marah tanpa alasan yang jelas, tertawa-tawa, menangis tanpa alasan
o temper tantrum (mengamuk tak terkendali) jika dilarang atau tidak diberikan keinginannya
o kadang suka menyerang dan merusak
o Kadang-kadang anak berperilaku yang menyakiti dirinya sendiri
o tidak mempunyai empati dan tidak mengerti perasaan orang lain


Pendekatan Pembelajaran
Ada beberapa model pendekatan pembelajaran bagi penderita autisme. Pendekatan pembelajaran tersebut didapat melalui pendidikan formal dan pendidikan di rumah. Pendidikan di rumah tersebut adalah pendidikan atau pengajaran yang diberikan secara khusus oleh orang tua dengan metode yang berbeda sebagai bekal awal bagi anak yang menderita autistik. Pendidikan tersebut berupa terapi-terapi khusus.
Sebelum/sembari mengikuti pendidikan formal (sekolah). Anak autistik dapat dilatih melalui terapi sesuai dengan kondisi dan kebutuhan anak antara lain:
1. Terapi Wicara: Untuk melancarkan otot-otot mulut agar dapat berbicara lebih baik.
2. Terapi Okupasi : untuk melatih motorik halus anak.
3. Terapi Bermain : untuk melatih mengajarkan anak melalui belajar sambil bermain.
4. Terapi medikamentosa/obat-obatan (drug therapy) : untuk menenangkan anak melalui pemberian obat-obatan oleh dokter yang berwenang.
5. Terapi melalui makan (diet therapy) : untuk mencegah/mengurangi tingkat gangguan autisme.
6. Sensory Integration therapy : untuk melatih kepekaan dan kordinasi daya indra anak autis (pendengaran, penglihatan, perabaan)
7. Auditory Integration Therapy : untuk melatih kepekaan pendengaran anak lebih sempurna
8. Biomedical treatment/therapy : untuk perbaikan dan kebugaran kondisi tubuh agar terlepas dari faktor-faktor yang merusak (dari keracunan logam berat, efek casomorphine dan gliadorphine, allergen, dsb)
9. Hydro Therapy : membantu anak autistik untuk melepaskan energi yang berlebihan pada diri anak melalui aktifitas di air.
10. Terapi Musik : untuk melatih auditori anak, menekan emosi, melatih kontak mata dan konsentrasi.
Terapi-terapi di atas dapat diberikan oleh terapis yang berpengalaman, namun ada baiknya peran serta orang tua sangatlah diperlukan disini, dan hendaknya perlakuan dan kasih sayang orang tua akan memberikan efek yang sangat baik bagi perkembangan mental anak. Peran orang tua dan guru/terapis dalam mengembangkan po¬tensi amak secara menyeluruh sangatlah besar. Dibutuhkan usaha dan kerja keras tanpa henti serta kesediaan untuk men-coba berbagai cara untuk menggali potensi anak dan mengem¬bang¬kannya se¬optinal mungkin.
Pendekatan pembelajaran bagi penderita autistik adalah sebagai berikut:
A. Program Intervensi Dini:
1. Discrete Trial Training dari Lovaas: Merupakan produk dari Lovaas dkk pada Young Autistikm Project di UCLA USA, walaupun kontroversial, namun mempunyai peran dalam pembelajaran dan hasil yang optimal pada anak-anak penyandang autistik. Program Lovaas (Program DTT) didasari oleh model perilaku kondisioning operant (Operant Conditioning) yang merupakan faktor utama dari program intensive DTT. Pengertian dari Applied Behavioral Analysis (ABA), implementasi dan evaluasi dari berbagai prinsip dan tehnik yang membentuk teori pembelajaran perilaku (behavioral learning), adalah suatu hal yang penting dalam memahami teori perilaku Lovaas ini. Metode ini dipilih karena beberapa alasan, antara lain karena metode ini sangat terstruktur sehingga dengan mu¬dah dapat diajarkan kepada tera¬pis yang akan menangani anak autis. Materi yang akan diajarkan dengan metode ini juga telah tersedia walaupun harus diter¬jemahkan dan disesuaikan dari bahasa Inggris ke ba¬hasa Indonesia.
Teori pembelajaran perilaku (behavioral learning) didasari oleh 3 hal:
• Perilaku secara konseptual meliputi 3 term penting yaitu antecedents/perilaku yang lalu, perilaku, dan konsekwensi.
• Stimulus antecendent dan konsekwensi sebelumnya akan berefek pada reaksi perilaku yang muncul.
• Efektifitas pengajaran berkaitan dengan kontrol terhadap antecendent dan konsekwensi. Yaitu dengan memberikan reinforcement yang positif sebagai kunci dalam merubah perilaku. Sehingga perilaku yang baik dapat terus dilakukan, sedangkan perilaku buruk dihilangkan (melalui time out, hukuman, atau dengan kata tidak).
Dalam teknisnya, DTT terdiri dari 4 bagian yaitu:
• stimuli dari guru agar anak berespons
• respon anak
• konsekwensi
• berhenti sejenak,dilanjutkan dengan perintah selanjutnya
2. Intervensi LEAP (Learning Experience and Alternative Program for preschooler and parents)
Intervensi LEAP menggabungkan Developmentallly Appropriate Practice (DAP) dan teknik ABA dalam sebuah program inklusi dimana beberapa teori pembelajaran yang berbeda digabungkan untuk membentuk sebuah kerangka konsep. Meskipun metoda Ini menerima berbagai kelebihan dan kekurangan pada anak-anak penyandang autistik, titik berat utama dari teori dan implementasi praktis yang mendasari program ini adalah perkembangan sosial anak. Oleh sebab itu, dalam penerapan ini teori autistik memusatkan diri pada central social deficit. Melalui beragamnya pengaruh teoritis yang diperolehnya, model LEAP menggunakan teknik pengajaran reinforcement dan kontrol stimulus. Prinsip yang mendasarinya adalah :
1. Semua anak mendapat keuntungan dari lingkungan yang terpadu
2. Anak penyandang autistik semakin membaik jika intervensi berlangsung konsisten baik di rumah, sekolah, maupun masyarakat
3. Keberhasilan semakin besar jika orang tua dan guru bekerja bersama-sama
4. Anak penyandang autistik bisa saling belajar dari teman-teman sebaya mereka
5. Intervensi haruslah terancang, sistematis, individual
6. Anak-anak yang memiliki kebutuhan khusus dan yang normal akan mendapat keuntungan dari kegiatan yang mencerminkan DAP. Kerangka konsep DAP berdasarkan teori perilaku, prinsip DAP dan inklusi.
3. Floor Time:
Pendekatan Floor Time berdasarkan pada teori perkembangan interaktif yang mengatakan bahwa perkembangan ketrampilan kognitif dalam 4 atau 5 tahun pertama kehidupan didasarkan pada emosi dan relationship (Greenspan & Wieder 1997a). Jadi hubungan pengaruh dan interaksi merupakan komponen utama dalam teori dan praktek model ini.
Greenspan dkk mengembangkan suatu pendekatan perkembangan terintegrasi untuk intervensi anak yang mempunyai kesulitan besar (severe) dalam berhubungan (relationship) dan berkomunikasi, dan tehnik intervensi interaktif yang sistematik inilah yang disebut Floor Time. Kerangka konsep program ini diantaranya:
• relationship
• acuan (milestone) sosial yang spesifik
• hipotetikal tentang autistik
4. TEACCH (Treatment and Education of Autistik and Related Comonication Handicapped Children)
Divisi TEACCH merupakan program nasional di North Carolina USA, yang melayani anak penyandang autistik, dan diakui secara internasional sebagai sistem pelayanan yang tidak terikat/bebas. Dibandingkan dengan ketiga program yang telah dibicarakan, program TEACCH menyediakan pelayanan yang berkesinambungan untuk individu, keluarga dan lembaga pelayanan untuk anak penyandang autistik. Penanganan dalam program ini termasuk diagnosa, terapi/treatment, konsultasi, kerjasama dengan masyarakat sekitar, tunjangan hidup dan tenaga kerja, dan berbagai pelayanan lainnya untuk memenuhi kebutuhan keluarga yang spesifik. Para terapis dalam program TEACCH harus memiliki pengetahuan dalam berbagai bidang termasuk, speech pathology, lembaga kemasyarakatan, intervensi dini, pendidikan luar biasa dan psikologi. Konsep pembelajaran dari model TEACCh berdasarkan tingkah laku, perkembangan dan dari sudut pandang teori ekologi, yang berhubungan erat dengan teori dasar autisme.
Untuk program terapi intervensi dini Erba dalam American Journal of Orthopsychiatry yang dilansir pada Januari 2000, empat program intervensi dini bagi anak autistik, yaitu Discrete Trial Training (DTT), Learning Experience an Alternative Program for preshoolers and parents (LEAP), Floor Time, dan Treatment and Education of Autistic and related Communication handicapped CHildren (TEACCH).
Program DTT adalah program individu yang berdasarkan kekurangan pada anak (child’s deficits), namun program intervensinya mengikuti suatu bentuk kurikulum standar. “Meski profil anak menentukan program awal, tetapi semua anak harus menguasai bahan yang sama untuk semua perintah,” kata Tri Gunadi.
Pada program Lovaas, orangtua diminta menyediakan 10 jam dari 40 jam terapi setiap minggunya dan orangtua dilatih dalam melakukan prosedur terapi. Pada Floor Time orangtua juga dilatih selaku terapis, dan program didasari kekurangan anak itu sendiri(child’s deficits). Baik DTT dan Floor Time dilakukan terutama dirumah. Sebaliknya intervensi dini pada TEACCH dan program LEAP dilakukan di lingkungan sekolah (center) dengan dukungan konsultatif dan bantuan untuk program dirumah.

Para orangtua harus turut serta secara aktif dalam program terapi, tetapi tidak diminta untuk melakukan intervensi one on one untuk anak-anaknya. TEACCH didasari kelebihan anak, sedangkan LEAP didasari kelemahannya. Semua program menekankan pentingnya program intensif, namun besar waktu intervensi berkisar antara 15 sampai 40 jam per minggu.
Anak autistik yang mendapatkan program intervensi dini dan terapi penunjang lainnya, dipersiapkan secara baik dalam kelas transisi serta mendapat kesempatan ikut serta dalam pendidikan lanjutan. Tapi, hal itu seharusnya didukung oleh semua pihak, baik guru, teman-teman sekelas, orangtua mereka, serta lingkungan dan masyarakat sekitar.


Layanan Pendidikan Lanjutan
Pada anak autistik yang telah diterapi dengan baik dan memperlihatkan keberhasilan yang menggembirakan, anak tersebut dapat dikatakan "sembuh" dari gejala autistiknya. Ini terlihat bila anak tersebut sudah dapat mengendalikan perilakunya sehingga tampak berperilaku normal, berkomunikasi dan berbicara normal, serta mempunyai wawasan akademik yang cukup sesuai anak seusianya. Pada saat ini anak sebaiknya mulai diperkenalkan untuk masuk kedalam kelompok anak-anak normal, sehingga ia (yang sangat bagus dalam meniru/imitating) dapat mempunyai figur/role model anak normal dan meniru tingkah laku anak normal seusianya.
1. Kelas Terpadu sebagai kelas transisi
Kelas ini ditujukan untuk anak autistik yang telah diterapi secara terpadu dan terrstruktur, dan merupakan kelas persiapan dan pengenalan akan pengajaran dengan kurikulum sekolah biasa, tetapi melalui tata cara pengajaran untuk anak autistik ( kelas kecil dengan jumlah guru besar, dengan alat visual/gambar/kartu, instruksi yang jelas, padat dan konsisten, dsb).
Tujuan kelas terpadu adalah untuk membantu anak dalam mempersiapkan transisi ke sekolah reguler dan belajar secara intensif pelajaran yang tertinggal di kelas reguler, sehingga dapat mengejar ketinggalan dari teman-teman sekelasnya
Prasyarat:
1. Diperlukan guru SD dan terapis sebagai pendamping, sesuai dengan keperluan anak didik (terapis perilaku, terapis bicara, terapis okupasi dsb)
2. Kurikulum masing-masing anak dibuat melalui pengkajian oleh satu team dari berbagai bidang ilmu ( psikolog, pedagogi, speech patologist, terapis, guru dan orang tua/relawan)
3. Kelas ini berada dalam satu lingkungan sekolah reguler untuk memudahkan proses transisi dilakukan ( mis: mulai latihan bergabung dengan kelas reguler pada saat olah raga atau istirahat atau prakarya dsb)
2. Program inklusi (mainstreaming)
Program ini dapat berhasil bila ada:
1. Keterbukaan dari sekolah umum
2. Test masuk tidak didasari hanya oleh test IQ untuk anak normal
3. Peningkatan SDM/guru terkait
4. Proses shadowing/dapat dilaksanakan Guru Pembimbing Khusus (GPK)
5. Idealnya anak berhak memilih pelajaran yang ia mampu saja (Mempunyai IEP/Program Pendidikan Individu sesuai dengan kemampuannya)
6. Anak dapat tamat (bukan lulus) dari sekolahnya karena telah selesai melewati pendidikan di kelasnya bersama-sama teman sekelasnya/peers.
7. Tersedianya tempat khusus (special unit) bila anak memerlukan terapi 1:1 di sekolah umum
Anak autistik mempunyai cara berpikir yang berbeda dan kemampuan yang tidak merata disemua bidang, misalnya pintar matematika tapi tidak suka menulis dsb.
Kesulitan-kesulitan anak pada bulan-bulan pertama antara lain:
1. Kesulitan berkonsentrasi
2. Anak belum dapat mengikuti instruksi guru
3. Perilaku anak masih sulit diatur
4. Anak berbicara/mengoceh atau tertawa sendiri pada saat belajar
5. Timbul tantrum bila tidak mampu mengerjakan tugas
6. Komunikasi belum lancar dan tidak runtut dalam bercerita
7. Pemahaman akan materi sangat kurang
8. Belum mau bermain dan berkerjasama dengan teman-temannya
Pada bulan-bulan pertama ini sebaiknya anak autistik didampingi oleh seorang terapis yang berfungsi sebagai shadow/guru pembimbing khusus (GPK). Tugas seorang shadow guru pembimbing khusus (GPK) adalah:
1. Menjembatani instruksi antara guru dan anak
2. Mengendalikan perilaku anak dikelas
3. Membantu anak untuk tetap berkonsentrasi
4. Membantu anak belajar bermain/berinteraksi dengan teman-temannya
5. Menjadi media informasi antara guru dan orangtua dalam membantu anak mengejar ketinggalan dari pelajaran dikelasnya.
Guru pembimbing khusus adalah seseorang yang dapat membantu guru kelas dalam mendampingi anak penyandang autistik pada saat diperlukan, sehingga proses pengajaran dapat berjalan lancar tanpa gangguan. Guru kelas tetap mempunyai wewenang penuh akan kelasnya serta bertanggung jawab atas terlaksananya peraturan yang berlaku.
3. Sekolah Khusus:
Pada kenyataannya dari kelas Terpadu terevaluasi bahwa tidak semua anak autistik dapat transisi ke sekolah reguler. Anak-anak ini sangat sulit untuk dapat berkonsentrasi dengan adanya distraksi di sekeliling mereka. Beberapa anak memperlihatkan potensi yang sangat baik dalam bidang tertentu misalnya olah raga, musik, melukis, komputer, matematika, ketrampilan dsb. Anak-anak ini sebaiknya dimasukkan ke dalam Kelas khusus, sehingga potensi mereka dapat dikembangkan secara maksimal.
Contoh sekolah khusus: Sekolah ketrampilan, Sekolah pengembangan olahraga, Sekolah Musik, Sekolah seni lukis, Sekolah Ketrampilan untuk usaha kecil, Sekolah komputer, dlsb.
4. Program sekolah dirumah (Homeschooling Program):
Adapula anak autistik yang bahkan tidak mampu ikut serta dalam Kelas Khusus karena keterbatasannya, misalnya anak non verbal, retardasi mental, masalah motorik dan auditory dsb. Anak ini sebaiknya diberi kesempatan ikut serta dalam Program Sekolah Dirumah (Homeschooling Program). Melalui bimbingan para guru/terapis serta kerjasama yang baik dengan orangtua dan orang-orang disekitarnya, dapat dikembangkan potensi/strength anak. Kerjasama guru dan orangtua ini merupakan cara terbaik untuk mengeneralisasi program dan membentuk hubungan yang positif antara keluarga dan masyarakat. Bila memungkinkan, dengan dukungan dan kerjasama antara guru sekolah dan terapis di rumah anak-anak ini dapat diberi kesempatan untuk mendapat persamaan pendidikan yang setara dengan sekolah reguler/SLB untuk bidang yang ia kuasai. Dilain pihak, perlu dukungan yang memadai untuk keluarga dan masyarakat sekitarnya untuk dapat menghadapi kehidupan bersama seorang autistik.

Kegiatan Belajar Mengajar
Kegiatan belajar mengajar merupakan interaksi antara siswa (anak autistik) yang belajar dan guru pembimbing yang mengajar. Dalam upaya membelajarkan anak autistik tidak mudah. Guru pembimbing sebagai model untuk anak autistik harus memiliki kepekaan, ketelatenan, kreatif dan konsisten di dalam kegiatan pembelajaran yang dilaksanakan. Oleh karena anak autistik pada umumnya mengalami kesulitan untuk memahami dan mengerti orang lain. Maka guru pembimbing diharuskan untuk mampu memahami dan mengerti anak autistik.
Komponen-komponen yang harus ada dalam kegiatan belajar mengajar adalah :
1. Anak didik yakni anak autistik dan anak-anak yang masuk dalam spektrum autistik.
2. Guru pembimbing. Seorang guru pembimbing anak autistik harus memiliki dedikasi, ketelatenan, keuletan dan kreativitas di dalam membelajarkan anak didiknya. Sehingga guru pembimbing harus memahami prinsip-prinsip pendidikan dan pengajaran untuk anak autistik.

Prinsip-prinsip Pendidikan dan Pengajaran
Pendidikan dan pengajaran anak autistik pada umumnya dilaksanakan berdasarkan pada prinsip-prinsip sebagai berikut:
a. Terstruktur
Pendidikan dan pengajaran bagi anak autistik diterapkan prinsip terstruktur, artinya dalam pendidikan atau pemberian materi pengajaran dimulai dari bahan ajar/materi yang paling mudah dan dapat dilakukan oleh anak. Setelah kemampuan tersebut dikuasai, ditingkatkan lagi ke bahan ajar yang setingkat diatasnya namun merupakan rangkaian yang tidak terpisah dari materi sebelumnya. Struktur pendidikan dan pengajaran bagi anak autistik meliputi :
• waktu
• ruang, dan
• kegiatan
b. Terpola
Kegiatan anak autistik biasanya terbentuk dari rutinitas yang terpola dan terjadwal, baik di sekolah maupun di rumah (lingkungannya), mulai dari bangun tidur sampai tidur kembali. Oleh karena itu dalam pendidikannya harus dikondisikan atau dibiasakan dengan pola yang teratur.
Namun, bagi anak dengan kemampuan kognitif yang telah berkembang, dapat dilatih dengan memakai jadwal yang disesuaikan dengan situasi dan kondisi lingkungannya, supaya anak dapat menerima perubahan dari rutinitas yang berlaku (menjadi lebih fleksibel). Diharapkan pada akhirnya anak lebih mudah menerima perubahan, mudah menyesuaikan diri dengan lingkungan (adaptif) dan dapat berperilaku secara wajar (sesuai dengan tujuan behavior therapi).
c. Terprogram
Prinsip dasar terprogram berguna untuk memberi arahan dari tujuan yang ingin dicapai dan memudahkan dalam melakukan evaluasi. Prinsip ini berkaitan erat dengan prinsip dasar sebelumnya. Sebab dalam program materi pendidikan harus dilakukan secara bertahap dan berdasarkan pada kemampuan anak, sehingga apabila target program pertama tersebut menjadi dasar target program yang kedua, demikian pula selanjutnya.
d. Konsisten
Dalam pelaksanaan pendidikan dan terapi perilaku bagi anak autistik, prinsip konsistensi mutlak diperlukan. Artinya : apabila anak berperilaku positif memberi respon positif terhadap susatu stimulan (rangsangan), maka guru pembimbing harus cepat memberikan respon positif (reward/penguatan), begitu pula apabila anak berperilaku negatif (Reniforcement) Hal tersebut juga dilakukan dalam ruang dan waktu lain yang berbeda (maintenance) secara tetap dan tepat, dalam arti respon yang diberikan harus sesuai dengan perilaku sebelumnya.
Konsisten memiliki arti "Tetap", bila diartikan secara bebas konsisten mencakup tetap dalam berbagai hal, ruang, dan waktu. Konsisten bagi guru pembimbing berarti; tetap dalam bersikap, merespon dan memperlakukan anak sesuai dengan karakter dan kemampuan yang dimiliki masing-masing individu anak autistik. Sedangkan arti konsisten bagi anak adalah tetap dalam mempertahankan dan menguasai kemampuan sesuai dengan stimulan yang muncul dalam ruang dan waktu yang berbeda. Orang tua pun dituntut konsisten dalam pendidikan bagi anaknya, yakni dengan bersikap dan memberikan perlakukan terhadap anak sesuai dengan program pendidikan yang telah disusun bersama antara pembimbing dan orang tua sebagai wujud dari generalisasi pembelajaran di sekolah dan dirumah.
e. Kontinyu
Pendidikan dan pengajaran bagi anak autistik sebenarnya tidak jauh berbeda dengan anak-anak pada umumnya. Maka prinsip pendidikan dan pengajaran yang berkesinambungan juga mutlak diperlukan bagi anak autistik. Kontinyu disini meliputi kesinambungan antara prinsip dasar pengajaran, program pendidikan dan pelaksanaannya. Kontinyuitas dalam pelaksanaan pendidikan tidak hanya di sekolah, tetapi juga harus ditindaklanjuti untuk kegiatan dirumah dan lingkungan sekitar anak. Kesimpulannya, therapi perilaku dan pendidikan bagi anak autistik harus dilaksanakan secara berkesinambungan, simultan dan integral (menyeluruh dan terpadu).
3. Kurikulum
Dalam pelaksanaan pendidikan dan pengajaran bagi anak autistik tentunya harus berdasarkan pada kurikulum pendidikan yang berorientasi pada kemampuan dan ketidak mampuan anak dengan memperhatikan deferensiasi masing-masing individu.
4. Pendekatan dan Metode
Pendidikan dan pengajaran bagi anak autistik menggunakan Pendekatan dan program individual. Sedangkan metode yang digunakan adalah merupakan perpaduan dari metode yang ada, dimana penerapannya disesuaikan kondisi dan kemampuan anak serta materi dari pengajaran yang diberikan kepada anak. Metode dalam pengajaran anak autistik adalah metode yang memberikan gambaran kongkrit tentang "sesuatu", sehingga anak dapat menangkap pesan, informasi dan pengertian tentang "sesuatu" tersebut.

Faktor Penentu Keberhasilan Pendidikan dan Pengajaran bagi Anak Autistik.
Tingkat keberhasilan pelaksanaan program pendidikan dan pengajaran anak autistik dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu :
1. Berat/ringannya kelainan/gejala
2. Usia pada saat diagnosis
3. Tingkat kemampuan berbicara dan berbahasa
4. Tingkat kelebihan (streng) dan kekurangan (weakness) yang dimiliki anak.
5. Kecerdasan/IQ
6. Kesehatan dan kestabilan emosi anak
7. Terapi yang tepat dan terpadu meliputi guru, kurikulum, metode, sarana pendidikan, lingkungan (keluarga, sekolah dan masyarakat).

Kesimpulan
Setiap manusia dilahirkan memiliki kekurangan dan kelebihan masing-masing. Anak dengan perlakuan khusus seperti penderita autisme juga membutuhkan pendidikan dan pembelajaran yang akan menunjang kebutuhaknnya akan ilmu pengetahuan.
Fungsi seorang pendidik dalam menangani penderita autisme adalah selain sebagai seorang guru, juga menjadi partner dalam proses berlangsungnya penyembuhan dan penanganan anak tersebut.
Tujuan utama dari memahami model pembelajaran ini terhadap anak yang khusus (autis) adalah mengurangi gejala perilaku yang mem¬pengaruhi fungsi perkem¬bangan anak dan mendorong mengem¬bangkan fungsi perkembangan anak seperti me¬ngem¬¬bangkan kemampuan ber¬bahasa, ting¬kah laku, penyesuaian diri, sosia¬lisasi, dan ke¬tra¬m¬pilan bina diri. Jika guru dan orang tua akan me¬ngembangkan pro¬gram, maka terlebih dahulu tentukan tujuan yang akan dicapai dan dilihat kemungkinan-kemungkinan yang dapat dicapai anak.

Daftar Pustaka
http://arcivmetri.wordpress.com/2008/08/15/desain-ruang-terapi-bagi-anak-autis/
http://autismadiun.blogspot.com/
http://lavender2night.multiply.com/journal/item/15/KEBIJAKAN_PELAYANAN_Pendidikan_Bagi_Anak_Autis
http://puterakembara.org/index.shtml
http://rizkyp13.multiply.com/journal/item/14/INFORMASI_MENGENAI_AUTISME
http://unhalu.ac.id/staff/La_Tahang/?p=30
http://www.borobudurbiz.com/
http://www.ditplb.or.id
http://www.whandi.net/index.php




12.7.09

Resensi: Menuju Jama’atul Muslimin,


Judul Buku : Menuju Jama’atul Muslimin, Telaah Sistem Jama’ah dalam Gerakan Islam
Pengarang : Hussain bin Muhammad bin Ali Jabir, MA
Alih Bahasa : Aunur Rafiq Shaleh Tahmid, Lc
Penerbit : Robbani Press
Cetakan Ke : 5
Tahun Terbit : Juli 2007
Tebal Buku : 427 Halaman

Isi Buku :

Sinopsis

Buku “Menuju Jama’atul Muslimin” ini terdiri dari tiga bab utama. Bagian pertama menjelaskan mengenai Struktur Organisasi Jama’atul Muslmin. Sebelumnya, mengenai konsep jama’ah, dijelaskan bahwa jama’ah diartikan dengan sejumlah besar manusia atau sekelompok manusia yang berhimpun untuk mencapai tujuan yang sama. Dijelaskan berdasar pada tinjauan syari’at Islam yang menunjukkan betapa pentingnya wujud jama’atul muslimin, dimulai dengan pembahasan mengenai umat Islam, baik menurut bahasa maupun berdasarkan letak geografis.

Menurut bahasa, Umat Islam mempunyai banyak arti diantaranya kaum, jama’ah, dan golongan manusia. Pengarang al Mufradat fi Dalalatiha al-‘Arabiyah mengartikan umat adalah setiap jama’ah yang disatukan oleh sesuatu hal; satu agama, satu zaman, atau satu tempat. Baik faktor pemersatu itu dipaksakan ataupun berdasarkan atas pilihan.
Sedangkan berdasarkan secara geografis, titik tolak pembebasan tanah air umat Islam dimulai dari kawasan Darul ‘Adl yaitu Darul Islam. Negara yang bisa disebut sebagai negara Islam yang sebenarnya ialah negara yang dikuasai oleh kekuasaan negara keadilan (darul ‘adl) yaitu negara yang menegakkan Islam dan melindungi hukum-hukumnya serta dipimpin oleh seorang khalifah pemegang imamah. Batas-batas tanah air Islam ini meluas sesuai dengan meluasnya kekuasaan darul ‘adl, meliputi negeri-negeri darul Islam secara umum. Selanjutnya, pemerintahan-pemerintahan Islam ini seluruhnya harus tunduk kepada satu pemerintahan pusat yang dikepalai oleh seorang imam. Jika negeri-negeri itu tidak diperintahkan dengan syari’at Allah oleh para penguasa Islam, serta tidak tuntuk kepada satu kekuasaan pusat, maka tidak bisa disebut darul ‘adl. Batas-batas bagi negara Islam dan tanah airnya meliputi seluruh belahan bumi. Setiap belahan bumi yang tidak diperintah dengan Islam, maka merupakan negeri yang dirampas dan harus dikembalikan kepadanya.
Umat Islam mempunyai akar sejarah yang sangat tua yakni sejak pertama manusia di atas bumi hingga datang penutup para Nabi dan Rasul, Muhammad saw. Umat ini, sepanjang sejarahnya telah menempuh dua periodisasi yakni, pertama sebelum diutusnya Muhammad saw dan kedua dimulai dengan Muhammad saw. Pada periode ini da’wah mulai beralih dari kerangka kekauman yang terbatas, kepada kerangka kemanusiaan yang bersifat umum. Ummat Muhammad yang meliputi segenap manusia terbagi menjadi dua, yakni ummat yang menyambut dan menerima da’wah Rasulullah dan menyatakan diri masuk Islam secara kaffah. Golongan ini disebut sebagai umat yang menerima da’wah. Kedua yakni golongan yang tidak mau menerima da’wah Muhammad saw, dan tidak masuk Islam secara kaffah. Golongan ini menjadi ummat yang harus dida’wahi.
Karakteristik umat Islam dan sendi-sendi utama umat Islam adalah aqidahnya yang bersih dari segala bentuk kemusyrikan, universalitas dan integralitas aqidah, Rabbaniyah, kesempurnaan, keterbatasan dari kekurangan, kepertengahannya, dan fungsinya sebagai saksi atas manusia. Adapun unsur kesatuan ummat Islam adalah kesatuan aqidah, kesatuan ibadah, kesatuan adat dan perilaku, kesatuan sejarah, kesatuan bahasa, kesatuan jalan, kesatuan dustur, dan kesatuan pimpinan.
Selanjutnya dibahas mengenai urgensi syura sebagai lambang tertinggi yang darinya lahir berbagai kebijaksanaan sebagai manifestasi political will umat Islam. Sejalan dengan itu tak mungkin diwujudkan sebuah syura meliputi seluruh umat tanpa adanya imamah atau sistem kepemimpinan. Imam menurut bahasa ialah setiap orang yang dianut oleh suatu kaum, baik mereka berada di jalan lurus atau sesat. Ar Razi dalam tafsirnya mendefinisikan Imam yaitu setiap orang yang diajdikan teladan dalam masalah agama. Berdasarkan ayat-ayat al Qur’an dan pendapat para ulama bahasa, tafsir, dan aqidah, jelas semuanya sepakat bahwa imam adalah lafazh yang berarti kepemimpinan tertinggi di antara mereka; ke atas pundaknya diletakkan tanggung jawab kebaikan mereka dalam agama dan dunia. Imam Mawardi menyebutkan tujuh orang yang layak menjadi imam harus memenuhi persyaratan berikut, yakni ‘adalah (bermoral Islami) berikut semua persyaratannya, ilmu yang dapat mengantarkan kepada ijtihad dalam berbagai kasus dan hukum, sehat panca indera seperti pendengaran, penglihatan, dan lisan, supaya dapat mengetahui sesuatu secara langsung, tidak memiliki cacat anggota badan yang akan menghalangi kesigapan gerak dan kecekatan kerja, mempunyai pandangan yang dapat membawa kepada kebijakan rakyat, memiliki keberanian dan kegigihan untuk melindungi kawan dan memerangi lawan, berketurunan dari Quraisy. Mengenai syarat yang ketujuh ini, para ulama masih memperselisihkannya. Namun banyak hadits yang menunjukkan kemungkinan munculnya khilafah dari selain Quraisy, sekaligus merupakan khilafah yang sah (syar’i) dalam umat Islam di mana seseorang tidak boleh keluar darinya karena hanya bukan dari Quraisy.
Dengan segala karakteristik positifnya telah terbentuk, ditambah lagi denagn adanya lembaga syura yang berjalan di dalam kerangak sebuah imamah, berarti pada saat itulah sebuah jama’atul muslimin telah eksis dengan segala makna hakikatnya.
Tujuan Jama’atul Muslimin, yakni terdiri dai tujuan khusus bagi umat Islam, yakni, pembentukan pribadi-pribadi muslim, pembentukan rumah tangga muslim, pembentukan masyarakat muslim, penyatuan umat. Adapun tujuan umum, yakni agar seluruh manusia mengabdi kepada Allah swt, agar senantiasa memerintahkan yang ma’ruf dan mencegah yang munkar, agar menyampaikan da’wah Islam kepada segenap umat manusia, agar menghapuskan fitnah dari segenap muka bumi, agar memerangi segenap umat manusia sehingga mereka bersaksi dengan persaksian yang benar.

Adapun bagian kedua buku ini yakni membahas jalan menuju jama’atul muslimin. Bagian ke dua ini diawali dengan pembahasan mengenai hukum Islam, karena berdirinya jama’atul muslimin erat kaitannya dengan hukum-hukum Islam tersebut. Sejak da’wah Islam dibawah pimpinan Rasulullah saw mulai digelar di Makkah, turunlah pengarahan-pengarahan Rabbani sesuai dengan keperluan jama’ah dan tuntutan tahapan yang dihadapi oleh jama’ah. Dalam kaitannya dengan jama’ah Islam yang sedang berupaya menegakkan kembali Jama’atul Muslimin dalam kehidupan umat Islam, pengarahan Rabbani dan sunnah Nabawiyah telah diturunkan secara sempurna. Sehingga setiap muslim dan jama’ah Islam dituntut melaksanakan seluruh pengarahan Rabbani dan sunnah Nabawi secara utuh. Hukum Islam dari segi hakikat dan caranya terbagi dua, yakni substansi hukum dan cara pelaksanaan hukum. Kedua bagian hukum ini, dari segi pelakunya, terbagi dua, yakni hukum-hukum yang khusus bagi Muslim sebagai individu dalam umat Islam, dan hukum-hukum yang khusus bagi jama’ah sebagai jama’ah dari umat Islam. Jama’ah umat Islam adalah kelompok atau golongan yang membawa da’wah untuk menegakkan Jama’atul Muslimin pada masa ketiadaannya.
Ajaran Islam bersifat syamil-kamil-mutakamil (menyeluruh-sempurna-dan saling menyempurnakan). Oleh karena Muslim memiliki kemampuan sektoral dan terbatas, tidak mungkin Islam akan tegak secara utuh manakala kaum Muslimin menerapkannya secara individual, namun harus diterapkan secara jama’i (kolektif). Jika Jama’atul Muslimin kita nyatakan tidak ada di masa sekarang ini, maka harus diupayakan jalan menuju terbentuknya Jama’atul Muslimin yaitu dengan adanya jama’ah dari sebagian umat Islam (jama’atun minal Muslimin) yang mengupayakan perwujudannya.
Rasulullah saw sejak masa-masa pertama diturunkan wahyu Ilahi menyadari bahwa tugas mulia ini tidak mungkin dapat dilakukan oleh satu orang manusia tetapi memerlukan suatu jama’ah yang kuat. Dalam perjalanan kepada Rabb-nya, Nabi Ibrahim as mengumumkan hakikat yang merupakan syarat kemenangan da’wah ini, yaitu menegakkan jama’ah yang akan membawa da’wah dan membelanya. Jika jama’ah ini tidak tegak, maka tidak akan pernah kemenangan dagi da’wah. Hakikat ini pun telah dipahami Rasulullah saw sejak awal masa da’wahnya. Dan hakikat ini pula yang harus dipahami oleh setiap da’i Islam. Rasulullah saw mengungkapkan pentingnya jama’ah ini bagi keberhasilan da’wah, dan menyatakan bahwa jama’ah inilah yang akan menentukan eksis atau tidaknya da’wah Islam. Jika telah jelas hakikat ini dari Sirah Rasulullah saw dan kewajban ini pun telah dipahami oleh para da’i Islam, maka setiap Muslim yang menyadari kewajiban da’wah Islam atas dirinya dan ingin bergerak untuk da’wah ini, wajib menjadikan langkah pertamanya dalam kehidupan ini sebagaimana langkah Rasulullah, yaitu mencari jama’ah, atau mewujudkannya, untuk membantunya melaksanakan kewajiban da’wah yang amat berat tersebut.
Adapun rambu-rambu dari sirah Nabi falam menegakkan jama’ah berisi enam karakteristik pokok sebuah jama’ah yaitu:
1. Menyebarkan prinsip-prinsip da’wah
Dalam tahapan ini Rasulullah menempuh dua jalan yakni dengan melakukan kontak pribadi, seperti dilakukan Beliau kepada Khadijah ra dan Ali bin Abi Thalib. Dakwah Islam perlu menempuh jalan ini dalam keadaan permulaan da’wah dan pada saat pemerintah yang berkuasa melarang para aktivis da’wah melakukan aktivitas da’wah secara terang-terangan. Jalan selanjutnya yakni melakukan kontak umum. Cara ini disebut tahapan da’wah secara terang-terangan.
2. Pembentukan da’wah
Pembentukan (takwin) da’wah ini merupakan tindak lanjut dari ramu pertama Sirah Rasulullah saw baik dalam kontak pribadi maupun kontak jama’i. Sisi penataan dalampembinaan jama’ah kadang berlangsung pada tahapan iitishal fardi (kontak priadi) pada rambu pertama, ayitu tahapan sirriyah, dan kadang berlangsug pada tahapan ittishal jama’I (kontak umum) atau kadang berlangsung pada kedua tahapan tersebut.
3. Konfrontasi bersenjata terhadap musuh da’wah
Karakter rambu pertama adalah membagi manusia menjadi dua bagian kelompok pertama, kelompok yang menerima prinsip-prinsip da’wah, menjadi bagian dari rambu kedua, yaitu harus dibina dan dibentuk denagn prinsip-prinsip da’wah, sedangkan kelompok kedua, yakni kelompok yang menentang prinsip-prinsip da’wah menjadi bagian dari rambu ketiga, yaitu harus dihadapi dengan kekuatan senajta agar mereka mau menyerah kepada kekuatan da’wah. Hal itu dilakukan setelah ditegakkan hujjah yang nyata atas mereka pada rambu pertama, berupa penyebaran pikiran-pikiran dan ajaran-ajaran da’wah. Fungsi rambu ketiga ini ialah mempertahankan kelompok yang masuk ke dalam takwin.
4. Sirriyah dalam kerja membina jama’ah
Faktor-faktor yang menajmin keberlangsungan proses pembinaan jama’ah meliputi tiga hal, yakni sirriyah dalam gerak pembinaan jama’ah, bersabar atas segala kesulitan, dan menghindari konfrontasi melawan kebatilan dalam dua tahapan awal yakni penyebaran dan takwin. Maksud sirriyah dalma kerja membina jama’ah ialah membatasi pengetahuan program kerja pada lingkungan pimpinan. Setiap individu dalam kerja sirri ini tidak boleh mengetahui tugas anggota lain, tetapi harus mengatahui tugas pribadinya. Sirriyah merupakan “kotak” tempat menyimpan program amal jama’i dan “tirai” yang menutupi dan melindungi program tersebut. Sirriyah adalah suatu prinsip yang sangat penting dan harus dipegang teguh sepanjang gerakan pembinaan jama’ah, terutama pada tahap-tahap pertama, agar tidak dipukul dalam usia bayi. Sirriyah hanya menyangkut aspek penataan (tanzhim) saja, bukan menyangkut aspek pemikiran atau nilai-nilai Islam yang harus dikemukakan. Para da’i harus memperhatikan rambu ini dan meng-utamakannya dalam gerak mereka. Karena ia merupakan “kunci” keamanan yang akan melindung amal jama’i dari intaian mata-amta musuh yang mengawasinya.
5. Bersabar atas gangguan musuh
Di antara faktor terpenting yang dapat melindungi dtruktur jama’ah pada tahapan takwin ialah kesabaran seluruh anggoa jama’ah dan keberhasilan merekan meredam emosi dalam menghadapi setiapgangguan dan ejekan musuh. Berulang-ulangnya perintah bersabar pada ayat-ayat Makiyah, menunjukkan pentingnya sifat ini dalam memelihara eksistensi jama’ah, terutama pada tahapan takwiniyah.
6. Menghindari medan pertempuran
Kitman (perahasiaan) dan sabar belum cukup ntuk melindungi jama’ah dari gangguan, karena perbedaan kemampuan manusia dalam menerapkan kedua hal tersebut. Juga karena sebagian besar ajaran Islam pasti akan nampak pada par pelakunya dalam bentuk sikap dan perilaku. Karena itu, pimpinan yang bijaksana segera membuat faktor yang lebih aman untuk melindungi jama’ah tersebut. Denagn terpeliharanya eksistensi jama’ah maka akan tercapai kemenangan Islam dan tersebar ajaran-ajarannya. Tetapi jika jama’ah ini hancur, akan menagkibatkan bekunya hukum-hukum Islam dan terhapusnya ajaran-ajarannya. Menjauhi medan pertempuran dalam tahapan takwiniyah merupakan upaya perlindungan bagi pelaksanaan ibadah kepada Allah.
Setelah penjelasan mengenai rambu-rambu jalan menuju terbentuknya Jama’atul Muslimin, berikut dijelaskan tabiat jalan tersebut, yakni jalan ujian dan cobaan. Tabiat jalan ini telah banyak disimpulkan menjadi dua kategori, yakni jalan kebaikan dan keburukan. Tujuan tabiat jalan ini adalah membentuk manusia yang baik melalui perbuatan-perbuatannya, agar dengan demikian pergerakan manusia di atas bumi ini pun menjadi baik. Roda pergerakan manusia di permukaan bumi ini tidak mungkin dapat berjalan seperti yang diinginkan Allah kecuali jika diambil dan dipegang oleh tangan-tangan yang telah digembleng dengan tarbiyah yang dikehendaki Allah, dan tidak mungkin dapat mengetahui ‘tangan-tangan’ yang layak tersebut kecuali setelah melalui berbagai ujian saringan. Ujian-ujian itulah yang disebut tabiat jalan. Dan tangan-tanagn yang layak itulah yang ditetapkan sebagai tujuan dari tabiat jalan yang penuh berkah ini.

Pada bagian ketiga, penulis membahas mengenai jama’ah-jama’ah terpenting yang aktif di medan da’wah Islam. Perjuangan Islam setelah runtuhnya Khilafah Utsmaniyah, dilakukan melalui perjuangan individual (amal fardi) dan melalui per-juangan kolektif (amal jama’i). Ditinjau dari tujuannya, perjuangan kolektif terbagi dalam beberapa bagian, yakni:
a. Perjuangan kolektif ayng tujuannya langsung menegakkan khilafah.
Kelompok ini antara lain, Hizbut Tahrir, Da’wah Ikhwanul Muslimin, Partai Masyumi.
b. Perjuangan kolektif yang tujuan langsungnya da’wah sosial,budaya, dan sufi.
Kelompok ini antara lain Anshar as-Sunnah, Jama’ah Tabligh
c. Perjuangan kolektif yang sudah bubar, sementara yang lain tetap dapat mempertahankan diri.
Dalam pembahasan selanjutnya dibahas mengenai empat kelompok jama’ah sebagai sampel pembahasannya, masing-masing memiliki kecenderunagn yang berbeda. Dalam kaidah penilaian atas jama’ah-jama’ah Islam, kriteria yang menjadi referensi dalam penilaian terhadap organisasi tersebut adalah Islam. Dengan Islam ditinjau tujuan-tujuannya, sarana-sarana untuk mencapai tujuan, serta pemikiran dan karakteristiknya.
Pertama, Jama’ah Anshor as-Sunnah al-Muhammadiyah yang didirikan di Kairo 1345 H yang orientasi dakwahnya kepada seruan sosial dan ilmu pengetahuan. Kedua, Hizbut Tahrir yang didirikan di Yordania pada 1378 H yang orientasi dakwahnya pada seruan politik (as-siyasi). Ketiga, Jama’ah Tabligh yang didirikan di India yang berorientasi pada seruan sufiyyah. Keempat, yang tulisan tentangnya dan aktivitasnya ditulis di akhir karena tlisan tentang itu sangat banyak, yakni Ikhwanul Muslimin yang didirikan di Mesir pada 1347 H. Penulis menganggap bahwa jama’ah ini mewakili gerakan da’wah yang memiliki karakteristik syamil (menyeluruh). Tidak hanya memperhatikan aspek sosial dan ilmu pengetahuan semata, melainkan juga aspek sufiyyah dan siyasiyyah bahkan juga meliputi aspek harakiyyah dan jihadiyyah (pergerakan dan jihad).
Pada akhirnya, karakteristik jalan menuju penegakan khilafah Islamiyah amatlah sulit, sebelum mendapatkan pertolongan dari Allah, penuh dengan berbagai macam hal yang tidak disukai oleh nafsu. Setelah mendapat pertolongan Allah dihiasi dengan berbagai macam syahwat. Yang dituntut adalah tetap teguh berpijak kepada kebenaran dalam kedua situasi tersebut, yakni situasi bala’ dan bujukan. Ada banyak jama’ah Islamiyah yang telah menempuh jalan ini. Di antara jama’ah tersebut ada yang tujuan dan sarananya terbatas sehingga tidak mengantarkannya kepada tujuan yang diharapkan. Menurut syari’at Islam ia tertolak. Ada juga jama’ah yang tujuan dan sarananya lengkap, mencerminkan kesempurnaan dan keluhuran Islam dan diterima menurut syari’at Islam. Jama’ah yang memiliki kesempurnaan dan kekomprehensifan dalam tujuan dan sarananyalah yang layak mendapat loyalitas dan dukungan setiap Muslimin.

Penilaian Terhadap Buku

Setelah membaca buku yang berjudul “Menuju Jama’atul Muslimin, telaah sistem jama’ah dalam gerakan Islam” ini, terdapat beberapa penilaian mengenai konten buku tersebut. Buku karangan Hussain bin Muhammad bin Ali Jabir, MA ini merupakan hasil thesis yang diajukan beliau untuk meraih gelar MA di universitas Islam di Madinah. Karena merupakan hasil thesis, adapun konten dalam isinya merupakan hasil penelitian yang didalamnya terdapat berbagai bukti yang dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah. Berangkat dari penilaian tersebut, saya dalam menilai buku ini murni merujuk pada tulisan yang disampaikan penulis berdasarkan fakta yang disampaikan beliau dalam buku ini.
Saya sampaikan penilaian bahwa buku ini layak untuk dibaca, bahkan penting untuk kita semua sebagai pengemban risalah dakwah. Didalamnya dijelaskan mengenai pentingnya berjamaah dan berpegang teguh pada tali agama Allah secara amal jama’i. dengan alurnya yang pas, penulis menyajikan di muka yakni hakikat makna umat Islam beserta ciri-ciri dan kesatuan yang dimilikinya, dijelaskan juga konsep syura dan imamah yang sangat erat kaitannya dengan konsep jama’ah yang dijadiakn topik oleh penulis. Selanjutnya dijelaskan mengenai jalan menuju jama’atul muslimin yang dimulai dari penjelasan mengenai hukum-hukum Islam dan penegasan bahwa tidak ada parsialisasi dalam menegakan ajaran Islam, dengan demikian berarti pengertian syumuliyyah benar-benar ingin diterapkan dalam kehidupan. Dan pengertian ini juga sejalan dengan alur yang dibawa oleh penulis pada esensi dari buku ini bahwa untuk mewujudkan jama’atul Muslimin diperlukan suatu wadah atau jama’ah yang dalam pencapaian tujuannya harus benar-benar sesuai dengan konsep syumuliyyah tersebut.
Adapun keunggulan dalam buku ini adalah penulis menyampaikan pemikiran dan gagasannya disertai fakta-fakta dan di dalam buku ini juga disertai lampiran-lampiran yang penting sebagai penguat atau bukti atas informasi yang diberikannya. Selain itu, dalam menuliskan urgensi-urgensi pembahasan yang di ulas, penulis juga menyertakan dalil-dalil baik dari al-Qur’an maupun Hadits, serta banyak dikaitkan dengan sirah Rasulullah maupun kisah Nabi-Nabi lainnya yang termaktub dalam Nash al-Qur’an maupun Hadits. Dalam ulasannya tentang jama’ah-jama’ah yang dijadikan contoh atau wakil dari objek penelitiannya, disertakan juga keterangan-keterangan yang terdapat dari dokumen-dokumen maupau buku yang bekaitan denagn jama’ah tersebut. Kelebihan lain yang saya analisis dari buku ini adalah dalam menilai atau meneliti jama’ah-jama’ah tersebut, tidak berdasarkan atas perilaku orang atau pelaku jama’ah tersebut, bahkan ditulis secara khusus alasannya karean akan menjadi tidak objektif penilaiannya apabila didasarkan atas perbuatan pelaku jam’ah tersebut, mengingat keterbatasan manusia yang kadang kala dapat berbuat salah ataupun khilaf. Namun, dalam penelitiannya, penulis menyandarkan pada tujuannya, sarana-sarana untuk mencapai tujuan, serta pemikiran dan karakteristiknya.
Pada bagian akhir buku, penulis memberikan hasil penelitian dan penilainanya terhadap jama’ah objek penelitiannya tersebut. Saya pribadi, menyerahkan penilaian akhir mengenai ending buku ini kepada masing-masing pembaca untuk dapat terlibat dalam amal jama’i sesuai dengan jalan yang dipilih oleh pembaca. Namun, besar harapan penulis maupun saya, agar buku ini dapat menjadi bahan pertimbangan yang penting dalam menentukan langkah pembaca dalam menilai dan mewujudkan Jama’atul Muslimin di muka bumi ini.




Tumis Kacang Panjang vs Usus Ayam







Bahan-bahan:

500 gram usus ayam (yang sudah dibersihkan)
1 buah jeruk ipis
1 ikat kacang panjang
5 siung bawang merah
3 siung bawang putih
5 buah cabe hijau
1 sdm garam
1 sdt gula
8 gram penyedap rasa ayam
3 sdm saus tiram

Cara Membuat:

Cuci usus ayam dengan air sebanyak tiga kali. Pada pencucian terakhir, gunakan perasan jeruk nipis untuk menghilangkan bau amis. Bilas sekali lagi.

Kemudian potong-potong usus ayam sepanjang 3 cm. Potong juga kacang panjang sepanjang 3 cm dan cuci juga kacang panjang hingga bersih.

Iris halus bawang merah, bawang putih, dan cabe.

Panaskan minyak dalam kompor berapi sedang. Kemudian masukkan bawang dan cabe yang telah diiris tipis. Setelah agak layu, masukkan kacang panjang, aduk rata.

Masukkan usus ayam, aduk rata.

Masukkan garam, gula dan penyedap rasa. Tunggu agak lama, masukkan saus tiram, aduk.

Tunggu kira-kira 20 menit atau sampai kacang panjang layu dan mengering, lalu angkat. Sajikan.





Assalamualaikum,…

Akhirnya berhasil juga ngepost masakan. Ini resep masakan yang aku masak hari ini. Simpel, murah, dan yummy. Cocok buat yang baru belajar masak. Dengan budget di bawah 20.000 sudah bisa membuat masakan sendiri yang enak dan lezat. sebenarnya ada poto-potonya,. tapi nih card readernya bermasalah,... ga bisa ngepost poto deh,...

Aku bingung mau nulis apa



Aku bingung mau nulis apa
Beribu sajak mewarnai hari namun ku tak berhenti terpana

Aku bingung mau nulis apa
Untaian kata menari-nari dalam kepala namun ku tak dapat merenda

Aku bingung mau nulis apa
Karena hati tak mampu berkomunikasi dengan kata

Aku bingung mau nulis apa
Jika jiwa dilanda sakit yang membara maka dunia akan terbakar karenanya

Aku bingung mau nulis apa
Mengapa duka tak mampu dirangkai dengan tawa
Agar semuanya indah?
Agar semuanya berkah?
Agar semuanya merekah?

Hmm, aku semakin bingung mau nulis apa
Benar-benar kecewa
Benar-benar luka
Benar-benar sirna

Namun ku harap bisa merangkai kata
Untaian mutiara penyejuk jiwa
Rangkaian warna penghias asa
Jalinan hikmah yang terkatup dalam dada
Penyejuk hati, pelita diri,

Namun aku hilang kata
Tak tau apa yang harus dikata…………..



Aku bingung mau nulis apa
Beribu sajak mewarnai hari namun ku tak berhenti terpana

Aku bingung mau nulis apa
Untaian kata menari-nari dalam kepala namun ku tak dapat merenda

Aku bingung mau nulis apa

profilku




Masa kecil saya dihabiskan di kota tempat saya lahir yakni Samarinda. Sebuah kota yang menyenangkan, kota yang penuh kenangan. Saya bersekolah di TK Handayani, SD di SDN 082 yang sekarang sudah berganti nama yang aku tidak tahu SD berapa, SMP di SMPN 2, SMA di SMA N 2, dan masuk kuliah pada tahun 2007 di Universitas Mulawarman Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Program Studi Pendidikan Fisika. Sekarang akan menginjak tahun ketiga saya duduk di bangku perkuliahan.

Sejak SMP, bahkan SD, saya suka membaca. Novel dan cerita sastra lainnya adalah pilihan favorit saya. Dulu sewaktu SMP, saya ingat sekali aktivitas yang sering saya jalani di sekolah. Menjadi penghuni ruangan paling sepi di sekolah, yaitu perpustakaan. Yang saya lakukan adalah membaca novel. Beruntung sekali saya telah mengenal Marah Rusli, Sutan Takdir Ali Syahbana, Hamka, Chairil Anwar, WS Rendra, Taufik Islail dan sastrawan-sastrawan Indonesia lainnya. Begitu banyak pengalaman yang menark ketika aku mengarungi samudera pemikiran dan karya-karya mereka. Sejak itu saya menyukai karya sastra, jauh sebelum ada adegan di film Ada Apa Dengan Cinta yang menyinggung Chairil Anwar disana. Dan dengan membaca itu, menginspirasi saya untuk menulis. Saya menulis apa saja. Dan yang paling simpel dan mudah adalah merangkai kata lewat puisi. Guruku adalah pujangga-pujangga besar itu.

Idolaku adalah Chairil Anwar. Aku suka gaya bahasanya yang apa adanya. Dan puisinya, tidak banyak namun sangat bermakna. Kata-katanya lugas, dan aku suka karya Chairil Anwar. dulu, aku suka baca karya-karyanya. Bahkan, buku-buku yang membahas karyanya, baik berupa kritikan maupun ulasan sudah habis ku lahap, tapi sekarang sudah lupa. Heran ya ada buku begituan di perpus SMP. Puisi paling kusuka adalah “Aku”, dulu hapal lho. Sekarang masih hapal ngga ya?

Kalau sampai waktuku
'Ku mau tak seorang kan merayu
Tidak juga kau

Tak perlu sedu sedan itu

Aku ini binatang jalang
Dari kumpulannya terbuang

Biar peluru menembus kulitku
Aku tetap meradang menerjang

Luka dan bisa kubawa berlari
Berlari
Hingga hilang pedih peri

Dan aku akan lebih tidak perduli

Aku mau hidup seribu tahun lagi


Dam satu bagian dari puisi Chairil Anwar yang kusuka juga, cukup familiar dan terkenal kalau suka nonton AADC

Bukan maksud mau berbagi nasib
Nasib adalah kesunyian masing-masing

Sekarang aku masih suka baca novel, namun pengalaman SMP ku duu adalah hal yang tidak mungkin aku lupakan.

Sewaktu SMA, saya mengenal organisasi. Saya mengikuti pengkaderan oganisasi pelajar ekstra sekolah yakni Pelajar Islam Indonesia (PII). Organisasi yang menempa saya dan mengubah hidup saya sedemikian dahsyatnya. Saya belajar bersosialisasi dan berorganisasi dari PII ini. Hingga sekarang, saya masih bergabung di PII dan beberapa organisasi mahasiswa lainnya.




Saya bingung kalau harus menceritakan tentang diri saya sendiri,….

Lahir pada tanggal 5 Januari 1990, saya diberi nama Nur Annisa Rahmah. Kata ayah, nama itu berarti “Cahaya Wanita Penyayang”.. Sebuah nama yang indah…… Dari seorang ayah yang bernama Asmuin, dan ibu bernama Kartini, saya terlahir sebagai anak pertama. Adik saya empat. Adik yang pertama bernama Rezza Rahmawan sekarang naik kelas XII IPS di SMA N 2, adik kedua Riski Masita Rahmah yang baru masuk SMP di tempat ayah mengajar, SMP N 34, adik ketiga Elsa Monica Saraswati yang kini naik kelas II SD N 034 dan yang terakhir, baru tiga tahun bernama Andre Kurniawan.

10.7.09

Selalu Ada Hikmahnya




“Minum Rian”. Katanya sembari memberikan air mineral itu dan mengusap punggungnya.

Sementara Rian, membalas dengan senyum pucat dari wajahnya. Segera saja dia guyurkan air itu ke wajahnya, kemudian berjongkok dan meminumnya sedikit. Tak lama, cairan itu keluar lagi meskipun tak sebanyak sebelumnya.

Lima menit. Sepuluh menit. Dan pada menit yang ke lima belas, Rian bangkit dan menuju motornya yang terparkir anggun di dekatnya.

“Hey mau kemana?”. Tanya Mela di sebelahnya.

“Ke kampus”. Jawabnya lemah, kemudian melirik ke arloji silver di tangan kirinya. “Kita sudah terlambat 13 menit”. Dan kemudian, “Hoekkkksss…”. Rian kembali menuju pinggir selokan.

“Udah gak usah kemana-mana sini aja”. Kembali Mela mengelus punggung sahabatnya.

Dengan sisa-sisa kekuatannya dia menjawab pernyataan sahabatnya.

“Ga bisa, sudah bolos tiga kali. Kalo ini ga turun, ngga bakal bisa ujian”.

“Tapi ngga bisa Rian, kamu aja masih begini”.

Sebenarnya dalam keadaan normal, Rian bisa saja memberikan sejuta argumentasi maupun opininya agar Mela menuruti perkataannya. Tapi kan kondisinya beda. Rian juga sadar kalau dia kali ini ngga bisa bawa badannya sendiri, apalagi bawa motor beserta tumpangannya yang imut itu.

“Tapi kalau kita paksain masuk kan ngga bisa juga, kita udah telat nih”.

“Ibunya kan kooperatif, datang jam berapapun ngga masalah, yang penting absen jujur, ngga nitip”.

“Tetap aja ngga bisa. Atau…”. Mela menarik kunci motor yang dibawa Rian pada tangan kirinya. “Ijinkan aku jadi penyelamatmu hari ini oke”

“Tapi Mel,…”

“Naik atau terancam ga bisa ujian?”. Ancam Mela, dan dia tersenyum. Akhirnya bisa menang berdebat dengan Rian.

Rian ngga bisa berpikir jernih. Kepalanya masih nyut-nyutan, dan semakin parah karena dia memikirkan kalau ternyata tidak bisa ujian beneran. Duh, menyesal juga dia mengambil jatah libur terlalu banyak, meskipun sebenarnya untuk alasan yang bisa dimaklumi sebagian kecil orang. Pertama sakit, kedua ada aksi, ketiga ada syuting alias syuro penting.

“Hayuk ibu Rianda Puspa Dewi, kau harus percaya dengan kemampuanku naik motor”.

“Bismillahirrahmanirrahim, jangan takut ya Rian, jangan banyak bergerak”. Kembali Mela mengomandoi.

Dan brumm,…. Motorpun melaju pelan. Benar-benar pelan untuk seukuran Rian. Sepanjang perjalanan Mela tidak henti-hentinya berbicara. Kepala Rian yang sakit, ditambah khawatir akan keselamatan dirinya, sahabatnya, dan motornya, dan juga ancaman ga bisa ujian terus menghantuinya. Jadi wajar saja dia protes gara-gara suara berisik sang pengendara.

“Fokus kedepan, jangan banyak ngobrol, kepalaku pusing nih”. Omel Rian.

“Waduh Rian, kalo aku ngga diajak ngobrol bisa grogi nih. Maklum pertama kali ngebonceng duduk samping begitu”.

“What?”. Sontak Rian tersentak dan membuat motor sedikit bergoyang.

“Sudah dibilang jangan banyak gerak…..”

Dan Rian hanya bisa tertunduk lesu sembari mencium minyak kayu putih yang sedari tadi di genggamnya. ‘Begini ya rasanya jadi penumpang, biasa jadi joki sih’. Gumamnya.

“Rian, ngobrol lagi. Kenapa sih kamu kok bisa muntah-muntah begitu? Habis makan duren ya? Atau habis begadang? Atau…..”. Celoteh Mela.

Rian hanya tersenyum tak mampu menjawab. Mengingat peristiwa-peristiwa yang terjadi dari semalam. Tetangganya baru datang dari Kutai Barat, dan bawa duren sekarung. Benar-benar sekarung. Malam sebelum tidur, dimakanlah dua buah sendirian. Pukul 3 malam, bangun lail lanjut nonton bola sampai subuh. Shalat, setelah itu ingat cucian belum dicuci. Setelah puas main air, buat sarapan pagi. Dan rupanya, si Hitam manis ini lupa belum mengerjakan PR Fismat. Sambil sarapan, Rian tergoda lagi sama bau duren yang sedari tadi malam menghiasi dapurnya.

Kalau tidak ditelepon Mela mungkin Rian ngga sadar kalau sudah nyaris hampir akan telat. Dan waktu tempuh rumah ke kampus yang biasanya setengah jam dipangkas jadi lima belas menit. Dan akhirnya di tengah jalan terjadilah kejadian mual tadi.

“Rian, Rian. Ngga usah cerita aku juga bisa nebak kok. Haha. Dengarkan ya. Hikmah pertama hari ini adalah,,……

Jangan pernah meremehkan kemampuan orang lain. Terbukti kan aku bisa naik motor dan gonceng kamu. Pengalaman pertama nih, hehehe…..

Hikmah nomor dua, jangan menyukai sesuatu secara berlebihan. Ngaku deh, habis makan duren kan? Kamu tuh sih kalau cium bau duren kayak orang kesurupan aja makannya,.

Hikmah nomor tiga,… Sabar ya bu…. Kalau naik motornya sabar, sampai juga kok ngga perlu ngebut.”

Dan memang benar saja, mereka sudah dekat dengan kawasan kampus.

“Hikmah nomor empat, berkendaralah yang sopan selama di jalan. Taati peraturan lalu lintas, kalau mau belok pasang rating, kalau mau jalan pakai helm standar yang baik dan benar”.

Rian panas juga nih dinasehatin yang terakhir ini. ‘Hei Mela, kejadian ini ngga ada hubungannya dengan pelanggaran lalu lintas, kecuali kalau ngebut di jalan itu termasuk pelanggaran, hehe’.

“Ngga punya SIM itu termasuk melanggar lalu lintas lho Mel”. Kata Rian pelan.

“Oh iya ya,.. Hahaha anggap aja itu ngga termasuk”. Jawab Mela renyah, sadar ngga punya SIM saolnya dia.

“Lanjut ah. Hikmah nomor lima, aturlah Rian waktumu itu yang baik. Senangnya ngerjakan sesuatu mepet-mepet. Kalau ada kejadian unpredictable gini kan bisa di antisipasi. Minimal berangkat ke kampus itu 45 menit sebelum kuliah. Terus, kalau ada tugas selesaikan cepat, ga usah tunggu besok. Oke? Mumpung Bu Rianda ngga bisa banyak ngomong sekarang, gantian Mela yang imut ini bicara ya Bu,… hahaha”.

Mereka sudah memasuki kawasan kampus. Dan kemudian keduanya terpaku melihat kelas mereka yang sangat lengang.

“Sebelum bilang hikmah nomor enam, aku mau tanya nih. Kok kampus sepi?”. Tanya Mela gugup.

“Ngga tahu”.

“Ini tanggal merah bukan?”.

“Ngga tahu”.

“Rian, hari ini libur bukan?”. Suara Mela meninggi.

“Ngga tahu. Aduh Mel kepalaku tambah sakit…!”.

“Kepalaku juga.”

Dan hikmah nomor enamnya. Lihat kalender sebelum pergi kuliah…!! Aduh hari libur apa sih hari ini......?”.. Kata Mela setengah berteriak.

“Hikmah nomor enam itu, alhamdulilah hari ini ngga bolos atau terlambat masuk kuliah”. Jawab Rian dengan senyum pucatnya.

Selalu ada hikmah kok di balik setiap kejadian, 








Samarinda, 7 juli 2009



Tiba-tiba saja, motor yang dikendarai dua orang gadis itu mendadak berjalan pelan. Setelah sebelumnya menari-nari di jalan raya denagn kecepatan di atas 60 km per jam, menerobos truk yang sedang melaju dan selamat melewati lubang besar yang menganga di pinggir jalan, mendadak motor itu mengurangi kecepatannya secara drastis, menepi, dan berhenti. Sang pengendara langsung saja melepas helmnya dan berdiri ke tepi selokan, menepiskan jilbabnya yang terjuntai panjang dan mengeluarkan cairan yang sedari tadi mengguncang perutnya.

Sementara Mela, gadis mungil yang sedari tadi terguncang juga dibawa kebut-kebutan oleh pemilik motor, terlihat begitu panik, terlebih ketika mendengar suara-suara yang berasal dari muntahan Rian, sahabatnya. Tak lama dia pergi, dan kembali dengan sebotol air mineral.

Selalu Ada Hikmahnya




“Minum Rian”. Katanya sembari memberikan air mineral itu dan mengusap punggungnya.

Sementara Rian, membalas dengan senyum pucat dari wajahnya. Segera saja dia guyurkan air itu ke wajahnya, kemudian berjongkok dan meminumnya sedikit. Tak lama, cairan itu keluar lagi meskipun tak sebanyak sebelumnya.

Lima menit. Sepuluh menit. Dan pada menit yang ke lima belas, Rian bangkit dan menuju motornya yang terparkir anggun di dekatnya.

“Hey mau kemana?”. Tanya Mela di sebelahnya.

“Ke kampus”. Jawabnya lemah, kemudian melirik ke arloji silver di tangan kirinya. “Kita sudah terlambat 13 menit”. Dan kemudian, “Hoekkkksss…”. Rian kembali menuju pinggir selokan.

“Udah gak usah kemana-mana sini aja”. Kembali Mela mengelus punggung sahabatnya.

Dengan sisa-sisa kekuatannya dia menjawab pernyataan sahabatnya.

“Ga bisa, sudah bolos tiga kali. Kalo ini ga turun, ngga bakal bisa ujian”.

“Tapi ngga bisa Rian, kamu aja masih begini”.

Sebenarnya dalam keadaan normal, Rian bisa saja memberikan sejuta argumentasi maupun opininya agar Mela menuruti perkataannya. Tapi kan kondisinya beda. Rian juga sadar kalau dia kali ini ngga bisa bawa badannya sendiri, apalagi bawa motor beserta tumpangannya yang imut itu.

“Tapi kalau kita paksain masuk kan ngga bisa juga, kita udah telat nih”.

“Ibunya kan kooperatif, datang jam berapapun ngga masalah, yang penting absen jujur, ngga nitip”.

“Tetap aja ngga bisa. Atau…”. Mela menarik kunci motor yang dibawa Rian pada tangan kirinya. “Ijinkan aku jadi penyelamatmu hari ini oke”

“Tapi Mel,…”

“Naik atau terancam ga bisa ujian?”. Ancam Mela, dan dia tersenyum. Akhirnya bisa menang berdebat dengan Rian.

Rian ngga bisa berpikir jernih. Kepalanya masih nyut-nyutan, dan semakin parah karena dia memikirkan kalau ternyata tidak bisa ujian beneran. Duh, menyesal juga dia mengambil jatah libur terlalu banyak, meskipun sebenarnya untuk alasan yang bisa dimaklumi sebagian kecil orang. Pertama sakit, kedua ada aksi, ketiga ada syuting alias syuro penting.

“Hayuk ibu Rianda Puspa Dewi, kau harus percaya dengan kemampuanku naik motor”.

“Bismillahirrahmanirrahim, jangan takut ya Rian, jangan banyak bergerak”. Kembali Mela mengomandoi.

Dan brumm,…. Motorpun melaju pelan. Benar-benar pelan untuk seukuran Rian. Sepanjang perjalanan Mela tidak henti-hentinya berbicara. Kepala Rian yang sakit, ditambah khawatir akan keselamatan dirinya, sahabatnya, dan motornya, dan juga ancaman ga bisa ujian terus menghantuinya. Jadi wajar saja dia protes gara-gara suara berisik sang pengendara.

“Fokus kedepan, jangan banyak ngobrol, kepalaku pusing nih”. Omel Rian.

“Waduh Rian, kalo aku ngga diajak ngobrol bisa grogi nih. Maklum pertama kali ngebonceng duduk samping begitu”.

“What?”. Sontak Rian tersentak dan membuat motor sedikit bergoyang.

“Sudah dibilang jangan banyak gerak…..”

Dan Rian hanya bisa tertunduk lesu sembari mencium minyak kayu putih yang sedari tadi di genggamnya. ‘Begini ya rasanya jadi penumpang, biasa jadi joki sih’. Gumamnya.

“Rian, ngobrol lagi. Kenapa sih kamu kok bisa muntah-muntah begitu? Habis makan duren ya? Atau habis begadang? Atau…..”. Celoteh Mela.

Rian hanya tersenyum tak mampu menjawab. Mengingat peristiwa-peristiwa yang terjadi dari semalam. Tetangganya baru datang dari Kutai Barat, dan bawa duren sekarung. Benar-benar sekarung. Malam sebelum tidur, dimakanlah dua buah sendirian. Pukul 3 malam, bangun lail lanjut nonton bola sampai subuh. Shalat, setelah itu ingat cucian belum dicuci. Setelah puas main air, buat sarapan pagi. Dan rupanya, si Hitam manis ini lupa belum mengerjakan PR Fismat. Sambil sarapan, Rian tergoda lagi sama bau duren yang sedari tadi malam menghiasi dapurnya.

Kalau tidak ditelepon Mela mungkin Rian ngga sadar kalau sudah nyaris hampir akan telat. Dan waktu tempuh rumah ke kampus yang biasanya setengah jam dipangkas jadi lima belas menit. Dan akhirnya di tengah jalan terjadilah kejadian mual tadi.

“Rian, Rian. Ngga usah cerita aku juga bisa nebak kok. Haha. Dengarkan ya. Hikmah pertama hari ini adalah,,……

Jangan pernah meremehkan kemampuan orang lain. Terbukti kan aku bisa naik motor dan gonceng kamu. Pengalaman pertama nih, hehehe…..

Hikmah nomor dua, jangan menyukai sesuatu secara berlebihan. Ngaku deh, habis makan duren kan? Kamu tuh sih kalau cium bau duren kayak orang kesurupan aja makannya,.

Hikmah nomor tiga,… Sabar ya bu…. Kalau naik motornya sabar, sampai juga kok ngga perlu ngebut.”

Dan memang benar saja, mereka sudah dekat dengan kawasan kampus.

“Hikmah nomor empat, berkendaralah yang sopan selama di jalan. Taati peraturan lalu lintas, kalau mau belok pasang rating, kalau mau jalan pakai helm standar yang baik dan benar”.

Rian panas juga nih dinasehatin yang terakhir ini. ‘Hei Mela, kejadian ini ngga ada hubungannya dengan pelanggaran lalu lintas, kecuali kalau ngebut di jalan itu termasuk pelanggaran, hehe’.

“Ngga punya SIM itu termasuk melanggar lalu lintas lho Mel”. Kata Rian pelan.

“Oh iya ya,.. Hahaha anggap aja itu ngga termasuk”. Jawab Mela renyah, sadar ngga punya SIM saolnya dia.

“Lanjut ah. Hikmah nomor lima, aturlah Rian waktumu itu yang baik. Senangnya ngerjakan sesuatu mepet-mepet. Kalau ada kejadian unpredictable gini kan bisa di antisipasi. Minimal berangkat ke kampus itu 45 menit sebelum kuliah. Terus, kalau ada tugas selesaikan cepat, ga usah tunggu besok. Oke? Mumpung Bu Rianda ngga bisa banyak ngomong sekarang, gantian Mela yang imut ini bicara ya Bu,… hahaha”.

Mereka sudah memasuki kawasan kampus. Dan kemudian keduanya terpaku melihat kelas mereka yang sangat lengang.

“Sebelum bilang hikmah nomor enam, aku mau tanya nih. Kok kampus sepi?”. Tanya Mela gugup.

“Ngga tahu”.

“Ini tanggal merah bukan?”.

“Ngga tahu”.

“Rian, hari ini libur bukan?”. Suara Mela meninggi.

“Ngga tahu. Aduh Mel kepalaku tambah sakit…!”.

“Kepalaku juga.”

Dan hikmah nomor enamnya. Lihat kalender sebelum pergi kuliah…!! Aduh hari libur apa sih hari ini......?”.. Kata Mela setengah berteriak.

“Hikmah nomor enam itu, alhamdulilah hari ini ngga bolos atau terlambat masuk kuliah”. Jawab Rian dengan senyum pucatnya.

Selalu ada hikmah kok di balik setiap kejadian, 








Samarinda, 7 juli 2009



Tiba-tiba saja, motor yang dikendarai dua orang gadis itu mendadak berjalan pelan. Setelah sebelumnya menari-nari di jalan raya denagn kecepatan di atas 60 km per jam, menerobos truk yang sedang melaju dan selamat melewati lubang besar yang menganga di pinggir jalan, mendadak motor itu mengurangi kecepatannya secara drastis, menepi, dan berhenti. Sang pengendara langsung saja melepas helmnya dan berdiri ke tepi selokan, menepiskan jilbabnya yang terjuntai panjang dan mengeluarkan cairan yang sedari tadi mengguncang perutnya.

Sementara Mela, gadis mungil yang sedari tadi terguncang juga dibawa kebut-kebutan oleh pemilik motor, terlihat begitu panik, terlebih ketika mendengar suara-suara yang berasal dari muntahan Rian, sahabatnya. Tak lama dia pergi, dan kembali dengan sebotol air mineral.

Ikhlaskan Kakakmu ya Nad,....





“Hehe. Maaf de. Soalnya kakak juga lagi sibuk. Masuk malam ini. Sejam lagi musti pergi”. Jawabnya sembari mengikuti mataku yang menatap jam dinding. Pukul sepuluh malam. “Sebenarnya, kakak memang lupa”.

Sudah kuduga.

“Tadi Marinda yang mengingatkan”.

Mendadak wajahku layu. Meskipun ku sudah menduganya, tapi aku tidak menduga kalau nama itu akan muncul pada pembicaraan malam ini. Mengapa harus disebut namanya? Bisakah kau berbohong atau tidak perlu mengatakan ini? Nadia, sudahlah. Kamu bukan termasuk orang yang terdapat dalam sabda Rasulullah yang memperbolehkan dusta dalam tiga perkara. Kamu kan bukan istrinya. Sudahlah terima saja. Kata hatiku mulai bergemuruh.

Dan suasana menjadi hening. Baik ibu, aku maupun kak Ivan tidak ada yang membuka suara.

“Nadia, kamu mau hadiah apa dari kakak?”. Tanya kak Ivan.

“Ngga usah ka, sebentar lagi juga gajian”. Jawabku. “Sebenarnya ada sih. Ngga tahu kenapa tadi pas baca buku mata kanan ini kok kabur ya? Apa pengaruh umur yang sudah tua kali ya?”. Sambungku lagi.

Dan kemudian, keluarlah beberapa lembar kertas berwarna merah dari dompetnya. Aku tertawa dalam hati. Aku masih seperti yang dulu, yang selalu merengek minta hadiah saat usiaku semakin bertambah. Kali ini sih sebenarnya sudah ngga mau lagi. Tapi berhubung ada yang menawarkan diri dan aku memang butuh kacamata, ku terima saja hadiah ulang tahun dari kakakku itu. Akan panjang pembahasan kalau aku menolaknya.

“Jazakallah ya kak”. Jawabku sembari tersenyum.

“Iya,. Sudah 27 ya. Kapan mau nambahin cucu buat ibu?”. Tanya ka Ivan.

Ini lagi yang di bahas. Aku sudah berusaha menghindari pertanyaan ini seharian dan selalu mendapatkan pertanyaan yang intinya sama. Dan kini ada lagi yang bertanya.

“Belum ketemu jodoh kak”. Jawabku singkat.

“Jodoh harus dicari Nad”.

“Kamu lah Van, carikan temanmu atau siapa gitu yang pantas buat pendamping adikmu”. Dan ibu pun bersuara.

“Sudah tiga kali bu. Ditolak semua sama Nadia. Ivan curiga Nadia punya calon sendiri. Kasitahu lah de, biar kakak bantu prosesnya, kasihan kan Ibu”. Lanjut ka Ivan.

‘Ngga usah bawa-bawa Ibu disini!’. Protesku dalam hati. Dan untuk beberapa saat aku terdiam.

“Biar kakak yang menikah lagi duluan. Baru Nadia. Nadia masih ingin jaga Naila bu. Nadia khawatir Naila bakal terlupa kalau Nadia menikah. Walau bagaimanapun, Naila itu seperti anak Nadia sendiri. Dan Nadia belum akan menikah sebelum kakak mendapatkan ibu yang pantas untuk Naila”. Jawabku tegas.

Tanpa sengaja aku menggiring pembicaraan ke topik yang baru.

“Ya sudah Van, sana cari pengganti Sinta. Biar Nadia juga cepat menikahnya”. Kata Ibu tiba-tiba.

“Lho bu, kok jadi Ivan sekarang yang disuruh menikah?”.

“Lho kamu nda dengar barusan kata-kata adikmu?”. Sela Ibu. “Kamu sendiri sudah punya calon kah Van? Ngga baik menduda terlalu lama”.

“Bingung bu”. Jawab ka Ivan pelan, nyaris tak terdengar. “Sebenarnya ada. Tapi…”

“Nadia ngga setuju dengan Marinda”. Potongku tiba-tiba. Setelah sedari tadi mendengar pembicaraan ibu-anak ini.

Kak Ivan hanya terdiam kaku mendengar pernyataanku barusan. Aku menang disini. Karena apapun pernyataanku selalu akan didukung ibu. Ibu ada bersamaku. Dan penolakanku itu, bukan tanpa alasan. Dan alasan itu selalu kulontarkan setiap kali permasalahan ini muncul ke permukaan.

“Jadi baiknya seperti apa Nadia?”. Sepertinya kak Ivan sudah kehabisan kata-kata.

Aku tertunduk lesu. Menatap kaus kakiku dan memilin ujung jilbab biru muda yang ku kenakan. Tak terasa airmata mengalir deras dari pipiku.

“Nadia hanya ingin……. Kakak mendapatkan isteri yang sebaik almarhumah mba Sinta. Bahkan kalau bisa, lebih baik dari mba Sinta…… Nadia…”. Aku menyeka airmataku dengan ujung tangan gamisku. Sementara ibu, duduk di sebelahku sembari mengelus punggung kurusku.

“Nadia hanya ingin…….. Naila mendapat…….. ibu yang terbaik…… Itu sebenarnya kado ulang tahun yang Nadia inginkan dari kakak”.

Dan hening kembali terjadi. Hingga kami mendengar dengan jelas tangis Naila dari kakarku. Aku berlari menuju kamar. Menutup pintu, melepas jilbab dan kaus kakiku kemudian berbering di sampingnya. Terdengar nyaring Naila memanggil kata ‘umi’, kata yang dulu pertama kali di ucapkannya. Aku mengelus penuh cinta pada gadis mungil piatu ini. Menyadari keberadaanku di sampingnya, Naila kembali melanjutkan tidur dan aku meneruskan tangisku pelan. Beberapa bulan ini, dia tidak lagi tinggal bersamaku. Berdua dengan ayahnya. Kecuali kalau kak Ivan tugas malam seperti ini, maka aku lagi yang menemaninya.

Kado itu, begitu beratkah untuk kau berikan padaku kak?

Air mataku kembali meleleh deras. Dan ku lihat ibu membuka pintu kamarku dan tersenyum, dan kembali menutup pintu. Setelahnya aku mendengar suara motor yang semakin lama semakin tak terdengar.

Hupft…. Aku menepis perasaan yang seringkali hinggap di benakku. Apa ini cinta? Tidak. Aku tidak boleh mencintai dia. Dia kakakku. Cukup cinta itu sebagai seorang kakak saja. Bukan cinta yang lain.

Tapi tetap saja ngga bisa. Aku pun juga tidak bisa mencintai dia sebagai kakak. Karena pada kenyataannya dia bukanlah kakak kandungku. Dia bukan mahrom bagiku.

Astaghfirullah, keluar lagi air mataku.

Aku adalah Naila masa lalu. Terlahir dari seorang ibu yang langsung tiada ketika melahirkanku, dan dicampakkan oleh ibu tiri yang telah merebut kasih sayang dari bapakku. Dan kemudian, ibu Rahmah mengambilku, menyelamatkan masa depanku dan memelihara bersama anak lelaki tunggalnya yang lebih tua dua tahun dariku. Dan aku bahagia karena ibu begitu sayang padaku.

Dan aku tidak mau nasib yang sama padaku menimpa Naila ku.

Ah cinta. Apakah cinta membukakan mata dan menulikan telinga. Sehingga ku biarkan dua orang itu terluka? Tiga, bukan dua. Ibu juga. Tapi, bukan itu alasan aku menolaknya. Aku tahu siapa Marinda.

Aku menangis tersedu. Ketidaksukaanku pada Marinda bukan tanpa alasan. Mba Marin, biasa ku memanggilnya begitu, adalah sosok akhwat yang lebih tua setahun dariku. Wajahnya begitu cantik dan baik. Sangat baik malah. Akhir-akhir ini dia mencoba untuk dekat dengan keluarga kami. Terutama denagn ibu dan Naila. Tidak ada alasan untuk menolaknya menjadi calon istri. Dia nyaris sempurna di mata manusia. Cantik, karir bagus, reputasi bagus, dan berasal dari keluarga terpandang. Dan dibanding aku, aku tidak ada apa-apanya.

Hanya saja, banyak gaya hidupnya yang tidak berkesesuaian dengan gaya hidup keluarga kami. Ada ketakutan yang sangat besar melanda hatiku. Aku takut, kakakku tidak mampu mengimbangi hidupnya dan aku takut, didikanku pada Naila akan berubah secara sangat drastis. Aku takut dia tidak bisa menerima seorang kakakku yang hanya seorang pegawai kantoran biasa, yang dengan gaji bulanan yang tidak sebanding dengan kebutuhan hidupnya. Aku takut dia tidak bisa menerima status duda kakakku yang ditinggal istrinya ketika melahirkan. Aku takut dia tidak mampu menjadi ibu bagi ananknya. Aku takut. Dan seribu ketakutan melanda diriku.

Aku mengenal mba Marin dengan baik. Pernah beberapa saat mabit bersama dengannya. Bahkan berkali-kali menginap di rumahnya. Dengan itu sedikit banyak akupun bisa menilai gaya hidupnya. Aku memang jahat, menilai orang secara sepihak saja. Penilaianku berat sebelah!. Astaghfirullah aku jahat sekali.

Ku langkahkan kaki menuju kamar mandi. Mengambil air wudhu, dan berniat istikharoh. Menyerahkan semua pilihan terbaik kepada Allah. Allahu Akbar. Kuangkat takbir dan megagungkan namaMu.

‘Ya Allah, sesungguhnya aku memohon pilihan kepada Mu dari anugerah Mu yang agung. Sesungguhnya Engkau Mahakuasa dan aku tidak berkuasa. Engkau mengetahui dan aku tidak mengetahui, dan Engkaulah Zat Yang Maha Mengetahui perkara-perkara yang gaib….’

*_*_*_*_*_*_*

“Ikhlaskan kakakmu ya…”

Suara lembut dari mba Sinta mengalun dalam mimpiku. Dan aku sontak terbangun. Keringat mengucur deras dari wajahku. Sayup-sayup terdengar adzan subuh dari masjid dekat rumah. Ilahi, inikah jawaban istikharohku?. Kulangkahkan kaki memenuhi panggilan Ilahi. Setelah dzikir kuucap usai shalat, kuraih handphoneku dan mengirim pesan singkat untuk kakakku.

Nadia restui kk sama mb Marinda. Insya Allah.







Samarinda, 8 Juli 2009 13.10



Aku menggendong Naila menuju kamarku. Gadis mungil berusia dua tahun itu sudah terlelap semenjak dibawa ayahnya kesini. Kemudian, aku kembali ke ruang tengah. Disana ada Ibu dan kak Ivan.

“Nad, selamat ulang tahun ya”. Kata kak Ivan yang duduk tepat di depanku, dipisahkan meja jati dan taplaknya berwarna hijau bunga-bunga.

“Kirain sudah lupa. Jam berapa ini sudah?”. Aku menjawab dengan senyum kecil sembari melirik jam dinding yang terpampang megah di dinding ruang keluarga kami.

When Mr Spiderman Has Gone




Sebenarnya pikiran dan konsentrasiku tidak pada lagu-lagu yang kudengar. Itu hanya sekedar teman malam ini. Aku tersenyum simpul mengevaluasi hari ini. Setelah nangis hebat di belakang kelas tadi, aku muncul dengan senyum ke dalam kelas. Tentu saja teman-temanku kembali menginterogasi.

Dan aku menyerah. Akhirnya ku ceritakan juga tentang tragedi perjodohan itu. Toh pada saatnya nanti mereka juga pasti akan tahu. Di tempat yang sama denganku duduk sekarang beberapa jam yang lalu, teman-temanku hanya mampu memelukku dan berbagi airmata. Tak ada solusi. Namun itu sangat berarti bagiku, karena ada beberapa kepala yang sanggup kubagi dukaku kepada mereka.

Hmm, Aan sama Elsa kemana ya? Tumben mereka tidur jam segini. Aku menjadi sangat kangen pada mereka, seolah-olah kami tidak akan bertemu lagi. Apa anak-anakku nanti se imut dan se lucu mereka ya? Ada banyak ketakutan yang menyeruak hidupku. Aku takut akan nasib masa depanku sendiri. Tiba-tiba menjadi gelap, tak mampu aku merabanya dengan sebuah lilin harapanku yang semakin meredup.

Tiba-tiba dari mp3 ku melantun Nantikanku di Batas Waktu nya Edcoustic. Aku tak ingat kapan pernah menaruhnya di hape.

“Sungguh walau ku kelu, tuk mengungkapkan perasaanku,
namun penantianku, pada dirimu jangan salahkan………”

Aaaarrghhh…….. Segera kumatikan dan ku lepas headset yang memekakkan telingaku. Tak ada penantian di batas waktu buatku. Tak ada penantian. Sebaiknya memang aku menelpon ibu, menanyakkan keadaannya sebelum operasi besok malam.

Dan aku menikmati bercengkrama dengan ibu. Aku kangen ibu. Aku utarakan keinginanku untuk pulang besok, menemani ibu hingga keluar dan sadar dari meja operasi. Namun ibu, dengan suara lemahnya melarangku.

“Ngga usah kesini nak. Ibu ngga apa-apa. Doakan aja dari sana. Biar ibu bisa sehat lagi dan bisa bayar hutang rumah sakit ini. Ibu ngga mau kamu yang dikorbankan nak”.

Suara isak tangis ibu dan aku terdengar bersamaan.

“Ibu, ibu ngga usah mikir macam-macam ya. Ibu siapkan mental aja untuk besok. Echa percaya Ibu akan sembuh”.

“Belajar yang rajin aja disana ya nak. Ngga usah kesini. Ibu ngga apa-apa”.

Dan semakin kencang kuayunkan diriku, hingga pembicaraanku dan ibu berhenti.

Suara handphoneku berdering. Sms masuk dan langsung kubaca.

Cha, kerumah ya. Lgsg ke ruang tengah aj spt biasa.

Aku mengusap air mata. Sedikit tersenyum saja membaca sms tante Sil. Padahal kami kan hanya terpisah tembok saja. Hanya perlu sepuluh langkah untuk sampai ke dapur rumahnya. Aku mengucap salam dan masuk lewat pintu dapur yang masih terbuka, dan langsung duduk pada sofa empuk di ruang tengah karena sudah dipersilahkan via sms tadi.

Tak lama, kulihat Salim, om Ibrahim dan tante Sil habis turun dari tangga dengan wajah serius. Ketika melihatku, Salim tersenyum kaku. Dingin, namun mampu mencairkan suasana sejenak. Kemudian dia berlalu masuk ke balik pintu kamarnya. Om Ibrahim dan istrinya duduk di depanku.

“Besok Salim pulang. Om mau kembalikan motormu”. Kata om Ibrahim sembari menyerahkan kunci dan STNK motorku.

“Kami juga mau ngucapkan terima kasih Cha atas pinjamannya”. Kata tante Sil kemudian. “Ini ada sedikit rezeki dari kami”.

Aku menerima sebuah amplop cokelat. Apa ini? Kubuka perlahan dan aku terhenyak. Lima lembar uang berwarna merah. Lima ratus ribu. Aku tidak bisa menerimanya. Dengan halus aku menolak. Bagaimana bisa aku menerima imbalan atas permohonan kedua orang baik yang telah banyak membantuku ini? Padahal uang kos dua bulan saja belum ku bayar.

“Rezeki jangan ditolak Cha. Ambillah, jangan sampai tante maksa lho ya”. Lagi-lagi tante Sil mendesakku sembari tersenyum tulus.

Ya, aku tidak mampu meolaknya. Toh aku juga sangat membutuhkan uang saat ini. ‘Ibu, ini rezeki buat ibu.’

*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*

Di kostnya Melly, aku dan ketiga temanku berkumpul. Padahal biasanya selepas kuliah aku langsung pulang ke kostku sendiri, cuman hari ini lagi malas. Ngga mau melihat pelepasan si akhi Salim itu. Jadi ya sudah, aku sandarkan saja punggungku ke kasur empuk milik Melly.

Ngga lama, aku di telpon dan diminta pulang sama tante Sil. Aduh, aku dilema nih, pulang ngga ya? Aku khawatir saja kejadian kedatangan akh Salim itu terulang lagi. Saat acara makan siang harus ditunda karena menunggu kehadiranku. Aduh tante ini, aku benar-benar ngga enak diperlakukan istimewa seperti ini.

Akhirnya kuptuskan untuk pulang. Nah benar saja, mereka sudah siap pergi seolah-olah hanya menunggu kehadiranku, aduh jadi GR banget nih. Tante Sil, om Ibrahim, dan kedua anak kecilnya bersiap mengantar sang Sulung ke bandara Sepinggan di Balikpapan. Balikpapan, aku jadi kangen ibu. Seandainya aku diperbolehkan ibu untuk menemaninya, tentu aku sudah minta ikut sama mereka.

Perpisahan. Aku ngga sedih. Karena hanya orang yang berani untuk bertemu yang berani untuk berpisah. Aku hanya tertunduk kaku. Berusaha menjaga pandanganku. Karena mungkin ini pertemuan terakhirku dengannya. Karena bisa jadi setelah menikah nanti aku tidak lagi tinggal di kost ini.

Aku berjalan menuju kamarku. Satu-satunya cara ampuh untuk menenangkan hatiku saat ini adalah tidur. Ya, tidur sejenak.

Aku teringat satu hal yang membuatku beranjak bangun sebelum benar-benar terlelap. Aku lupa mengembalikan novel The Kite Runner pada Salim. Segera saja ku sms tante Sil, karena memang aku ngga punya nomor hape ikhwan itu.

Tak lama ada balasan, dari nomor tak dikenal.

Nnti aja ukh balikinnya. Insya Allah Ramadhan nt ana pulang. ASR.

Aku mendadak sedih lagi. Apa mungkin bisa ketemu lagi?

Tak lama setelah itu, sms masuk lagi. Dari nomor yang sama.

Nt malam, ada yg mau dibcrakan papa sama anti.

Segera saja ku hapus dua sms itu. Aaarggghhhh,….. Kuhempaskan wajahku dengan bantal. Tidur,…. Tidur,….!!! Aku berteriak dalam hati dan kembali menghempaskan punggung ini.

*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*

“Begini Echa”. Suara teduh om Ibrahim memulai pembicaran. Raut kelelahan sehabis perjalanan ke Balikpapan terpancar dari wajah om dan tante ini. “Om punya niat untuk membeli motomu”. Lanjutnya.

Aku terdiam. Apakah ini suatu pencerahan atas doaku supaya mendapat jalan keluar dari kemelut persoalanku? Tapi, bagaimana kalau kakakku itu sudah menjawab lamarannya om Irawan? Bukankah semua akan sia-sia saja dan aku akan kehilangan peninggalan ayah satu-satunya yakni si ranger biru yang setia menemaniku. Aku masih terdiam ketika om Ibrahim melanjutkan perkataannya.

“Rencananya motor itu buat Salim kalau dia pulang lagi kesini. Jadi, selama masih kuliah, kamu bisa pakai motornya seperti biasa”. Om Ibrahim melanjutkan.

“Iya Cha, soalnya kamu kan tahu tante ngga bisa naik motor, jadi ya kamu pakai aja nanti motornya”. Kata Tante Silvi.

Aku masih bimbang. Ya Allah, Kau membantuku lewat perantara keluarga yang baik ini. Tapi, aku masih speechless.

“Bagaimana Cha? Kalau bersedia, malam ini kita langsung akad ya”. Om Ibrahim, masih dengan nada tenangnya, sepertinya bisa membaca kebimbanganku. “Dua belas juta, bagaimana?”.

Aku terkejut mendengar nominal yang disebut om Ibrahim. Dua belas juta.

“Sebentar saya berpikir dulu om”. Jawabku lemah.

“Echa, Om boleh tanya satu hal?”. Kembali om Ibrahim berbicara. Jarang aku melihatnya banyak bicara seperti ini. Aku mengangguk lemah. “Kamu masih mau kuliah atau menikah?”.

Aku terperanjat mendengarnya. Kulihat wajah mereka berdua. Hanya kesungguhan yang kulihat. Lantas, apa maksudnya pertanyaan itu? Tak terasa air mataku keluar.

“Kuliah….”. jawabku semakin pelan. Ada kegetiran kurasa ketika ku menjawabnya.

“Kalau memang mau kuliah, terima niat baik kami untuk membantumu. Insya Allah ada jalan untuk ibumu tanpa harus ada perjodohan itu”.

Aku semakin tersentak. Hei, tahu darimana? Tanyaku dalam hati. Tangsiku semakin meluncur deras. Tante Silvi pindah ke sampingku dan memelukku. Seolah bisa membaca penasaranku, om Ibrahim kembali menjelaskan.

“Salim tidak sengaja mendengar pembicaraanmu kemarin sore. Dan dia menceritakan pada kami malamnya. Om langsung telepon kakakmu dan bilang bahwa kami akan membayar semua biaya pengobatan ibumu dengan syarat perjodohan itu dibatalkan. Sebelum ke bandara tadi kami juga sudah mengunjungi ibumu. Dia titip salam buatmu. Dia baik-baik saja”.

Allahu Akbar. Aku bertakbir dalam hati. Tak perlu kutanya darimana om Ibrahim tahu nomor telepon kakakku. Dia kan baak kostku, tentu saja dia tahu.

“Saya,……. Saya berhutang budi banyak dengan Om dan Tante…”. Ucapku

“Ngga ada yang hutang budi disini. Kalau kamu jual motormu, maka kamulah yang sudah membiayainya sendiri. Kami hanya membantu sebisanya”.

“Nanti kalau kurang tante pinjamkan. Ngga usah mikir bagaimana bayarnya. Ajarin Elsa sama Aan belajar ngaji sama mata pelajaran aja gantinya”. Dan tante Sil melanjutkan.

Aku semakin terhanyut dalam pelukan tante Silvi. Allahu Rabbi.

Sms masuk ke hapeku.

Assalamualaikum. Afwan malam2 sms. Ana ad krm email ke t4 anti, sdkt mnjelaskn klw2 yg dsmpaikn papa krg jelas. ASR

Perlahan aku mulai bisa tersenyum. Bismillah, kulakukan akad jual beli dengan om Ibrahim. Kuambil semua berkas-berkasnya si Ranger Biru. Semoga almarhum ayah tidak marah dengan keputusanku ini.

“Walaupun motor ini jadi punya Salim, kamu tetap bisa pakai kok. Di rumah ini kan selain Salim ngga ada yang bisa naik motor”. Kata om Ibrahim.



*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*


Hari ini seperti biasa aku akan pergi ke kampus. Sebelum pergi aku sempatkan cuci motor sebentar. Malu nih, soalnya kan bukan motorku lagi. Hmm hikmahnya, harus jadi rajin sekarang nih. Sebelum kuliah, rencananya mau ke bank. Transfer uang ke rekening kakakku. Bukankah yang dituntutnya padaku adalah uang. Jadi kuanggap masalah perjodohan itu selesai dengan aku mengirim uang ini. Alhamdulillah, aku bisa bernafas lega. Oh iya, aku sempatkan mampir ke warnet sebentar. Penasaran juga dengan isi emailnya akh Salim. Mungkin dia tahu alamat emailku dari mamanya.


Assalamualaikum.

Afwan ukhti kalau sekiranya email ini kurang berkenan.

Mungkin sudah diceritakan bagaimana akhirnya kami tahu permasalahan anti. Afwan kalau ana tidak sengaja dengar percakapan ukhti di taman belakang. Afwan juga kalau akhirnya permasalahan anti ana ceritakan dengan mama dan papa.

Dan mama antusias sekali untuk membantu anti. Ternyata ana tahu kenapa mama begitu dekat sama anti. Melihat anti mungkin mengingatkan mama akan masa mudanya. Mungkin pakaiannya saja yang membedakan anti sama mama.

Sebagai saudara seiman dan seaqidah, sudah selayaknya kita saling tolong menolong dalam hal kebaikan. Insya Allah apa yang ana lakukan ini sebagai ikhtiyar ana untuk membantu anti.

Semoga apa yang kami usahakan bisa meringankan beban anti.
Oh iya, novelnya nanti saja ya dikembalikannya. Tafadhol dibaca saja dulu.
Insya Allah Ramadhan nanti pulang.

Salam.
ASR.


Kuklik reply, dan kubiarkan tanganku menari-nari pada tuts keyboard komputer didepanku.

Dari Abu Hurairah Radliyallaahu 'anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda: "Barangsiapa melepaskan kesusahan seorang muslim dari kesusahan dunia, Allah akan melepaskan kesusahannya pada hari kiamat; barangsiapa memudahkan seorang yang mendapat kesusahan, Allah akan memudahkan urusannya di dunia dan akhirat; dan barangsiapa menurutpi (aib) seorang muslim, Allah akan menutupi (aibnya) di dunia dan Akhirat; dan Allah selalu akan menolong hambanya selama ia menolong saudaranya." Riwayat Muslim.
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
Alhamdulillah, ana ucapkan syukur kepada Allah yang telah meringankan beban hamba-Nya, melalui tangan antum sekeluraga yang telah membantu langkah anak yatim seperti ana. Rasanya mengucapkan ribuan terima kasih pun tak mampu membalaskan kebaikan dan pertolongan kalian. Ana hanyalah hamba-Nya yang dho’if, yang lemah dan mudah putus asa dan futur.
Akhi, Allah telah membebaskan ana dari satu ujian yang sangat berat berkat pertolongan antum. Ana sungguh tidak tahu dengan apa bisa membalasnya. Namun ana sepertinya harus menyadari, bahwa ujian aka terus senantiasa mengiring kehidupan manusia. Setelah ujian ini akan banyak ujian lainnya yang menanti ana.
Akhi, kiranya perlu antum ketahui, ana menaruh simpati yang dalam kepada antum sebelum kejadian ini, bahkan setelah antum menjadi pahlawan dalam hidup ana, perasaan itu semakin memuncak. Ana takut hal ini akan menjadi celah syaithan untuk menguji ana juga antum. Ana takut tidak mampu menjaga hati yang masih lemah ini. Ana sungguh takut jika ujian kemarin ana bisa melampauinya, namun untuk ujian ini ana gagal bahkan harus terperosok oleh jurang hina yang sangat dalam.

“Dan janganlah kamu dekati zina, sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu yang buruk.” (Al-Isra:32)

Akhi, ana menganggap ujian hati ini sama beratnya dengan ujian kemarin. Sungguh Allah sangat cinta kepada ana sekarang.

Ana tidak bermaksud menorehkan virus atau mengusik hati antum dengan coretan kata-kata ana ini. Sungguh, juga tidak bermaksud untuk melupakan kebaikan-kebaikan yang antum dan keluarga antum berikan pada ana. Sungguh ana minta maaf.

Mungkin suatu hari ana mampu meredam perasaan yang terlarang ini. Tapi, siapa yang tahu hati seseorang. Mungkin ana sedang futur dan hati ini bisa saja berpenyakit. Insya Allah, Ramadhan nanti ana akan pulang ke Balikpapan. Usahakan untuk meminimalisir percakapan ya.

Ana sungguh menyadari bahwa tidak ada yang salah pada pembicaraan antum kepada ana. Tapi, ana yang dho’if ini mungkin masih lemah dan terkadang tidak mampu mengendalikan diri. Sungguh, ana ingin menyerahkan cinta ini hanya kepada Allah dan akan menyimpan cinta insani ini sebelum diminta oleh pemiliknya kelak.

Semoga antum tidak terusik akhi dengan email ana ini. Tidak ada maksud apa-apa selain perbaikan diri.

La haula walaa quwwata illa billaah…..
Ya muqallibal quluub, tsabbit qalbi ‘alaa diinik…..

Sekali lagi afwan, bila hal ini menganggu antum.
Jazakummullah khairan katsira.
Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Reisha Nurmala Fitriani.

Dan klik.
Saved to draft.

Aku menarik nafas panjang. Lega setelah menuliskannya. Meskipun keberanianku hanya seujung kuku untuk mengirimkannya. Kembali ku ulangi proses tadi dengan menulis email di layar yang kosong. Akhirnya, yang terkirim sebagai balasan hanyalah beberapa potong paragraf.


Assaalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Alhamdulillah, terima kasih. Semoga Allah membalas kebaikan antum sekeluarga dengan kebaikan yang berlipat ganda.
Dari Abu Hurairah Radliyallaahu 'anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda: "Barangsiapa melepaskan kesusahan seorang muslim dari kesusahan dunia, Allah akan melepaskan kesusahannya pada hari kiamat; barangsiapa memudahkan seorang yang mendapat kesusahan, Allah akan memudahkan urusannya di dunia dan akhirat; dan barangsiapa menurutpi (aib) seorang muslim, Allah akan menutupi (aibnya) di dunia dan Akhirat; dan Allah selalu akan menolong hambanya selama ia menolong saudaranya." Riwayat Muslim.
Jazakummullah khairan katsira.
Fastabiqul khairaat.
Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Reisha Nurmala Fitriani.


Dan kali ini benar-benar terkirim. Alhamdulillah. Semoga aku mampu melewati ujian kali ini. Aku harus komitmen dengan pernyataanku kepada om Ibrahim. Aku mau kuliah. Demi ibu dan pembuktian kepada kakak-kakakku. Demi menumut ilmu dan berlomba-lomba dalam kebaikan.

Aku ganti status facebookku terbaru,

“kusampul hatiku, dan kukunci rapat-rapat. kan kubuka jika saatnya tiba”

dan tak lama, sms masuk ke hapeku.

Online terus….!!! Kuliah bu,…!! Dosennya dah masuk…… Melettttttt

Astaghfirullah. Masih saja aku ini pelupa dan ceroboh. Segera ku logout semua situs yang kubuka, bayar warnet, dan secepatnya ngebut.

Semoga Mr Spiderman ngga marah motornya kubuat kebut-kebutan…….



Aku duduk di sebuah ayunan yang berada di depan bangunan kostku. Di tengah taman yang sunyi ini, diteman cahaya bulan sabit yang temaram berwarna keemasan. Aku heran, kenapa malam ini begitu sunyi, tidak seperti biasanya yang begitu hidup dengan suara berisik teman-teman satu kost, tangisan atau suara tawa renyah dari kedua anak Tante Sil, si Andre atau Aan, dan Elsa. Tapi malam ini tidak ada suara. Seperti hidup di kota mati.

Aku semakin kencang mengayun ayunanku. Sembari menatap langit yang tak tahu dimana atapnya kan berakhir dan ditemani alunan merdu penyiar radio yang kudengar dari handphone dengan headset. Sesekali terdengar lagu persada yang sekarang sedang hits. Dan kini, suara Ariel Peterpan bergemuruh di telingaku.

“Takkan selamanya,…”

Hupffftt,…… langsung saja kumatikan radio itu. Bosen ah dengar lagu-lagu mellow dan cengeng. Ku putar mp3 yang ada di hape, kuganti dengan lagu-lagu nasyid. Dan ku ayunkan kembali ayunan kayu ini.

Netiket: Etika Internet yang kian Pudar




Tulisan ini diadaptasi dari beberapa sumber dan juga pengalaman pribadi penulis tatkala mengikuti sebuah forum/milis.


1. Jangan Gunakan Huruf Kapital

Karena penggunaan karakter huruf bisa dianalogikan dengan suasana hati si penulis. Huruf kapital mencerminkan penulis yang sedang emosi, marah atau berteriak. Tentu sangat tidak menyenangkan tatkala anda dihadapkan dengan lawan bicara yang penuh dengan emosi bukan? Walau begitu, ada kalanya huruf kapital dapat digunakan untuk memberi penegasan maksud. Tapi yang harus dicatat, gunakanlah penegasan maksud ini secukupnya saja, satu-dua kata dan jangan sampai seluruh kalimat/paragraf.


2. Kutip Seperlunya

Ketika anda ingin memberi tanggapan terhadap postingan seseorang dalam satu forum, maka sebaiknya kutiplah bagian terpentingnya saja yang merupakan inti dari hal yang ingin anda tanggapi dan buang bagian yang tidak perlu. Jangan sekali-kali mengutip seluruh isinya karena itu bisa membebani bandwith server yang bersangkutan dan bisa berakibat kecepatan akses ke forum tersebut menjadi terganggu.

Ini berlaku juga untuk fasilitas reply pada e-mail, terlebih jika anda aktif dalam suatu milis. Ketika anda meng-klik tombol "Reply", umumnya sebagian besar program mailer akan menulis ulang pesan asli yang anda terima secara otomatis ke dalam kotak surat anda. Jika harus mengutip pesan seseorang dalam jawaban e-mail, usahakan menghapus bagian-bagian yang tidak perlu, dan ambillah (sebagai kutipan) bagian yang relevan dengan jawaban anda saja.


3. Perlakuan Terhadap Pesan Pribadi

Jika seseorang mengirim informasi atau gagasan kepada anda secara pribadi (private message), anda tidak sepatutnya mengirim/menjawabnya kembali ke dalam forum umum, kelompok grup, atau milis.


4. Hati-hati Dalam Mem-forward

Tidak semua berita yang beredar di internet itu benar adanya. Seperti halnya spam, hoax juga merupakan musuh besar bagi para kebanyakan netter. Maka, sebelum anda mem-forward pastikanlah terlebih dahulu bahwa informasi yang ingin anda kirim itu adalah benar adanya. Jika tidak, maka anda dapat dianggap sebagai penyebar kebohongan yang akhirnya kepercayaan orang-orang di sekitar anda pun akan hilang.


5. Jangan Gunakan "CC"

Ketika mengirim e-mail ke sejumlah orang, jangan cantumkan nama-nama pada kolom "CC". Jika anda melakukan hal itu --biasa disebut cross posting--, semua orang yang menerima e-mail anda, akan bisa melihat alamat-alamat e-mail orang lain. Umumnya orang tidak suka bila alamat e-mailnya dibeberkan di depan umum. Gunakanlah selalu "BCC". Dengan cara ini setiap orang hanya bisa melihat alamat e-mailnya sendiri.


6. Jangan Sembarangan Menggunakan Format HTML
Jika anda mengirim sebuah pesan penting ke rekan anda, jangan gunakan format HTML tanpa anda yakin bahwa program e-mail rekan anda bisa membaca kode HTML. Jika tidak, pesan anda sama sekali tidak terbaca atau kosong. Sebaliknya, gunakanlah format plain text.


7. Jangan Kirim File (berukuran besar) Melalui Attachment

Peraturan e-mail secara internasional melarang transfer file melalui e-mail, apalagi di dalam milis. Jangan pernah membayangkan, rekan anda atau anggota milis yang lain memiliki mailbox/hard disk yang cukup seperti anda. Pada umumnya penyedia jasa internet (ISP) di Indonesia 'hanya' memberi quota space 2-5 MB. Pengiriman file yang besar, akan membuat proses downloading menjadi lamban, dan ini jelas menambah beban pulsa.

Saat file melebihi kuota, maka proses downloading praktis terganggu. Jika ini terjadi, anda bisa dituduh telah melakukan bomb-mail, yang di dalam dunia internet, dianggap sebagai tindakan kriminal.

Jika memang harus melakukan transfer file, sebaiknya minta izin dulu, bahwa anda akan mengirim file, sekaligus jelaskan besar file-nya. Setelah rekan anda setuju, barulah kirim melalui attachment. Tapi untuk lebih amannya, gunakanlah situs yang khusus menyediakan jasa transfer file ini. Selain praktis, semua rekan anda pun bisa menentukan pilihan, ingin ikut mengunduh atau tidak, tanpa perlu risau e-mailnya terganggu. Toh sudah banyak situs-situs gratisannya.


8. Ketika 'Harus' Menyimpang Dari Topik

Tiap milis/forum tentu memiliki peraturan khusus mengenai obyek bahasan yang diperkenankan. Sehingga tatkala anda ingin menyampaikan/meminta sebuah informasi di luar topik yang telah ditentukan, sepatutnya sertakan pula tanda khusus pada kolom subyek e-mail anda agar anggota milis yang lain tidak terkecoh dengan isi e-mail anda. Contohnya, ketika ingin menyampaikan lowongan pekerjaan di milis yang khusus membahas tentang software:
[OOT] Loker di PT. Software Citra Kencana, Membutuhkan Programmer.


9. Hindari Personal Attack

Ketika anda tengah dalam situasi debat yang sengit, jangan sekali-kali anda menjadikan kelemahan pribadi lawan sebagai senjata untuk melawan argumentasinya. Sebab, ini hanya akan menunjukkan seberapa dangkal pengetahuan anda. Lawan argumentasi hanya dengan data/fakta saja, sedikit langkah diplomasi mungkin bisa membantu. Tapi ingat, jangan sekali-kali menggunakan kepribadian lawan debat sebagai senjata sekalipun ia adalah orang yang anda benci. Budayakan sikap debat ilmiah, bukan debat kusir.


10. Kritik dan Saran yang Bersifat Pribadi Harus Lewat PM (Personal Message)

Jangan mengkritik seseorang di depan forum. Ini hanya akan membuatnya rendah diri. Kritik dan saran yang diberikan pun harus bersifat konstruktif, bukan destruktif. Beda bila kritik dan saran itu ditujukan untuk anggota forum secara umum atau pihak moderator dalam rangka perbaikan sistem forum, anda boleh mempostingnya di dalam forum selama tidak menunjuk orang per orang tertentu.


11. Jujur Dalam Mencantumkan Sumber dan/atau Penulis

Jangan sekali-kali mengakui tulisan orang lain sebagai hasil karya pribadi anda. Walaupun tulisan itu telah anda revisi sedemikian rupa, namun mau tidak mau anda telah mengadaptasi dari milik orang lain. Oleh karenanya, anda harus mencantumkan sumber referensi tersebut. Bila anda mengutip dari sebuah situs, maka cantumkanlah nama/alamat situs tersebut. Begitupun bila situs itu ternyata juga boleh mengutip dari sumber lain yang merupakan penulis aslinya, maka anda harus mencantumkan kedua sumber tersebut, penulis asli dan situs tempat anda mengutip.


12. Bijaklah Ketika Hendak Meng-copy Sebuah Situs

Walaupun sangat mudah untuk mengintip source code sebuah situs, tapi secara etika setidaknya anda komunikasikan terlebih dahulu dengan web master yang bersangkutan. Malah, hal ini justru bisa memberikan keuntungan lebih. Ketika sang web master menyambut baik 'permohonan ijin' anda untuk mempelajari source code-nya dan ada hal yang tidak anda pahami, menjadi sangat mudah untuk bertanya kepadanya.

Penggunaan Offline Browser Tools, seperti HTTRACK atau Teleport juga harus memperhatikan beberapa hal, seperti:

* Apakah ada ketentuan Copyright?
* Apakah pemilik mengijinkan anda menyalinnya untuk penggunaan pribadi? -> Jangan mengkomersilkan!
* Jangan sampai membebani bandwith server, baik bandwith situs atau bandwith jaringan anda. Lebih-lebih jika anda mengunduh dari tempat umum seperti warnet, maka sebaiknya jangan mengunduh pada waktu-waktu sibuk. Pembebanan bandwith secara berlebihan akan membuat situs down dan mengganggu akses pengguna lain dalam jaringan yang sama dengan anda.
* Jangan mencuri data yang bersifat pribadi seperti e-mail atau data rahasia perusahaan yang memang tidak diperuntukkan kepada khalayak.

Ditulis ulang dari: http://apadong.com/2006/06/26/netiket-etika-internet-yang-kian-pudar/
oleh kang ARS di http://myquran.org/forum/index.php/topic,10702.0.html



Siapa bilang internet tidak memiliki aturan? Siapa bilang dalam dunia maya kita bebas bertindak tanpa peduli kepentingan orang lain? Sesungguhnya tidak ada kebebasan mutlak di dunia ini. Sekalipun ini adalah dunia tanpa batas, namun seperti halnya interaksi dalam dunia nyata, begitu kita bersinggungan dengan orang lain maka sudah pasti ada aturan main, adab ataupun etika yang harus dipatuhi.

Berawal dari keprihatinan terhadap fenomena berinternet yang semakin vulgar dan cenderung melampaui batas, maka saya mencoba menuliskan kembali hal-hal yang patut dijadikan batu pijakan bagi para netter. Istilah yang dikenal sebagai "netiket" atau nettiquette.

2.7.09

Antara Hati Berkarat dan Hati Kemilau


Berkarat??? Tahukah anda dengan kata “karat” atau kalau anda pernah belajar ilmu fisika atau kimia pasti anda akan menemukan atau mendengar kata “korosi”??? nah!! Kata karat dan korosi tersebut merupakan dua kata yang berbeda tetapi mempunyai maksud yang sama. Mungkin anda pernah melihat logam sejenis besi, baja atau apapun yang berkarat. Efek dari logam yang berkarat dalam waktu yang terlampau lama akan menyebabkan logam tersebut menjadi lapuk yang lama-kelamaan akan menjadi serbuk logam. Sekarang coba anda flashback kembali peristiwa tersebut, awalnya logam tersebut masih mempunyai bentuk tetapi karena terjadi korosi lama-kelamaan logam tersebut berubah bentuknya menjadi serpihan-serpihan. Sama halnya dengan hati kita.
Antara Hati Berkarat dan Hati Kemilau




Tahukah anda hal-hal apa yang mampu membuat hati kita berkarat??? Kalau kita melihat logam yang berkarat tentunya hal-hal yang membuat logam tersebut berkarat adalah udara dan air, sedangkan hal-hal yang membuat hati kita berkarat bukanlah air dan udara melainkan kelalaian dan dosa. Mengapa kelalaian dan dosa membuat hati kita berkarat??? Karena kelalaian dan dosa dapat mengurangi dan melemahkan keimanan dan ketakwaan seseorang. Selain itu, kelalaian dan dosa yang terus-menerus dilakukan dapat melenakan kita untuk selalu mengingat Allah SWT dan melaksanakan perintah-perintahNya sehingga dapat membuat hati kita berkarat akibat terlalu seringnya kita berbuat lalai dan dosa.

Kemilau??? Tahukah anda dengan kata “kemilau”??? kemilau merupakan suatu cahaya yang begitu menyilaukan. Anda pernah melihat berlian atau permata??? Nah!!! Biasanya kata kemilau itu seperangkat dengan kata berlian atau permata. Kalau anda belum pernah melihat berlian atau permata. Gimana kalau anda saya ajak untuk mengingat sesuatu. Pernahkah anda melihat salah satu iklan tentang shampoo??? nah!!!disanalah anda akan menemukan kata “kemilau”. Sungguh kemilau merupakan suatu peristiwa yang disukai banyak oaring karena dengan kemilau membuat apa saja yang ada disekitarnya menjadi indah meskipun bentuknya tidak indah. Sama halnya dengan hati kita.

Tahukah anda hal-hal apa yang mampu membuat hati kita kemilau??? Kalau kita melihat berlian atau permata atau barang-barang yeng berbahan kaca kemilau tentunya hal-hal yang membuat permata, berlian atau barang-barang berbahan kaca kemilau adalah seringnya barang-barang tersebut dirawat,dipelihara dan dibersihkan dengan menggosok-gosokkan ke kain atau apapun yang dapat membersihkannya sehingga membuat barang-barang tersebut menjadi kemilau, sedangkan hal-hal yang membuat hati kita kemilau adalah seringnya hati kita dirawat, dipelihara dan dibersihkan dengan kalimat istighfar dan dzikir. Mengapa kalimat istighfar dan dzikir membuat hati kita kemilau??? Karena kalimat istighfar dan dzikir dapat menambah dan menguatkan keimanan dan ketakwaan seseorang. Selain itu, kalimat istighfar dan dzikir yang terus-menerus dilafadzkan dan dilakukan dapat beristiqomah untuk selalu mengingat Allah SWT dan melaksanakan perintah-perintahNya sehingga dapat membuat hati kita selalu kemilau dan lama-kelamaan menjadi lebih kemilau jika kita selalu merawat, memelihara dan membersihkannya dengan kalimat istighfar dan dzikir.

Tahukah anda manfaat yang akan anda dapatkan jika hati anda selalu kemilau??? Manfaatnya adalah anda akan terhindar dari perbuatan-perbuatan yang dilarang oleh Allah SWT, sabar dan tabah dalam menghadapi kehidupan, dapat mengurangi emosi dalam menghadapi siapapun yang berbuat khilaf terhadap kita sehingga kita dengan mudah memberikan maaf kepada siapapun yang meminta maaf terhadap kita, dan lain sebagainya. Pokoknya banyak banget deh manfaat yang dapat kita peroleh dari kemilaunya hati.

Sekarang tinggal anda yang memilih, mau membuat hati anda berkarat atau membuat hati anda kemilau????semua jawabannya ada pada hati dan diri anda masing-masing karena setiap orang memiliki jawaban yang berbeda-beda. Semoga dapat bermanfaat dan secepatnya anda dapat mengambil pilihan sehingga anda tidak terlambat untuk membuat hati anda berkarat atau kemilau.

-----------
Lina El-Barich

http://www.dudung.net/artikel-islami/antara-hati-berkarat-dan-hati-kemilau.html

30.6.09

Goodbye Mr Spiderman







Namun suatu hari, saya pernah mengunjungi sebuah kafe, dimana tanpa kusadari kulihat ada laba-laba yang bersarang di langit-langit dekat tempat dudukku. Heran juga bagaimana kafe yang cukup terkenal itu kurang menjaga kebersihan sehingga pemandangan laba-laba itu luput dari perhatiannya. Saya perhatikan baik-baik bagaimana laba-laba membuat rumah dari jaringnya. Sungguh menakjubkan.

Dan rupanya pemilik kafe sadar kalau saya memperhatikan itu. Langsung saja seorang waiternya mengambil alat pembersih dan mengusir laba-laba dan sarangnya.

Dan saat itu juga saya baru tersadar bahwa Spiderman itu tidak nyata. Jaring laba-laba dalam dunia nyata tidak kuat untuk melindungi dirinya sendiri. Bagaimana mungkin saya bisa terlena oleh kehebatan tokoh yang tidak nyata sementara kita sekarang membutuhkan sosok pahlawan yang nyata?

Saya jadi teringat sebuah ayat yang ada hubungannya dengan laba-laba.

Perumpamaan orang-orang yang mengambil pelindung-pelindung selain Allah adalah seperti laba-laba yang membuat rumah. Dan sesungguhnya rumah yang paling lemah adalah rumah laba-laba kalau mereka mengetahui.

Sesungguhnya Allah mengetahui apa saja yang mereka seru selain Allah. Dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.

Dan perumpamaan-perumpamaan ini Kami buat untuk manusia; dan tiada yang memahaminya kecuali orang-orang yang berilmu.

Allah menciptakan langit dan bumi dengan hak. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah bagi orang-orang mukmin.
Q.S. Al Ankabut (41-44).

Ternyata dalam kitab suci kita sendiri dijelaskan tentang laba-laba, bahkan dijadikan salah satu nama surah. Subhanallah. Dengan indah Allah mengumpamakan laba-laba yang memiliki rumah lemah sebagai orang yang mengambil perlindungan selain Allah.

Banyak hal yang bisa kita ambil hikmah dari cerita saya ini. Seperti ayat yang saya kutip diatas, rasanya tidak pantas kalau kita berlindung pada selain Allah. Seperti laba-laba yang membuat rumah. Begitu rumahnya disentuh atau ditiup angin, akan hancur.

Laba-laba pun menyadarkan saya dari kepahlawnan yang hanya ada dalam cerita imajinasi. Jaring laba-laba itu lemah, dan selemah-lemahnya rumah. Lantas bagaimana bisa menahan berat badannya spiderman dan dengan modal itu bisa menjadi hero?

Maka kita harus bangun dari mimpi akan sosok kepahlawanan yang tidak nyata itu dan mencoba menjadi pahlawan yang nyata. Pahlawan itu ada. Seperti perjuangan seorang ayah yang menjadi pahlawan bagi hidup keluarganya. Perjuangan seorang ibu yang mendidik dan memperjuangkan kehidupan anaknya. Kepahlawaan pemuda Palestina yang berjuang demi tanah air dan agamanya.

Kita harus menjadi super hero. Yang senantiasa menggali dan mempelajari makna-makna kepahlawanan dalam kehidupan. Mengetahui bagaimana hakikat diri dengan terus mempelajari ayat-ayat Allah yang tersirat dan tersurat dalam setiap hidup kita, dengan ilmu, iman, dan amal.

Maka, tidaklah berat jika saya mengatakan: “Goodbye Mr Spiderman……”



dari sebuah cerpen penuh motivasi,... :)


Kalau saya menyebutkan kata laba-laba, apa yang pertama kali melintas di pikiran anda? Bisa jadi kalian menyebutkan satu nama super hero yang cukup terkenal yang identik dengan laba-laba yaitu Spiderman. Benar ngga?

Saya ingin bercerita sedikit tentang Spiderman, karena dulu saya sangat mengidolakan super hero ini. Kenapa dulu idola saya Spiderman? Karena saya menganggap Spiderman adalah sosok pahlawan yang tidak ingin dikenal bahwa dia pahlawan. Tidak seperti orang-orang yang menganggap dirinya pahlawan dan ingin diketahui orang lain jasa-jasanya. Spiderman menolong dengan kekuatannya sendiri. Dan saya pernah terobsesi untuk menjadi pahlawan seperti Spiderman.

Lembah Lolipop




Bob sangat kegirangan melihat banyaknya permen lolipop yang bisa diambil. Maka ia pun sibuk mengumpulkan permen-permen tersebut. Ia mempercepat jalannya supaya bisa mengambil permen lolipop lainnya yang terlihat sangat banyak didepannya. Bob mengumpulkan sangat banyak permen lolipop yang ia simpan di dalam tas karungnya. Ia sibuk mengumpulkan permen-permen tersebut tapi sepertinya permen-permen tersebut tidak pernah habis maka ia memacu langkahnya supaya bisa mengambil semua permen yang dilihatnya.

Tanpa terasa Bob sampai di ujung jalan lembah permen lolipop. Dia melihat gerbang bertuliskan "Selamat Jalan". Itulah batas akhir lembah permen lolipop. Di ujung jalan, Bob bertemu seorang lelaki penduduk sekitar. Lelaki itu bertanya kepada Bob, "Bagaimana perjalanan kamu di lembah permen lolipop? Apakah permen-permennya lezat? Apakah kamu mencoba yang rasa jeruk? Itu rasa yang paling disenangi. Atau kamu lebih menyukai rasa mangga? Itu juga sangat lezat." Bob terdiam mendengar pertanyaan lelaki tadi. Ia merasa sangat lelah dan kehilangan tenaga. Ia telah berjalan sangat cepat dan membawa begitu banyak permen lolipop yang terasa berat di dalam tas karungnya. Tapi ada satu hal yang membuatnya merasa terkejut dan ia pun menjawab pertanyaan lelaki itu, "Permennya saya lupa makan!"

Tak berapa lama kemudian, Bib sampai di ujung jalan lembah permen lolipop. "Hai, Bob! Kamu berjalan cepat sekali. Saya memanggil-manggil kamu tapi kamu sudah sangat jauh di depan saya." "Kenapa kamu memanggil saya?" tanya Bob. "Saya ingin mengajak kamu duduk dan makan permen anggur bersama. Rasanya lezat sekali. Juga saya menikmati pemandangan lembah, indah sekali!" Bib bercerita panjang lebar kepada Bob. "Lalu tadi ada seorang kakek tua yang sangat kelelahan. Saya temani dia berjalan. Saya beri dia beberapa permen yang ada di tas saya. Kami makan bersama dan dia banyak menceritakan hal-hal yang lucu. Kami tertawa bersama." Bib menambahkan.

Mendengar cerita Bib, Bob menyadari betapa banyak hal yang telah ia lewatkan dari lembah permen lolipop yang sangat indah. Ia terlalu sibuk mengumpulkan permen-permen itu. Tapi pun ia sampai lupa memakannya dan tidak punya waktu untuk menikmati kelezatannya karena ia begitu sibuk memasukkan semua permen itu ke dalam tas karungnya.

Di akhir perjalanannya di lembah permen lolipop, Bob menyadari suatu hal dan ia bergumam kepada dirinya sendiri, "Perjalanan ini bukan tentang berapa banyak permen yang telah saya kumpulkan. Tapi tentang bagaimana saya menikmatinya dengan berbagi dan berbahagia." Ia pun berkata dalam hati, "Waktu tidak bisa diputar kembali." Perjalanan di lembah lolipop sudah berlalu dan Bob pun harus melanjutkan kembali perjalanannya.

Dalam kehidupan kita, banyak hal yang ternyata kita lewati begitu saja. Kita lupa untuk berhenti sejenak dan menikmati kebahagiaan hidup. Kita menjadi Bob di lembah permen lolipop yang sibuk mengumpulkan permen tapi lupa untuk menikmatinya dan menjadi bahagia.

Pernahkan Anda bertanya kapan waktunya untuk merasakan bahagia? Jika saya tanyakan pertanyaan tersebut kepada para klien saya, biasanya mereka menjawab, "Saya akan bahagia nanti... nanti pada waktu saya sudah menikah... nanti pada waktu saya memiliki rumah sendiri... nanti pada saat suami saya lebih mencintai saya... nanti pada saat saya telah meraih semua impian saya... nanti pada saat penghasilan sudah sangat besar... "

Pemikiran ¡nanti' itu membuat kita bekerja sangat keras di saat ¡sekarang'. Semuanya itu supaya kita bisa mencapai apa yang kita konsepkan tentang masa ¡nanti' bahagia. Terkadang jika saya renungkan hal tersebut, ternyata kita telah mengorbankan begitu banyak hal dalam hidup ini untuk masa ¡nanti' bahagia. Ritme kehidupan kita menjadi sangat cepat tapi rasanya tidak pernah sampai di masa ¡nanti' bahagia itu. Ritme hidup yang sangat cepat... target-target tinggi yang harus kita capai, yang anehnya kita sendirilah yang membuat semua target itu... tetap semuanya itu tidak pernah terasa memuaskan dan membahagiakan.

Uniknya, pada saat kita memelankan ritme kehidupan kita; pada saat kita duduk menikmati keindahan pohon bonsai di beranda depan, pada saat kita mendengarkan cerita lucu anak-anak kita, pada saat makan malam bersama keluarga, pada saat kita duduk bermeditasi atau pada saat membagikan beras dalam acara bakti sosial tanggap banjir; terasa hidup menjadi lebih indah.

Jika saja kita mau memelankan ritme hidup kita dengan penuh kesadaran; memelankan ritme makan kita, memelankan ritme jalan kita dan menyadari setiap gerak tubuh kita, berhenti sejenak dan memperhatikan tawa indah anak-anak bahkan menyadari setiap hembusan nafas maka kita akan menyadari begitu banyak detil kehidupan yang begitu indah dan bisa disyukuri. Kita akan merasakan ritme yang berbeda dari kehidupan yang ternyata jauh lebih damai dan tenang. Dan pada akhirnya akan membawa kita menjadi lebih bahagia dan bersyukur seperti Bib yang melewati perjalanannya di lembah permen lolipop



---------
http://www.gsn-soeki.com/wouw/a000289.php



Alkisah ada dua orang anak laki-laki, Bob dan Bib, yang sedang melewati lembah permen lolipop. Di tengah lembah itu terdapat jalan setapak yang beraspal. Di jalan itulah Bob dan Bib berjalan kaki bersama. Uniknya, di kiri-kanan jalan lembah itu terdapat banyak permen lolipop yang berwarni-warni dengan aneka rasa. Permen-permen yang terlihat seperti berbaris itu seakan menunggu tangan-tangan kecil Bob dan Bib untuk mengambil dan menikmati kelezatan mereka.

12.5.09

belenggu





belenggu ini bernama dusta,..
ataukah lara,..
ataukah luka,...?
ah sudahlah,,,, aku lupa


belenggu ini bernama siksa,..
ataukah romansa,...
ataukah hanya sebuah kata,..??
ah sudahlah,.. aku mau melupakannya


semua yang ada di rasa,..
pahit dan getir aku telah lama merasa
namun hanya sebatas asa



asa yang terbang menampakkan kejamnya duka, luka, lara

semua bercampur atas nama hampa






lupakan







dan aku menjadi orang yang terlupa






kasihan...................... .........

Puisi untuk my parents





Aku ingin memberi sebentuk bunga
Yang kurangkaikan dengan indah nuansa
persembahan tulus dari melodi nada
syair kehidupan dengan tangis dan bahagia

Aku ingin memberi pancaran rona
yang terindah dari dasar jiwa
dari hati tulus memancarkan cinta
melangkah pasti diiringi rintihan do'a

Aku ingin memberi bahagia
melebihi salam termanis dalam suka
mewarnai usiamu dikala tua
melengkapi pengabdianku yang tiada apa

sebelum bahtera dia bersandar di dermagaku
dan malam datang ke peraduan rindu
bahtera melaju mengarungi hidup yang membiru
aku ingin memberi dunia padamu
membiarkan hangat merengkuh malammu
mewanginya mawar menghirup dahagamu

dan sebelum pengabdianku terbagi
aku ingin memberikan seluruh hati
dan segenap jiwa dalam diri

hanya untukmu,.
Ayah dan bundaku...